Cerita ke Maia Estianty, Perwakilan Keluarga Sebut Penyekap di Bandung Siksa Korban Usai Harta Habis
Moch Krisna June 21, 2026 09:00 PM

 






TRIBUNSUMSEL.COM --
Nestapa memilukan menimpa seorang wanita berinisial YTR (29) di Kabupaten Bandung yang menjadi korban penyekapan dan penganiayaan berat oleh kekasihnya, TH (30), selama tiga tahun. 

Kasus yang kini viral dan menyita perhatian musisi Maia Estianty ini terungkap setelah korban ditemukan dalam kondisi kritis tak bisa melihat di IGD RSHS Bandung.

Kepada Maia Estianty, keluarga YTR menceritakan kondisi terkininya. Dalam unggahan Instagram @maiaestiantyreal pada Minggu (21/6/2026), Melani yang mewakili keluarga membeberkan korban tidak lagi bisa melihat.

“Katanya kondisi matanya sudah tidak tertolong alias sudah tidak melihat ya?” tanya Maia Estianty.

“Terkait mata memang sebelah kanan itu hancur, sebelah kiri katanya mengecil,” tutur Melani menjelaskan.

Luka berat yang dialami YTR setelah 3 tahun penyekapan rupanya bukan itu saja. Pasalnya, saat ditemukan, kondisi kepalanya sudah bengkak dan terdapat beberapa belatung di dalamnya.

“Kepala udah bengkak, mungkin lukanya udah lama banget didiemin, nemuin ada beberapa belatung,” ujarnya.

Melani membongkar kekejian yang dialami YTR selama disekap pacar. Ia menyebut harta korban juga dikuras habis-habisan. Setelah hartanya habis tak bersisa, ia kemudian menjadi sasaran kekerasan.

“Setelah harta dia habis, dia dipukulin. Mulai dari harta, motor dijual, HP, laptop, emas-emas semua dikuras. Terus ada tabungan BPJS Ketenagakerjaan juga dikuras. Terus paylater-paylater semuanya dibobol,” kata Melani.

“Kalau dituntut nih, kemungkinan pasal berlapis pasti ada dong,” ujar Maia Estianty.

“Tadi saya sudah lihat untuk SP2HP-nya, untuk hal ini, pihak terduga pelaku dikenakan 3 pasal berlapis,” tutur Vino.

 

Siasat Licik TH Pelaku Penganiayaan

TH (30), seorang pria diduga tega melakukan aksi penyekapan dan penganiayaan sadis terhadap kekasihnya, YTR (29), warga asal Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, selama tiga tahun.

Selama tiga tahun sejak 2023, TH berhasil mengelabui pihak keluarga korban dengan membangun cerita palsu bahwa korban sedang merantau dan bekerja di Jakarta.

Padahal nyatanya korban diduga disekap dan disiksa secara brutal hingga mengalami kebutaan permanen dan penuh luka di sekujur tubuh.

Terungkapnya kasus penyekapan dan penganiayaan yang dialami YTR, bermula dari pesan misterius dari orang tak dikenal yang diterima keluarga korban.

Pesan yang dikirim ke keluarga YTR pada Rabu (10/6/2026) malam itu, mengabarkan korban tengah berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung karena kecelakaan.

Dilansir dari Kompas.com, awal mula kepedihan keluarga berawal sekitar tahun 2023 setelah YTR berkenalan dengan TH dalam sebuah acara konser musik di kawasan Tritan Point, Kota Bandung.

Setelah TH sempat berkunjung sekali ke rumah keluarga, korban mendadak hilang kontak dan tidak lagi pulang seminggu sekali dari tempat kerjanya di kawasan Pasteur.

Untuk menutupi aksi kejinya, TH menyusun siasat rapi agar pihak keluarga tidak melakukan pencarian.

Pelaku memaksa korban mengaku telah mengundurkan diri dari pekerjaannya di Bandung dan mengarang cerita bahwa dirinya sedang bekerja di Jakarta.

Faktanya, selama tiga tahun menghilang, YTR justru disekap dan dipindahkan dari satu kamar kos ke kamar kos lainnya setiap tiga bulan sekali di bawah ancaman pelaku.

Apabila ada komunikasi telepon, gelagat korban sangat tidak biasa dan terkesan penuh tekanan karena di bawah kendali pelaku.

Keluarga bahkan sempat mengunggah informasi pencarian orang hilang di Instagram, namun korban mengirim pesan dengan marah meminta unggahan tersebut dihapus karena diduga di bawah ancaman.

Informasi yang diterima keluarga selama ini sepenuhnya merupakan bagian dari narasi yang sengaja dibangun TH untuk menutupi aksi kejinya.

 

Antar Korban ke RS

Dugaan kebohongan TH selama bertahun-tahun itu akhirnya runtuh pada Rabu (10/6/2026) malam.

Pihak keluarga mendadak menerima pesan WhatsApp dari orang tidak dikenal yang mengabarkan bahwa YTR berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dengan dalih mengalami kecelakaan.

Mendapat informasi tersebut, keluarga langsung bergegas menuju IGD RSHS setelah waktu Isya.

Namun, setibanya di sana, pihak keluarga terkejut bukan main melihat kondisi korban yang dipenuhi banyak luka lama tak wajar, yang kemudian memicu kecurigaan tim medis.

"Kami langsung berangkat ke RSHS sekitar waktu isya. Setelah tiba, kami terkejut. Soalnya banyak luka," ungkap adik korban, Syahrul Ulum (26).

Keluarga korban meyakini jika pelaku yang mengantarkan korban ke rumah sakit.

(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.