Produksi Ikan di Tanggamus Lampung Tunjukkan Tren Positif, Pematang Sawa Sentra Produksi Ubur-ubur 
soni yuntavia June 21, 2026 06:19 PM

Tribunlampung.co.id, Tanggamus - Kecamatan Pematang Sawa Tanggamus Lampung kini dikenal sebagai sentra produksi ubur-ubur. 

Baca juga: Kadis Perikanan Ungkap Kenaikan Harga BBM Tekan Biaya Operasional Nelayan di Pesawaran

Produksi perikanan di Kabupaten Tanggamus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. 

Baik sektor perikanan tangkap maupun budi daya  dinilai menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat di Bumi Begawi Jejama ini.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tanggamus, Darma Setiawan mengatakan, berdasarkan data produksi perikanan, perkembangan kedua sektor tersebut cukup baik dan terus menunjukkan pertumbuhan.

“Perikanan tangkap memiliki tren peningkatan setiap tahunnya. Begitu juga sektor budi daya yang hampir setiap tahun mengalami peningkatan produksi,” kata Darma kepada Tribun Lampung, Minggu (21/6).

Pada sektor perikanan tangkap, komoditas yang menjadi penyumbang terbesar produksi di Tanggamus meliputi ubur-ubur, ikan tongkol, layang biru, kembung, selar kuning, dan nibung. 

Sementara pada sektor budi daya, komoditas unggulannya terdiri atas udang, ikan nila, lele, dan gurame.

Menurut Darma, potensi produksi perikanan tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Tanggamus. Kecamatan Pematang Sawa dikenal sebagai sentra produksi ubur-ubur. 

Sementara Kecamatan Kota Agung dan Limau menjadi penghasil utama ikan tongkol, layang biru, kembung, dan selar kuning.

Di sektor budi daya, Kecamatan Limau dan Cukuh Balak menjadi sentra produksi udang vaname. 

Adapun Kecamatan Pugung dan Pulau Panggung dikenal sebagai penghasil ikan nila, sedangkan Kecamatan Sumberejo menjadi sentra budi daya ikan gurame.

Darma menjelaskan, peningkatan maupun penurunan produksi perikanan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya kondisi cuaca, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), ketersediaan benih berkualitas, serta gangguan hama dan penyakit ikan.

Untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat perikanan, Dinas Perikanan Kabupaten Tanggamus menjalankan program pengelolaan dan pemberdayaan pembudidaya ikan kecil melalui pemberian bantuan sarana dan prasarana budidaya.

“Pemberian bantuan sarana dan prasarana budidaya diharapkan dapat menjadi stimulus peningkatan produksi sehingga berdampak pada meningkatnya kesejahteraan pembudidaya ikan,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga terus mendorong pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. 

Pada sektor budidaya, upaya tersebut dilakukan melalui penerapan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), penggunaan teknologi ramah lingkungan, dan penerapan prinsip akuakultur berkelanjutan. 

Sedangkan pada sektor perikanan tangkap, upaya dilakukan dengan menjaga keberlanjutan ekosistem laut, memperluas kawasan konservasi, serta mendorong praktik penangkapan ikan yang ramah lingkungan.

Sektor perikanan juga memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah. Bersama sektor pertanian, perkebunan, dan hasil hutan, sektor ini menyumbang sekitar 37 persen terhadap perekonomian masyarakat Kabupaten Tanggamus.

Meski demikian, sektor perikanan masih menghadapi sejumlah tantangan. 

Pada sektor budidaya, keterbatasan penggunaan teknologi dan permodalan masih menjadi kendala utama. 

Sementara di sektor perikanan tangkap, sebagian besar nelayan masih menggunakan metode penangkapan yang bersifat tradisional dan turun-temurun.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah daerah berupaya menyerap program pemerintah pusat melalui penerapan teknologi baru, seperti sistem Bioflok dan Recirculating Aquaculture System (RAS), serta memberikan bantuan sarana dan prasarana bagi pembudidaya.

Meningkat 3 Persen 

tahun ini, Dinas Perikanan Tanggamus menargetkan peningkatan produksi budi daya lebih dari tiga persen per tahun melalui penerapan teknologi budi daya yang berkelanjutan.

Darma berharap sektor perikanan ke depan semakin mandiri dan berdaya saing melalui penguatan akses pembiayaan, kelembagaan pembudidaya, integrasi antara budidaya, pengolahan hasil perikanan, dan pemasaran, serta terciptanya ekosistem budidaya yang terbuka terhadap penerapan teknologi baru dan ramah lingkungan.

“Kami berharap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tanggamus dapat semakin ditopang oleh sektor perikanan. Selain memiliki wilayah pesisir yang mencakup hampir 50 persen dari jumlah kecamatan yang ada, sektor budi daya juga memberikan harapan yang sangat besar, ditambah kreativitas masyarakat Tanggamus dalam mengembangkan berbagai produk hilirisasi perikanan,” tutup Darma.

( Tribunlampung.co.id / Oky Indra Jaya )

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.