Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-Timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MADINAH – Kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.
Di balik kelancaran pelaksanaan haji tahun ini, sejumlah pihak menilai masih ada ruang perbaikan yang perlu menjadi perhatian untuk meningkatkan kualitas pelayanan jamaah pada musim haji mendatang.
Salah satu apresiasi sekaligus catatan evaluasi datang dari Hj Neneng Siti Kholilah.
Hj Neneng merupakan Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Mirfat Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten.
Pembimbing haji yang telah mendampingi jamaah sejak 2005 itu menilai pelaksanaan haji tahun ini secara umum berlangsung baik dan relatif lancar.
"Alhamdulillah, kita patut bersyukur karena seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini dapat berjalan dengan baik," ujar Neneng di Madinah, Sabtu (20/6/2026).
"Kami mengapresiasi kerja keras pemerintah, petugas haji, dan seluruh pihak yang telah berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah," jelasnya.
Menurut perempuan yang akrab disapa Bunda Mirfat itu, keberhasilan penyelenggaraan haji tidak terlepas dari kerja keras petugas yang mengawal berbagai tahapan penting.
Mulai dari keberangkatan jamaah dari Indonesia, pelayanan selama berada di Tanah Suci, puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, hingga fase pemulangan.
Meski demikian, ia menilai evaluasi tetap diperlukan, terutama terkait sistem layanan syarikah yang diterapkan pemerintah Arab Saudi.
Menurutnya, perubahan pola layanan yang melibatkan lebih dari satu penyedia layanan haji membawa tantangan tersendiri dalam proses pendampingan jamaah.
Bunda Mirfat menjelaskan bahwa selama bertahun-tahun mendampingi jamaah haji, ia merasakan perbedaan ketika layanan dikelola dalam satu sistem yang terintegrasi dibandingkan ketika layanan terbagi dalam beberapa pengelola.
Dampaknya terlihat pada penempatan akomodasi, mobilitas jamaah, hingga kemudahan koordinasi di lapangan.
"Ketika jamaah berada dalam satu manajemen layanan, koordinasi menjadi lebih mudah. Pembimbing juga lebih leluasa memantau kondisi jamaah karena lokasi hotel dan layanan lainnya lebih terpusat," katanya.
Menurutnya, evaluasi tersebut bukan untuk mencari pihak yang harus disalahkan atas berbagai kendala yang muncul selama pelaksanaan haji.
Sebaliknya, evaluasi diperlukan sebagai langkah perbaikan agar pelayanan terhadap jamaah semakin baik dari tahun ke tahun.
Ia berharap pemetaan hotel, transportasi, serta layanan konsumsi dapat dilakukan lebih matang sebelum kedatangan jamaah ke Arab Saudi.
Dengan perencanaan yang lebih detail, potensi kendala di lapangan dapat diminimalkan sehingga kenyamanan jamaah lebih terjamin.
"Yang terpenting bukan mencari kesalahan, tetapi mencari solusi. Haji selalu memiliki tantangan tersendiri," kata Bunda Mirfat.
"Karena itu mitigasi dan perencanaan yang matang menjadi kunci agar jamaah dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan tenang," tegasnya.
Selain memberikan evaluasi terhadap sistem layanan, Bunda Mirfat juga menyoroti pentingnya pembinaan jamaah sejak jauh hari sebelum keberangkatan.
Menurutnya, kedisiplinan dan kesiapan jamaah menjadi faktor penting yang turut menentukan kelancaran pelaksanaan ibadah haji.
Ia mengungkapkan bahwa jamaah yang dibimbing KBIHU Mirfat telah mendapatkan pendampingan dalam waktu yang cukup panjang.
Bahkan, ada calon jamaah yang telah mengikuti pembinaan sejak bertahun-tahun sebelum keberangkatan.
"Kami tidak hanya mendampingi saat menjelang berangkat. Banyak jamaah yang sudah bersama kami dalam proses pembinaan selama bertahun-tahun. Karena itu kami menganggap mereka seperti santri yang terus dibimbing hingga berangkat ke Tanah Suci," tuturnya.
Berkat pembinaan tersebut, jamaah KBIHU Mirfat dinilai mampu menjaga ketertiban selama menjalankan ibadah haji.
Mulai dari proses keberangkatan, pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, hingga menjelang kepulangan ke Indonesia, para jamaah dapat mengikuti aturan dan arahan petugas dengan baik.
Bunda Mirfat berharap berbagai keberhasilan yang diraih pada musim haji tahun ini dapat dipertahankan.
Sementara berbagai catatan evaluasi dijadikan bahan perbaikan untuk menghadirkan pelayanan haji yang semakin profesional dan berorientasi pada kenyamanan jamaah. (hasim arfah/mch 2026)