SURYA.CO.ID SURABAYA - Pemadaman listrik bergilir yang belakangan dikeluhkan masyarakat mendapat perhatian serius dari DPRD Jawa Timur.
Pemprov Jatim diminta berkoordinasi intensif dengan PLN agar fasilitas vital, terutama rumah sakit, tetap memperoleh pasokan listrik yang aman dan tidak terdampak gangguan layanan.
Keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah daerah Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir mendorong DPRD Jatim meminta langkah antisipasi lebih serius.
Salah satu perhatian utama adalah keberlangsungan layanan kesehatan yang sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil.
Anggota Komisi E DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas, menegaskan rumah sakit harus menjadi prioritas dalam skema pengaturan pasokan listrik karena banyak layanan medis yang bersifat kritis dan tidak boleh terganggu.
"Di rumah sakit ada banyak layanan kritis yang sangat bergantung pada kestabilan listrik. Alat-alat elektromedis di ruang ICU, NICU, ruang operasi, hingga berbagai perangkat penunjang kehidupan pasien membutuhkan suplai listrik yang stabil dan tidak boleh terganggu," ujar Puguh saat dikonfirmasi, Minggu (21/6/2026).
Baca juga: Cara Cepat Lapor PLN Terkait Listrik Padam di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik, Cukup Lewat Hp
Menurutnya, pemadaman listrik yang terjadi saat ini tidak hanya berdampak pada aktivitas masyarakat dan sektor ekonomi, tetapi juga berpotensi mengganggu pelayanan kesehatan jika tidak diantisipasi dengan baik.
Puguh meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan fasilitas kesehatan tetap mendapatkan perlindungan maksimal selama masa gangguan pasokan listrik berlangsung.
Puguh menjelaskan sektor kesehatan menjadi salah satu bidang yang paling rentan ketika terjadi pemadaman listrik. Meski sebagian besar rumah sakit memiliki genset cadangan, proses perpindahan sumber daya listrik tetap berpotensi memengaruhi kinerja peralatan medis yang sensitif.
Kondisi listrik yang padam dan menyala kembali secara berulang juga dinilai berisiko terhadap pelayanan medis, terutama bagi pasien yang sedang menjalani perawatan intensif dan bergantung pada alat bantu kehidupan.
Baca juga: Jawa Timur Dilanda Listrik Padam Tanpa Kabar, PT PLN UID Jatim Sebut Ada Kendala Teknis
Karena itu, ia mendorong Pemprov Jatim bersama PLN melakukan pemetaan dan pengelompokan prioritas apabila kondisi darurat pasokan listrik masih berlanjut.
Politisi PKS tersebut mencontohkan sejumlah rumah sakit milik Pemprov Jatim seperti RSUD Dr. Soetomo Surabaya, RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, dan RSUD dr. Soedono Madiun yang melayani masyarakat dalam jumlah besar dengan cakupan pelayanan kesehatan yang sangat luas.
Rumah sakit tersebut tidak hanya menangani pasien rawat inap biasa, tetapi juga pasien kritis yang membutuhkan dukungan alat medis selama 24 jam tanpa henti.
"Stabilitas pasokan listrik menjadi kebutuhan mutlak agar pelayanan kesehatan tidak terganggu," ungkap Puguh.
Di sisi lain, DPRD Jatim tetap mendorong PLN segera menyelesaikan persoalan teknis yang menjadi penyebab pemadaman bergilir. Langkah tersebut dinilai penting agar aktivitas masyarakat, pelayanan publik, dan dunia usaha dapat kembali berjalan normal.
"Kita berharap persoalan ini segera teratasi," tandasnya.