Isi Libur Sekolah, Bisa Belajar Beternak dan Berkebun di Milkindo Green Farm Malang
Zainuddin June 21, 2026 08:35 PM

 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Berwisata tidak melulu di tempat alam seperti pegunungan atau pantai. Wisata edukasi bisa menjadi destinasi untuk berlibur sambil belajar selama musim liburan.

Wisata edukasi Milkindo Green Farm menawarkan kegiatan beternak dan berkebun kepada pengunjung.

Dari pusat Kota Malang, pengunjung hanya cukup menempuh jarak sekitar 25 kilometer (KM) dalam 45 menit untuk menuju wisata yang terletak di Desa Tegalsari, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang ini.

Meskipun berada di dekat permukiman, aksesnya pun cukup mudah. Bus pun bisa masuk menuju ke tempat tersebut.

Seperti pada Jumat (21/6) lalu, sekelompok pengunjung menggunakan bus pariwisata tiba di Milkindo.

Setibanya di lokasi, sejumlah anak terlihat berpencar mengelilingi wisata ini. Ada yang naik wahana ATV, flying fox, sampai ke peternakan sapi perah yang lokasinya berada di paling belakang.

Pengunjung, Adinda Larasati mengaku baru pertama kali berwisata ke Milkindo Green Farm. Menurutnya, wisata edukasi peternakan seperti ini cocok untuk kalangan anak-anak.

"Anak-anak bisa mengetahui jenis-jenis sapi, dan cara memerah susu dari sapi," ujar Adinda kepada SURYAMALANG.COM.

Wanita asal Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang ini menilai tidak banyak wisata edukasi khusus untuk peternakan di Kabupaten Malang.

"Wisata ini bisa menjadi pilihan terbaik untuk berwisata bersama keluarga terutama saat musim libur," tambahnya.

Tersedia paket wisata edukasi dan reguler di Milkindo Green Farm. Untuk reguler, pengunjung bisa langsung datang ke lokasi dan membeli tiket masuk mulai Rp 10.000 per orang untuk weekday, dan Rp 15.000 per orang di weekend dan tanggal merah.

Sedangkan paket wisata edukasi dibanderol seharga antara Rp 30.000 sampai Rp 75.000 per orang. Untuk memesan paket wisata edukasi harus reservasi dahulu melalui nomor WhatsApp minimal H-7.

Marketing Milkindo Green Farm, Surya Pamuji mengatakan khusus kegiatan memerah sapi hanya bisa dilakukan sekira pukul 08.00 WIB sampai 11.00 WIB.

"Waktu ini merupakan waktu terbaik sapi memproduksi susu," kata Surya.

Wisata ini berawal dari peternakan sapi perah. Lambat laun, sejumlah lembaga sekolah berminat datang ke peternakan ini untuk belajar memerah sapi.

"Antusiasme dari sekolah semakin banyak. Kemudian kami berinovasi agar pengunjung tidak hanya memerah sapi, tapi juga mendapat edukasi. Akhirnya peternakan menjadi wisata," tambahnya.

Ada beragam wahana yang disediakan, seperti kegiatan berkebun, memancing, flying fox, kereta mini, ATV, panahan, playground, hingga waterpark, trampolin, dan wahana permainan lainnya.

Menurut Surya, wisata edukasi ini banyak dikunjungi saat weekday.

"Untuk pengunjung reguler biasanya paling banyak saat hari libur nasional. Kalau wisata edukasi paling banyak kunjungan pada hari biasa," terangnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.