TRIBUNJAKARTA.COM, TEBET - Program pengelolaan sampah dan penyediaan makanan gratis menjadi salah satu upaya yang kini dikembangkan dalam mendorong pemberdayaan masyarakat.
Program tersebut dirancang untuk menjawab persoalan sosial dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
Adapun program itu dijalankan oleh Gerakan Prabowo Indonesia Maju (GPIM).
Organisasi itu menempatkan pengelolaan sampah dan bantuan pangan sebagai fokus kegiatan yang akan dikembangkan ke berbagai wilayah.
Ketua Umum GPIM Abi Aries Faturrahman mengatakan, pengelolaan sampah memiliki potensi ekonomi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Menurut Abi, selama ini sampah sering dipandang sebagai sesuatu yang tidak memiliki nilai. Padahal, ia menyebut sampah dapat dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang bernilai jika dikelola dengan tepat.
"Kami hadir sebagai wadah pengabdian masyarakat yang berfokus pada kegiatan sosial dan pemberdayaan warga. Untuk itu, masyarakat akan dilibatkan dalam berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi kehidupan sehari-hari," kata Abi dalam keterangannya, Minggu (21/6/2026).
Selain pengelolaan sampah, GPIM juga menjalankan program penyediaan makanan gratis bagi masyarakat yang membutuhkan. Program itu sudah mulai diterapkan di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal GPIM Agung Subiyakto mengatakan, para relawan nantinya akan bergerak langsung di lapangan untuk menjalankan berbagai program yang telah disiapkan.
Salah satu program yang akan dijalankan yakni gerakan "Makan Bowo Gratis (MBG)" yang menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat.
Program tersebut, kata Agung, dijalankan melalui pendanaan swadaya dan dukungan internal organisasi.
"Program makan gratis yang kami jalankan berbeda dengan program pemerintah karena pendanaannya berasal dari swadaya dan dukungan internal organisasi. Ke depan, program ini akan diperluasan ke seluruh provinsi di Indonesia," ujar Agung.
Baca juga: Pemkot Jakarta Timur Ajak Pelaku Usaha Terlibat Pembuatan Biopori Pengolahan Sampah
Baca juga: 1.000 Biopori Bakal Dibangun untuk Olah Sampah Organik di Kecamatan Cipayung Jakarta Timur
Baca juga: Kecamatan Cipayung Targetkan Lebih dari 50 Persen Sampah Tertangani Lewat 1.000 Biopori