Bermain sebagai starter menggantikan Igor Thiago di lini depan, penyerang Manchester United, Matheus Cunha, mencetak dua gol dalam kemenangan Brasil 3-0 atas Haiti di Piala Dunia, sebuah penampilan yang mungkin menjadi jawaban atas pencarian panjang tim untuk sosok penyerang tengah.
Cunha membuka keunggulan pada menit ke-23 setelah aksi penetrasi Vinicius Junior menciptakan kekacauan di pertahanan lawan, sebelum melepaskan tembakan kaki kiri keras yang bersarang di pojok atas gawang Johny Placide pada menit ke-36. Menurut laporan L'Équipe, Ronaldo terlihat tersenyum dari tribun resmi saat gol kedua itu tercipta.
Mantan pemain Lyon masuk pada menit ke-65 dan sempat mencetak gol pada menit ke-78 yang kemudian dianulir karena offside, membuat Cunha tampak kecewa untuk rekan setimnya tersebut. Vinicius kemudian menutup kemenangan dengan aksi solo brilian di akhir pertandingan.
Ini merupakan malam terbaik Cunha bersama tim nasional Brasil, dengan pergerakannya yang mampu menghubungkan lini serang jauh lebih baik dibandingkan saat hasil imbang 1-1 melawan Maroko, di mana Igor Thiago kesulitan beradaptasi. Cunha juga mencatat lima kali merebut bola, hanya kalah dari Lucas Paqueta yang mencatat sembilan kali, menunjukkan kontribusi tanpa pamrihnya.
Vinicius sempat berseloroh bahwa Cunha jarang bermain sebagai penyerang murni namun sering mencetak gol ketika mendapat peran tersebut, seraya menambahkan bahwa Carlo Ancelotti memintanya beroperasi di antara dua bek tengah lawan. Cunha sendiri mengakui bahwa dirinya tidak menganggap dirinya sebagai striker sejati dan biasanya bermain lebih dalam atau melebar untuk klubnya di Manchester, di mana ia menorehkan 10 gol dan 4 assist dalam 34 pertandingan Liga Premier.
Cunha, yang kini berusia 27 tahun dan telah mengoleksi tiga gol dari 25 penampilan internasional, menyebut bahwa koordinasi permainan Brasil masih dalam tahap penyempurnaan karena keterbatasan waktu persiapan. Namun, ia merasa tim semakin solid dan berkembang bersama. Setidaknya untuk turnamen ini, Selecao tampaknya telah menemukan sosok No. 9 yang mereka cari, yang berarti satu masalah bagi Ancelotti kini telah teratasi.