TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Tiga bulan direlokasi ke Pasar Wage Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, eks pedagang Jalan Vihara mengibarkan bendera putih.
Mereka tak kuat lagi bertahan di dalam pasar karena penjualan terus merosot hingga menggerus modal.
Niat kembali ke Jalan Vihara pun disampaikan ratusan pedagang dalam sarasehan yang berlangsung Jumat (19/6/2026).
Sapan, perwakilan pedagang eks Jalan Vihara berharap restu kembali menggelar dagangan di sepanjang jalan samping utara Pasar Wage itu.
"Saya, dari perwakilan pedagang Pasar Wage, menginginkan, karena dulu jualan di Jalan Vihara, inginnya kembali ke Jalan Vihara."
"Karena, selama tiga bulan berjalan, modal semakin habis," kata Sapan.
Baca juga: Pedagang Pasar Wage Purwokerto Berniat Kembali Berjualan di Jalan Vihara, Langsung Ditolak Warga
Sayang, keinginan sapan ini ditolak warga setempat.
Menurut mereka, sejak pedagang ditertibkan dan masuk ke Pasar Wage Purwokerto, Jalan Vihara lebih bersih, tidak macet.
Warga juga tidak dipusingkan lagi masalah sampah yang menumpuk selama pedagang Jalan Vihara berjualan.
"Sampah kan sering numpuk, itu bukan sampah warga kami, sedangkan dari pengelola pasar tidak mengakomodir karena pedagang itu buka berjualan di wilayah pasar."
"Kalau pas musim hujan, sampah dan kotoran itu kan bisa jadi pemicu penyakit."
"Jadi, kami para warga, justru menolak ketika pedagang kembali ke Jalan Vihara," ucap Sawino, ketua RT 02 RW 09 Kelurahan Purwokerto Wetan, yang mengampu wilayah Jalan Vihara.
Keinginan pedagang itu juga ditolak Ketua Blok D Pasar Wage Wahyu Susanto.
Menurut Wahyu, sepinya penjualan harus dicarikan solusi, bukan dengan kembali pindah ke Jalan Vihara.
"Kami memaklumi kalau mereka mengeluhkan penghasilan berkurang."
"Tapi, kami juga bertahan di pasar ini sudah hampir 25 tahun," katanya.
Ratusan pedagang di Jalan Veteran Purwokerto legawa direlokasi ke Pasar Wage setelah melalui proses negosiasi panjang.
Mereka sadar, selama puluhan tahun berjualan di aset milik pemerintah.
Minggu (22/3/2026) malam, sekitar 244 pedagang di Jalan Vihara, mulai memindahkan barang dagangan ke Blok A dan Blok B Pasar Wage.
Baca juga: Sepi Pembeli, Pedagang Eks Jalan Vihara Purwokerto Tinggalkan Lapak dan Pindah ke Lorong Pasar Wage
Kendati lapak yang disiapkan tak seluas tempat mereka berjualan di tepi Jalan Vihara, pedagang menerima.
"Kita tidak bisa tidak menyetujui karena itu penataan dan perapian. Mau tidak mau ya kita ikut."
"Tapi, di area dalam (Pasar Wage), cuma dikasih satu meter, bahkan kurang."
"Ibu bingung mau naruh sayur bagaimana."
"Buat naruh welok sama terong saja sudah penuh," keluh Sri Astuti (50), satu di antara pedagang sayur di Jalan Vihara saat relokasi Minggu malam.
Keluhan sepi pembeli sejak relokasi membuat sejumlah pedagang eks Jalan Vihara tak lagi menempati lapak di Blok A Pasar Wage.
Sejumlah pedagang kemudian memilih pindah ke lorong pasar yang menjadi lalu lalang pembeli.
"Saya jualan di lorong ini beberapa hari setelah direlokasi."
"Di sana (Blok A lokasi relokasi, Red) sepi, jadi saya nunggu perbaikan saja," kata Andi (27), pedagang eks Jalan Vihara, Selasa (12/5/2026).
Baca juga: Steril dari Pedagang, Jalan Vihara Pasar Wage Purwokerto Disiapkan sebagai Pusat Kuliner Ala Pecinan
Selain sepi, Andi mengatakan, fasilitas lapak di Blok A juga dinilai tidak lapak.
Menurut Andi, pemecahan lokasi pedagang eks Jalan Vihara ke Blok A dan Blok B juga dinilai menjadi satu di antara pemicu sepinya pembeli.
Padahal, mereka mayoritas pedagang sayur.
"Harusnya ya dialokasikan di satu tempat."
"Lalu, ada keterangan, misal eks pedagang Jalan Vihara, jadi pelanggan yang biasa beli tahu lokasi jualan yang sekarang," ungkapnya.
Relokasi pedagang di Jalan Vihara Purwokerto bukan hanya untuk penertiban tetapi juga bagian dari rencana Pemkab Banyumas mengembangkan kawasan kuliner.
Rencananya, Jalan Vihara akan akan ditata bergaya pecinan lantaran keberadaan Kelenteng Hok Tek Bio di Jalan Vihara, samping utara Pasar Wage.
Pemkab Banyumas berencana mengubah kawasan tersebut sebagai kawasan kuliner pecinan "Kya-kya".
Rencana ini diungkap Penasehat Paguyuban Pedagang Pasar Wage (P3W), Heri Gudeg, yang beberapa kali ikut rapat terkait pembuatan kawasan kuliner pecinan itu.
"Dari dulu, Pasar Wage memang ikonnya Banyumas."
"Pak Bupati ingin menghidupkan pasar 24 jam."
"Sebenarnya, aktivitas Pasar Wage memang sudah 24 jam, hanya sekarang lebih dispesifikkan lagi kalau malam untuk kuliner," katanya, Kamis (21/5/2026).
Hanya saja, belum diketahui kapan realisasi rencana itu. (Tribunbanyumas.com/Permata Putra Sejati/Fajar Bahruddin Achmad)