Baca juga: Sempat Beralih ke Kelapa Sawit, Petani di Muba Sumringah Harga Karet Tembus Rp24.359 per Kilogram
SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG – Memasuki pekan ketiga di bulan Juni 2026, tren harga getah karet di tingkat petani Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan, menunjukkan performa gemilang. Harga getah karet kering untuk hasil panen bulanan dilaporkan merangkak naik hingga menyentuh angka Rp19.500 per kilogram.
Kenaikan komoditas andalan Bumi Bende Seguguk ini menjadi angin segar sekaligus penopang daya beli keluarga, tepat di saat harga berbagai kebutuhan bahan pokok (sembako) di pasaran mulai melambung tinggi.
Berdasarkan pantauan riil di lapangan, grafik kenaikan harga menunjukkan sinyal positif, walau nominalnya belum sepenuhnya seragam di seluruh wilayah OKI.
Fluktuasi harga di tingkat pengepul sangat bergantung pada kualitas getah (kebersihan), durasi pengendapan (panen mingguan/bulanan), serta persentase Kadar Karet Kering (KKK).
Rusman, salah seorang petani karet swadaya asal Kecamatan Mesuji Raya OKI, mengungkapkan bahwa nominal jual yang berlaku saat ini merupakan salah satu yang tertinggi dan paling stabil sepanjang tahun berjalan 2026.
"Alhamdulillah, sekarang karet lagi mahal-mahalnya. Di wilayah tempat tinggal kami, untuk hasil panen karet sistem mingguan harganya sudah dihargai Rp18.500 per kilogram. Sementara untuk karet simpanan hasil bulanan, harganya sudah tembus Rp19.500 per kilogram," ujar Rusman sewaktu dikonfirmasi sripoku.com, Minggu (21/6/2026) siang.
Bagi masyarakat lokal, menyadap (memahat) batang karet bukan sekadar mata pencaharian musiman, melainkan urat nadi utama penopang roda ekonomi keluarga.
Bagaimanapun kondisi pasar global, rutinitas pergi ke kebun sejak subuh hari pantang ditinggalkan demi memastikan dapur rumah tangga tetap mengebul.
"Kebun karet ini adalah satu-satunya sumber pendapatan utama kami. Dari hasil penjualan getah inilah kami membiayai makan sehari-hari, sekolah anak, hingga keperluan rumah tangga lainnya," tegas Rusman.
Melihat tren yang menjanjikan dalam dua bulan terakhir, para petani menaruh harapan besar agar momentum lonjakan harga ini tidak lekas kempis atau dimainkan oleh spekulan.
"Kami sangat berharap harganya naik terus secara konsisten, kalau bisa harapan kami ya sampai menyentuh Rp25.000 per kilogram. Supaya tabungan petani bisa aman dan tercukupi untuk memenuhi keperluan hari besar nanti," harapnya optimis.
Rincian Resmi Harga Karet Sumsel Berdasarkan Kadar KKK
Sebagai informasi pelengkap bagi para pelaku usaha, berikut adalah rincian harga indikasi karet per kilogram di tingkat Provinsi Sumatera Selatan berdasarkan persentase Kadar Karet Kering (KKK) yang dikeluarkan secara resmi pada Jumat, 19 Juni 2026:
Persentase Kadar Karet Kering (KKK)
Harga Indikasi di Tingkat Provinsi
Kadar 100 persen Rp40.333 / kg
Kadar 70 % Rp28.233 / kg
Kadar 60 % Rp24.199 / kg
Kadar 50 % Rp20.166 / kg
Kadar 40 % Rp16.133 / kg
Kadar 30 % Rp12.099 / kg
Melalui transparansi data KKK ini, para petani di Kabupaten OKI diharapkan dapat terus memacu kualitas hasil sadapan mereka dengan tidak mencampur getah menggunakan tawas atau bahan perusak bobot, agar nilai tawar karet lokal tetap terjaga tinggi di mata pabrik pengolahan.