SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Ajang Putera Puteri Pendidikan Indonesia menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga nonakademik.
Melalui ajang ini, para pelajar didorong untuk menjadi generasi yang berprestasi, memiliki karakter kuat, jiwa kepemimpinan, kemampuan komunikasi, serta kepedulian sosial.
Tahun ini, Putera Puteri Pendidikan Indonesia Sumatera Selatan 2025 kembali mengirimkan tujuh perwakilan terbaik yang akan berkompetisi pada ajang Putera Puteri Pendidikan Indonesia 2026 tingkat nasional dengan target membawa pulang trofi juara untuk Sumatera Selatan.
Ketujuh perwakilan tersebut terbagi dalam dua kategori, yaitu kategori Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang diwakili oleh Aqila, Afifah, Zahra, dan Raziq, serta kategori Sekolah Menengah Atas (SMA) yang diwakili oleh Akhdan, Mutia, dan Yemima.
Perwakilan penyelenggara dari B Management, M Zahizan, mengatakan bahwa ajang tersebut bertujuan membentuk pelajar yang memiliki wawasan luas, karakter kuat, serta mampu menjadi agen perubahan bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Putera Puteri Pendidikan Indonesia bukan hanya mencari pelajar yang berprestasi secara akademik, tetapi juga mereka yang memiliki kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta kepedulian sosial.
"Kami ingin melahirkan generasi muda yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045 sekaligus mampu mengharumkan nama Sumatera Selatan dengan membawa pulang trofi juara di tingkat nasional,” ujarnya dalam Konferensi Pers Road To Nasional Putera Puteri Pendidikan Indonesia Sumatera Selatan 2026 di Oma cafe bar, Minggu (21/6/2026).
Menurut Zahizan, lisensi penyelenggaraan Putera Puteri Pendidikan Indonesia Sumatera Selatan telah dipegang oleh B Management sejak tahun 2025 dan terus berkomitmen memberikan ruang pengembangan diri bagi pelajar di Sumatera Selatan.
Ia menjelaskan, para finalis tidak hanya dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi, tetapi juga mendapatkan pembekalan mengenai pengembangan diri, wawasan kebangsaan, public speaking, personal branding, hingga penyusunan advokasi sosial yang sejalan dengan nilai pendidikan.
“Kami ingin memperkenalkan program ini kepada sekolah dan masyarakat agar pelajar memiliki ruang yang lebih luas untuk berkembang. Perwakilan Sumatera Selatan nantinya tidak hanya membawa nama daerah, tetapi juga membawa program advokasi yang dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar serta berupaya meraih prestasi terbaik di tingkat nasional,” katanya.
Pada tahun ini, tujuh perwakilan Sumatera Selatan akan berkompetisi bersama peserta terbaik dari berbagai provinsi dalam Grand Final Nasional Putera Puteri Pendidikan Indonesia 2026 yang berlangsung pada 25–27 Juni 2026.
Selain mengikuti kompetisi, para finalis juga akan mendapatkan pengalaman, pembinaan, serta berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan kapasitas diri, kepemimpinan, dan keterampilan sebagai generasi muda.
“Kami berharap ajang ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk sekolah, komunitas pageant, dan masyarakat. Dengan kolaborasi yang baik, kita dapat mencetak generasi pelajar yang unggul, berkarakter, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus membawa pulang trofi juara untuk Sumatera Selatan,” tutup Zahizan.
Persiapan mental hingga fisik ditempa di ajang nasional
Salah satu finalis, Raziq, mengatakan dirinya terus melakukan berbagai persiapan menjelang kompetisi tingkat nasional.
Persiapan tersebut meliputi peningkatan kemampuan public speaking, wawasan umum, serta kepercayaan diri.
“Persiapan yang saya lakukan fokus pada public speaking, menambah wawasan, serta melatih kepercayaan diri agar lebih siap membawa nama Sumatera Selatan dan meraih hasil terbaik di tingkat nasional,” ujar Raziq.
Sementara itu, finalis lainnya, Afiqah mengatakan persiapan sudah dilakukan jauh hari dengan ikut belajar publik speaking, catwalk, advokasi dan juga latihan lainnya.
Program advokasi ini berfokus pada dedikasi Afiqah dalam bidang pendidikan dan pengembangan generasi muda.
Sebagai representasi dari Sumatera Selatan, program ARCA dirancang untuk menjembatani akses belajar, meningkatkan literasi, serta memberdayakan pelajar di daerah.
"Targetnya pulang membawa tropi juara, doakan semoga semuanya lancar dan sukses saat berlaga di Jakarta nanti," katanya.