Kadis Peternakan Sebut Jadwal Pelaksanaan Vaksinasi HPR di Kabupaten TTU Digeser
Oby Lewanmeru June 21, 2026 09:43 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Trimeldus Tonbesi menyebut jadwal pelaksanaan vaksinasi Hewan Penular Rabies di Kabupaten TTU, NTT digeser.

Hal ini berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Pemerintah Provinsi NTT.

"Waktu itu di Bulan Desember tahun 2025 lalu, direncana Bulan Juni 2026. Minggu lalu kita coba koordinasi dengan Pemerintah Provinsi disampaikan bahwa jadwalnya ada sedikit bergeser," ujarnya, Minggu, 21 Juni 2026.

Baca juga: Transformasi Peternakan Modern TTU, Kunci Baru Pertumbuhan Ekonomi

Mereka hanya diminta untuk menunggu.

Jadwal vaksinasi HPR tersebut dikeluarkan oleh pemerintah provinsi. Oleh karena itu, hingga saat ini mereka masih menanti informasi lanjutan.

Sambil menanti jadwal vaksinasi HPR, Dinas Peternakan Kabupaten TTU sedang gencar melakukan vaksinasi vaksin SE, ASF dan Hog Cholera. Vaksin tersebut diberikan kepada ternak sapi dan ternak babi. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran virus ASF pada babi dan penyakit pada sapi.

"Tim vaksinasi dibagi dalam 11 tim. Supaya efisien dan cakupan vaksinasi bisa meningkat signifikan," ujarnya.

Pemkab TTU menerima 20.000 lebih dosis vaksin hewan penular rabies (HPR) tahun 2026 ini. Vaksin tersebut disalurkan pemerintah Provinsi NTT. Sejauh ini kasus gigitan HPR masih terjadi di Kabupaten TTU.

"Kemarin terakhir itu kasus gigitan di SMK di Desa Amol itu," ucapnya.

Stok vaksin HPR masih mencukupi. Pada tahun 2025 lalu, kata Trimeldus, Dinas Peternakan melaksanakan vaksinasi terhadap 26.928 ekor Hewan Penular Rabies (HRP). Jumlah tersebut melampaui target yang ditetapkan sebelumnya.

Target capaian vaksinasi HPR Dinas Peternakan Kabupaten TTU tahun 2025 yakni 20.000 ekor. Dengan demikian cakupan vaksinasi HPR bertambah banyak.

Ia menjelaskan, pada tahun 2025 lalu Dinas Peternakan membagi para vaksinator HPR dalam beberapa tim. Hal ini menyebabkan jumlah cakupan vaksinasi melampaui target.

Metode ini bakal diterapkan pada pelaksanaan vaksinasi di masa mendatang. Pasalnya, efektivitas cakupan vaksinasi lebih menjanjikan. (bbr)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.