TRIBUN-MEDAN.com - Mahasiswi USU, Leica Humaira Lubis raih medali emas pada Kejuaraan Karate Tingkat Asia di Bali, Minggu (21/6/2026).
Leica mengukir prestasi yang menakjubkan. Dia berhasil mengalahkan sejumlah karateka dari berbagai negara. Leica tampil di kelas +68 kilogram putri..
Pada laga final, Leica menghadapi karateka asal Jordania Nara Yaser.
Pertaandingan itu berakhir dengan skor 6-3 untuk kemenangan Leica.
Kejutan Leica sudah tersaji sejak di awal babak dengan mengalahkan Arika Gurung, karateka ranking 10 dunia.
Leica mengaku bersyukur atas hasil yang diraih setelah melalui proses latihan yang panjang dan penuh disiplin.
"Saya sangat bersyukur dapat mempersembahkan gelar juara ini untuk Indonesia, Universitas Sumatera Utara, keluarga, pelatih, dan semua pihak yang selalu mendukung saya. Pertandingan final berlangsung ketat, tetapi saya berusaha tetap fokus hingga akhir," ujarnya, Minggu (21/6/2026).
Ia menambahkan bahwa kemenangan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi yang lebih tinggi pada kompetisi berikutnya.
"Menghadapi atlet dari berbagai negara tentu memberikan pengalaman berharga. Saya berharap pencapaian ini dapat memotivasi generasi muda untuk terus berprestasi dan tidak takut bersaing di tingkat internasional," katanya.
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi medali emas pertama yang dipersembahkan kontingen Indonesia pada ajang karate paling bergengsi di tingkat Asia tersebut.
Hingga hari terakhir pertandingan, Indonesia untuk sementara mengoleksi satu medali emas dan dua medali perunggu.
Keberhasilan Leica disambut haru oleh sang ayah, Andi Lubis, yang hadir langsung di Bali bersama istri dan putri sulungnya untuk memberikan dukungan kepada Leica dari tribun penonton.
Menurut Andi, medali emas yang diraih putrinya merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan, serta ketekunan Leica selama menjalani latihan di pemusatan latihan nasional (Pelatnas).
"Ini hasil dari kerja keras Leica, dari kedisiplinannya. Ditambah lagi lawan-lawan dan kompetitornya memang luar biasa," ujar Andi kepada Tribun Medan melalui sambungan seluler.
Baca juga: FAKTA Mengejutkan Pasutri Larikan Remaja 12 Tahun untuk Dijadikan Pemuas Nafsu Pria Hidung Belang
Baca juga: PJSI Medan Bidik Juara Umum Porprov Sumut 2026
Andi mengungkapkan, sejak awal dirinya sudah mengetahui bahwa perjalanan Leica menuju podium juara tidak akan mudah.
Pasalnya, hampir seluruh lawan yang dihadapi merupakan karateka papan atas Asia, bahkan dunia.
Salah satu lawan tangguh yang dihadapi Leica adalah karateka Nepal, Gurung Arika, yang saat ini menempati peringkat ke- 10 dunia.
Keberhasilan Leica mengalahkan atlet elite dunia tersebut menjadi bukti kualitasnya dalam bersaing di level Asia.
Sementara itu, Gurung Arika harus puas mengakhiri turnamen di posisi ketiga setelah meraih medali perunggu.
"Apalagi yang dikalahkan ini ada yang peringkat 10 dunia dari Nepal. Pemain-pemain yang dikalahkannya juga semuanya tangguh. Makanya saya berpikir, kalau dia mendapatkan medali perak saja sudah sangat bagus," katanya.
Namun, hasil akhir justru melampaui ekspektasinya. Leica berhasil menuntaskan seluruh pertandingan dengan gemilang hingga akhirnya berdiri di podium tertinggi.
"Tapi Alhamdulillah, Allah memberikan yang terbaik. Leica bisa meraih medali emas," ucapnya penuh syukur.
Andi mengaku sejak awal dirinya datang ke Bali tanpa membebani putrinya dengan target tinggi.
Baginya, medali perak pun sudah menjadi pencapaian luar biasa mengingat ketatnya persaingan pada kejuaraan tersebut.
"Saya memang dari awal nothing to lose. Kalau dia dapat medali perak, itu pun sudah membanggakan. Apalagi saat ini Indonesia sedang krisis medali, jadi paling tidak ada dia yang bisa dibanggakan," tuturnya.
Kehadiran Andi beserta keluarga di Bali ternyata merupakan permintaan langsung dari Leica.
Setelah sebelumnya hadir memberikan dukungan pada Kejuaraan Nasional Karate di Bandung, Andi sempat merasa kehadirannya di Bali tidak lagi diperlukan.
Namun Leica tetap meminta kedua orang tuanya datang untuk memberikan dukungan moral secara langsung, terutama doa dari sang ibu.
"Saya bersama istri dan kakak Leica datang menonton langsung di Bali. Memang kami diminta Leica untuk hadir. Awalnya saya pikir setelah Kejurnas di Bandung sudah cukup, tapi ternyata dia ingin kami datang, terutama ibunya, untuk memberikan dukungan moral dan doa," ungkapnya.
Selama pertandingan berlangsung, Andi mengaku nyaris tak mampu mengendalikan emosinya. Ia menyaksikan langsung seluruh perjuangan putrinya dari babak awal hingga final.
"Saya dari awal menyaksikan semua pertandingan Leica. Wah, jantung saya seperti mau lepas. Rasanya tidak percaya dia bisa menjadi juara Asia. Rasanya seperti mimpi, tapi itulah kenyataannya.
Alhamdulillah berkat kerja keras banyak pihak, pelatih, manajer, seluruh ofisial, dan juga dukungan atlet-atlet lain," katanya.
Raihan medali emas ini menjadi bukti perkembangan pesat yang ditunjukkan Leica Humaira Lubis dalam beberapa tahun terakhir.
Setelah tampil sebagai debutan dan sukses meraih medali emas pada PON XXI Aceh-Sumut 2024, Leica kembali menorehkan prestasi dengan mempersembahkan emas pada SEA Games Thailand 2025.
Kini, karateka asal Sumatera Utara tersebut kembali membuktikan kualitasnya dengan menjadi juara di level Asia.
Meski telah mengukir prestasi bergengsi, perjuangan Leica belum berakhir.
Saat ini, ia tengah dipersiapkan untuk menghadapi tantangan yang lebih besar, yakni Asian Games 2026, dengan harapan mampu kembali mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional.
Sebagai seorang ayah, Andi mengaku tidak bisa banyak mendampingi Leica selama menjalani Pelatnas karena putrinya lebih banyak berada di Jakarta.
Komunikasi keduanya kini lebih sering dilakukan melalui pesan singkat.
Meski demikian, ia selalu berusaha memberikan motivasi agar Leica tetap disiplin menjalani latihan dan mengikuti seluruh arahan pelatih.
"Sejak awal saya selalu bilang ke Leica, tetap latihan karena itu kuncinya. Turuti kata pelatih, karena pelatih tidak mungkin memberikan yang buruk. Apa yang diberikan pelatih itu yang harus dijalankan supaya bisa terus berkembang," ujarnya.
"Saya pribadi memang tidak bisa memberikan banyak karena Leica selalu berada di Pelatnas. Saya hanya bisa memberikan motivasi lewat WhatsApp dan mendoakannya dari jauh. Interaksi kami memang sudah jauh berbeda dibanding dulu," pungkas Andi.
Profil Leica Humaira Lubis
Leica Al Humaira Lubis, wanita muda asal Medan kelahiran 2004 ini, memutuskan bergelut di dunia karate sejak kecil.
Awalnya Leica kecil masuk ke dunia karate atas keterpaksaan. Didorong oleh keinginan ayah, yang juga memiliki latar belakang di dunia karate.
Sejak kecil Leica sudah dikenalkan dengan dunia karate, sempat merasa bosan dengan usia yang masih sangat kecil waktu itu. Sehingga Leica sempat vakum dan memulainya kembali di tahun 2018.
"Usia yang sudah mulai dewasa, dan masih atas paksaan orang tua saat itu," ungkap Leica.
Pertama kali memperoleh medali di tahun 2018, Leica mendapatkan perunggu. Meski ada rasa kecewa tidak mendapatkan emas, tetapi hal itu mendorong semangatnya untuk berjuang meraih medali lainnya.
"Motivasi saya untuk tetap bertahan di karate ini selain dorongan dari orang tua, teman-teman dan pelatih saya juga," ungkapnya.
Dengan proses perjalanan yang panjang, sampai akhirnya Leica bahkan berhasil menaklukkan panggung PON XXI Aceh-Sumut dengan memperoleh emas.
Mendapat kesempatan jadi wakil Sumut diajang olahraga terbesar itu, adalah sebuah kebanggan bagi Leica.
Leica menceritakan, untuk bisa menjadi atlet di ajang tersebut prosesnya dimulai sejak tahun 2022, persiapan seleksi pertama memasuki tim Sumatera Utara.
Pada sesi ini Leica tentu mempersiapkan diri dengan sangat baik, namun pada November 2022 itu, Leica gagal untuk masuk tim.
"Saya kalah pada detik terakhir, itu adalah kekalahan yang menurut saya karena kebodohan saya sendiri. Menit terakhir saya gagal dapat poin," ungkapnya.
Meskipun gagal pada seleksi pertama, Leica terus berlatih hingga akhirnya mendapatkan kesempatan kedua untuk ikut seleksi pada tahap selanjutnya.
Tahun 2023, Leica berhasil masuk dalam tim Sumatera Utara, melalui kejuaraan daerah. Dalam ajang tersebut Leica memperoleh juara satu di kategori +68.
"Nah itu saya menang di +68, kalau kemenangan di PON saya kategori -68," jelasnya.
Leica mendapatkan posisi tanding di -68 kg pada event olahraga terbesar PON XXI Aceh-Sumut 2024 lalu.
Pada posisi tersebut, Leica merasa sangat bangga, bisa memperoleh kesempatan untuk dapat mengharumkan nama Sumut.
Apalagi perjuangannya tak sia-sia, Leica berhasil meraih medali emas disana.
Perjalanan seleksi yang panjang di tahun 2024 Leica terus mengasah kemampuannya.
"Seleksinya banyak sekali ya, saya hampir nggak ingat apa saja. Mulai dari seleksi kejuaraan nasional, bahkan internasional," jelasnya.
Perjalanan Leica sebagai Atlet Karate
Dari berbagai prestasi yang didulang oleh gadis yang sudah aktif di dunia karate sejak kecil ini, tentu ada yang paling berkesan untuknya.
"Pada kejuaraan nasional di Banten paling berkesan sih. Masa itu saya masih sangat down, karena baru dikeluarkan dari SK. Saya juga berkali-kali kalah," tukasnya.
Namun, pada kejuaraan di Banten, Leica berhasil meraih kemenangan yang mengagumkan, mengalahkan lawannya dengan skor memukau.
Dari kejuaraan tersebut berhasil mengembalikan kepercayaan diri Leica dari masa keterpurukan.
Biodata
Leica Al Humaira Lubis
TTL: Medan, 15 September 2004
Gender: Perempuan
TB/BB: 170 cm/64 Kg
Pendidikan
2010 - 2016 SD HARAPAN 1 Medan
2016 - 2019 SMP Amir Hamzah Medan
2019 - 2022 SMA Negeri 3 Medan
2022 Fakultas Ilmu Komputer
Program Studi Ilmu Komputer - Universitas Sumatera Utara (USU)
Karier Karate
Perguruan: Institut Karate-do Nasional (INKANAS) Sumatera Utara
Mulai Latihan: Tahun 2014
Tingkat: DAN I tahun 2021
Emas Kumite Cadet Puteri +54 kg Sunggal Cup 2018
BOB Cadet Puteri Sunggal Cup 2018
Perak Kumite Cadet +54 kg Kejurda Inkanas 2018
Perunggu Kumite Cadet +54 kg Kajatisu Open Turnamen 2018
Perunggu Kumite Cadet +54 kg Kejurnas INKANAS Piala Kapolri 2019
Perak Kumite Cadet +54 kg Tebing Tinggi Open Tournament 2019
Perak Kumite Cadet +54 kg Kajatisu Open Tournament 2019
Perak Kumite Junior +59 kg Kejurda FORKI Sumut 2020
Emas Kumite Senior -68 kg Kejurda Inkanas 2022
Emas Kumite Senior +68 kg Piala Walikota Medan 2022
Emas Kumite U21 +68 kg Kejurda FORKI Sumut 2022
Emas Kumite Senior +68 kg Kejurda FORKI Sumut 2022
BOB Kumite U21 Kejurda FORKI Sumut 2022
Perak Kumite U21 +68 kg Kejurnas FORKI Sumbar 2022
Perunggu Kumite +68 kg POMNAS Sumbar 2022
Perak Kumite +68 kg PORPROVSU 2022
Emas Kumite Senior -68 Kg Piala Walikota Medan 2023
Emas Kumite Senior +68 kg Kejurda FORKI Sumut 2023
Emas Kumite Senior +68 kg UNESA Rector Cup 2023
Perak Kumite Beregu Senior Putri UNESA Rector Cup 2023
Perak Kumite Senior -68 kg Kejuaraan Nasional Karate Piala Ketua Umum PB FORKI 2024
Perak Kumite Senior -68 kg Kejuaraan Open BISMA 2024
Emas Kumite Senior -68 kg 2nd Dasril Muchtar Cup International Open 2024
Perunggu Kumite Senior +61 kg 3rd Shureido International Karate Cup, Manila
Emas pada SEA Games 2025
Emas pada Kejurnas FORKI 2026
Rektro USU Ucap Selamat
Rektor Universitas Sumatera Utara Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih Leica Al Humaira Lubis.
Prestasi ini dinilai menjadi bukti bahwa mahasiswa USU mampu berprestasi tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga pada bidang olahraga internasional dan juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk meraih prestasi.
“Kami mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Leica yang berhasil meraih medali emas pada ajang Karate Asia, di Bali. Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi dirinya dan keluarga, tetapi juga mengharumkan nama Indonesia dan Universitas Sumatera Utara di tingkat internasional" katanya
Rektor menegaskan, USU terus mendukung pengembangan bakat mahasiswa melalui berbagai program pembinaan dan kompetisi.
Sebelumnya Leica Al Humaira Lubis juga pernah meraih emas pada SEA Games Thailand 2025.
(cr29/tribun-medan.com)