Alasan Menyedihkan Mengapa Virgil van Dijk Hanya Mengenakan Nama Depannya di Jersey Timnas Belanda
Aurora Nightingale June 21, 2026 09:00 PM

Saat kapten Belanda memimpin timnya di Piala Dunia 2026, sebuah pertanyaan yang telah mengikuti sepanjang kariernya kembali mencuat: mengapa salah satu bek paling dikenal di dunia sepak bola memilih untuk tidak mengenakan nama belakang di bagian punggung jerseynya?

Virgil van Dijk telah menjadi kapten Liverpool dan tim nasional Belanda, memenangkan berbagai trofi bergengsi, dan menegaskan dirinya sebagai salah satu bek terbaik di generasinya.

Namun sepanjang karier profesionalnya, satu hal tidak pernah berubah: nama di belakang jerseynya selalu bertuliskan “Virgil”, bukan “Van Dijk”.

Ketika Belanda melanjutkan perjuangan mereka di Piala Dunia 2026, pertanyaan itu kembali muncul. Tim asuhan Ronald Koeman saat ini berada di puncak Grup F dengan empat poin dari dua pertandingan pertama, setelah bermain imbang 2-2 melawan Jepang dan menang atas Swedia. Belanda juga memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di Piala Dunia menjadi 14 pertandingan, tidak termasuk kekalahan melalui adu penalti.

Di jantung tim tersebut berdiri sang kapten, Van Dijk, yang jerseynya tak pernah memuat nama belakangnya.

Keputusan yang diambil jauh sebelum menjadi kapten Liverpool dan Belanda

Pilihan Van Dijk ini tidak ada kaitannya dengan citra merek atau popularitas. Keputusan itu dibuat sejak masa mudanya, dan sejak saat itu ia tidak pernah mengenakan jersey dengan tulisan “Van Dijk” dalam pertandingan resmi.

Dari FC Groningen, Celtic, Southampton, Liverpool hingga tim nasional Belanda, setiap jerseynya selalu menampilkan nama yang sama:

Virgil.

Meskipun sang bek jarang berbicara terbuka tentang keputusan tersebut, anggota keluarganya pernah menjelaskan alasan di baliknya.

Alasan keluarga di balik nama itu

Paman Van Dijk, Steven Fo Sieeuw, pada tahun 2018 menjelaskan bahwa keputusan tersebut berakar dari hubungan sulit antara Virgil dan ayahnya setelah perpisahan orang tuanya.

“Ayahnya berpisah dengan ibu dan tiga anaknya, termasuk Virgil,” kata Fo Sieeuw.

“Kenyataannya, ayahnya tidak hadir di banyak tahun penting dalam hidup mereka, dan ibunya lah yang menjadi pahlawan sejati dalam kisah ini.

“Kamu tidak akan menghapus nama ayah dari jerseymu tanpa alasan, dan Virgil sangat jelas menunjukkan bagaimana perasaannya.”

Menurut keluarga, Van Dijk kesulitan memaafkan ayahnya, Ron, yang meninggalkan keluarga mereka, dan ia memilih untuk menghormati pengorbanan yang dilakukan oleh ibunya, Hellen.

Bagaimana ibunya mendukung perjalanan kariernya

Meskipun Ron van Dijk sempat terlibat dalam tahap awal perkembangan sepak bola anaknya, keluarganya menyatakan bahwa Hellen yang menanggung sebagian besar tanggung jawab membesarkan anak-anaknya.

Fo Sieeuw memuji peran Hellen dalam membantu Van Dijk mencapai puncak kesuksesan dalam sepak bola.

“Dia bekerja penuh waktu dan masih harus mengurus tiga anak, jadi dia tidak punya waktu untuk dirinya sendiri,” ujarnya.

“Setiap hari dia berangkat kerja, pulang, mengurus anak-anak, dan menyiapkan makanan untuk mereka.”

Ia juga menyinggung dampak situasi keluarga itu terhadap Virgil. “Saya merasa Virgil seperti terjebak di tengah-tengah.”

Membahas tentang Ron van Dijk, Fo Sieeuw menambahkan: “Ron orang yang baik, tapi untuk menjadi ayah yang baik, kamu harus lebih dari sekadar itu. Kamu harus hadir untuk anak-anakmu. Ron menikah lagi dan istrinya yang baru sangat dominan, jadi ia jarang bertemu anak-anaknya.”

Dalam pernyataan terpisah, Fo Sieeuw kembali menyoroti tantangan yang dihadapi Virgil saat tumbuh besar. “Virgil telah melakukan hal luar biasa untuk mencapai kesuksesan yang ia miliki sekarang, mengingat berbagai naik-turun dalam keluarganya,” katanya. “Ayahnya berpisah dengan ibu dan tiga anaknya, termasuk Virgil, dan mereka semua merasa sulit untuk memaafkannya.”

Dari Groningen hingga menjadi kapten di Piala Dunia

Perjalanan karier Van Dijk membawanya dari Groningen ke Celtic, Southampton, dan kemudian Liverpool, di mana ia menjadi salah satu bek paling berprestasi di dunia.

Ia telah memenangkan Liga Premier, Liga Champions, Piala FA, Piala Liga, Piala Super UEFA, dan Piala Dunia Antarklub FIFA, serta menjadi kapten baik di Liverpool maupun tim nasional Belanda.

Meski banyak hal berubah sepanjang perjalanan kariernya menuju puncak, satu hal tetap sama.

Nama di belakang jerseynya masih bertuliskan “Virgil”.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.