Spontan Diajak Bupati Gorontalo Foto di Depan Patung Kucing, Petani Aceh: Kenangan Tak Terlupakan
Fadri Kidjab June 21, 2026 09:47 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menyapa langsung salah satu peserta Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVII asal Kabupaten Aceh Besar pada Minggu (21/6/2026) sore.

Momen hangat tersebut terjadi di kawasan wisata pemandian Pentadio Resort, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Kejadian bermula saat Bupati Sofyan Puhi yang mendampingi rombongan anggota KTNA Kabupaten Paser sedang melintas di depan patung kucing.

Saat melihat salah seorang pengunjung, Bupati kemudian menghampiri dan menyapa seorang pria berkemeja kotak-kotak untuk menanyakan daerah asalnya.

"Asal dari mana, Pak?" tanya Sofyan ramah.

Setelah mengetahui bahwa pria tersebut merupakan peserta Penas yang datang jauh-jauh dari luar daerah, yakni Aceh Besar, Sofyan Puhi sontak langsung mengajaknya untuk mengabadikan momen bersama.

Ia mengarahkan agar foto diambil tepat di depan patung kucing yang menjadi ikon unik di lokasi tersebut.

"Kalau begitu mari kita berfoto bersama. Di depan patung ini supaya bagus," ujar Sofyan.

Pria asal Aceh Besar tersebut diketahui bernama Shiyamu Syamsi.

Ia menjabat sebagai pengurus di bidang Petani Milenial Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Aceh Besar.

Syamsi mengaku sangat senang dan menganggap pertemuan tidak sengaja dengan pejabat daerah ini sebagai kenangan yang tidak terlupakan.

"Ini kenangan yang mungkin tak terlupakan, pertemuan enggak sengaja juga dengan pejabat daerah. Kita enggak nyangka juga karena kita di sini sebagai peserta, sebagai petani, ingin menyerap ilmu dan teknologi terbaru yang dipamerkan di Penas. Antusiaslah, senang pokoknya," ujar Shiyamu Syamsi saat diwawancarai TribunGorontalo.com seusai momen tersebut.

Tertarik dengan Potensi Jagung Gorontalo

PESERTA PENAS — Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi saat mendampingi peserta PENAS Petani Nelayan XVII dari KTNA Kabupaten Paser di Pentadio Resort, Minggu (21/6/2026). (Sumber: TribunGorontalo.com/Fajri A. Kidjab)
PESERTA PENAS — Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi saat mendampingi peserta PENAS Petani Nelayan XVII dari KTNA Kabupaten Paser di Pentadio Resort, Minggu (21/6/2026). (Sumber: TribunGorontalo.com/Fajri A. Kidjab) 

Syamsi, yang telah menggeluti dunia pertanian sejak tahun 2013 dengan fokus pada tanaman pangan seperti padi sawah dan jagung, mengungkapkan alasannya berada di Gorontalo.

Ia datang bersama rombongan yang berjumlah 33 orang dari Aceh Besar untuk mempelajari keunggulan budidaya pertanian di daerah tersebut.

Secara khusus, ia mengagumi potensi komoditas jagung di Kabupaten Gorontalo.

Setelah sempat berkeliling ke lahan-lahan pertanian setempat, ia menilai budidaya jagung di Gorontalo lebih unggul.

"Saya lihat budidaya jagungnya di Gorontalo mungkin lebih unggul daripada kami di Aceh Besar. Potensi jagung di sini bagus. Mungkin varietasnya saya belum tahu varietas apa yang dipakai. Nanti akan saya pelajari dan insyaallah kita bawa pulang ke Aceh Besar kalau ada bibitnya," tambahnya.

Melalui ajang PENAS XVII ini, Syamsi berharap dapat menyerap berbagai ilmu serta teknologi terbarukan, baik dari Kementerian Pertanian maupun dari daerah Gorontalo sendiri, untuk kemudian dibagikan kepada para petani lain di Aceh Besar.

Baca juga: Wapres Gibran Ajak Dialog Peserta Penas, Nelayan Gorontalo Tagih Janji Bangun SPBU di KNMP Leato

Kagumi Keramahan Warga Gorontalo

Meskipun ini merupakan kunjungan pertama kalinya ke Gorontalo, Syamsi mengaku merasa sangat nyaman karena sambutan masyarakat yang dinilainya sangat ramah, mirip dengan suasana di kampung halamannya.

"Alhamdulillah sambutan masyarakatnya ramah-ramah seperti di Aceh. Di sini kan mayoritas Muslim juga, jadi sambutan dari masyarakatnya alhamdulillah di pemondokan juga, di warung-warung nongkrong juga alhamdulillah nyaman," ungkap Syamsi.

Terkait keberadaannya di Pentadio Resort, ia menceritakan bahwa tempat tersebut awalnya dikunjungi secara tidak sengaja untuk sekadar beristirahat di area pemandian setelah menempuh perjalanan jauh dan tiba pada pukul 10.00 Wita.

Namun, ia justru dibuat kagum dengan keberadaan patung kucing di lokasi tersebut yang menurutnya unik.

"Ini mungkin baru pertama kali ada di Indonesia ya," ungkap pria bertopi hitam itu sembari tersenyum. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.