BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Kawasan Rantau Baru di sekitar Tugu Adipura, Kelurahan Rantau Kiwa, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, tampak ramai dipadati warga, Minggu (21/6/2026) sore.
Sejumlah remaja hingga keluarga memanfaatkan area tersebut untuk berolahraga, bersantai, hingga membuat konten media sosial.
Salah satu yang menarik perhatian yakni layanan sewa sepeda dan jasa foto menggunakan cermin cembung yang dikelola oleh Fathin Nafisyah, warga Rantau Kanan.
Beberapa unit sepeda tampak disewakan untuk pengunjung yang ingin berkeliling kawasan Rantau Baru.
“Tujuannya supaya masyarakat punya pilihan aktivitas yang sehat dan seru di sini,” ujar Fathin saat ditemui Banjarmasinpost.co.id.
Baca juga: Harga Kemasan Plastik Melonjak, UMKM Tapin Ini Terpaksa Naikkan Harga Dua Menu Andalan
Baca juga: Harga Gas Melon Melonjak dan Langka di Banjarbaru, Pedagang Kecil Beralih ke Gas Orang Kaya
Untuk tarif, pengunjung dikenakan biaya Rp 15 ribu selama 25 menit, Rp 20 ribu untuk 35 menit, dan Rp 30 ribu selama satu jam. Sedangkan paket seharian tersedia dengan tarif Rp50 ribu.
Selain sepeda, Fathin juga menyediakan jasa dokumentasi dan spot foto menggunakan cermin cembung yang dipasang dengan tambahan dekorasi agar hasil foto terlihat menarik.
Pengunjung cukup membayar Rp 5 ribu untuk menggunakan fasilitas foto tersebut selama beberapa menit.
Jika ingin dibantu dokumentasi oleh pengelola, tersedia tambahan biaya jasa pemotretan.
Menurut Fathin, ide usaha tersebut muncul setelah melihat tren aktivitas serupa di berbagai daerah melalui media sosial.
“Supaya warga Tapin bisa healing dan menikmati suasana tanpa harus jauh-jauh keluar daerah,” katanya.
Pengunjung yang datang pun mengaku tertarik mencoba pengalaman tersebut.
Siti dan Fatimah, remaja yang datang dari wilayah berbeda di Kabupaten Tapin, mengaku baru pertama kali mencoba berkeliling menggunakan sepeda sewaan.
“Seru, bisa olahraga sambil lihat suasana di sini,” ujar mereka.
Keberadaan aktivitas ekonomi kreatif tersebut turut menambah semarak kawasan Rantau Baru yang belakangan menjadi salah satu titik berkumpul masyarakat di Kota Rantau pada sore hingga malam hari.
(Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)