Isi Curhatan Pedagang di Kotabaru Kalsel Pasca Harga Gas Elpiji Subsidi di Eceran Tembus 60 Ribu
Edi Nugroho June 21, 2026 11:49 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Isi curhatan pedagang di Kotabaru Kalsel pasca harga gas elpiji subsidi di eceran tembus 60 Ribu

Tak hanya sukar didapat, harga gas LPG subsidi di Kabupaten Kotabaru turut melambung.

Per hari ini, di beberapa desa di kawasan Kecamatan Pulaulaut Timur, harga gas melon di tingkat pengecer menyentuh 60 ribu rupiah. 

Berneda sehari sebelumnya, harga masih terpantau 55 ribu, namun stok di pengecer juga terbatas.

Baca juga: Reaksi Anggota DPRD Kalsel Pasca Kasus Pelajar di  Batang Alai Selatan HST Lempar Menu MBG

Baca juga: Pasca Pengunjung Taman Edukasi Tanahbumbu Dipukuli Pemabuk, Lampu Penerangan Dipasang

Nurul, pelaku UMKM di Desa Langkang Lama mengaku terkejut dan tak bisa apa-apa selain tetap membeli untuk menjalankana usaha rumahan.

"Asli bingung, gas 3 kg mahal sekali. Bagaimana kita mengatur pengeluaran untuk tetap bisa bertahan," sebut pembuat kue dan cemilan ini, Sabtu (20/6/2026).
Menurutnya, jika harga gas tetap bertahan dengan kondisi ini, tidak menutup kemungkinan membuat usahanya sulit berkembang.

Pasalnya, harga jual olahannnya juga akan sedikit terkerek dinaikkan, dan berharap pelanggan tidak kabur.

Sesekali, ia juga mulai Bergeser menggunakan tungku dengan kayu bakar, sayangnya masih kurang efektif untuk menggoreng keripik dan mengukus kue.

Sementara itu, salah satu pengecer di Desa Langkang Baru, Mama Eva, terpaksa menjual gas melon seharga 60,ribu rupiah. Karena suduah dapat dari berapa tangan untuk bisa dijual kembali.

"Tadi dapatnya harga sudah 55 ribu rupiah. Itu pun ngambil ke Desa Sarang Tiung," sebutnya.


Terpisah, Imis, pemilik pangkalan di desa yang sama, sekali datang pasokan gas terbilang semakin terbatas.

"Sekali datang, paling dapat 25 sampai 30 tabung. Jauh berkurang dari yang dulu," ungkapnya.

Stok Aman

Sales Branch Manager (SBM) LPG Kalimantan Selatan, Syaiful Awal, mengatakan distribusi elpiji 3 kilogram masih berjalan normal dan kondisi stok dalam keadaan aman.

 “Harga di pangkalan sesuai HET ya, Rp 18.500,” kata Syaiful, kemarin.

Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya pengurangan pasokan yang menyebabkan stok cepat habis di tingkat pangkalan, Syaiful membantah hal tersebut. “Suplai tidak ada pengurangan dan kondisi stok aman,” ujarnya.

Mengenai temuan di lapangan bahwa elpiji subsidi kerap habis tidak lama setelah pasokan tiba di pangkalan dan memunculkan kekhawatiran masyarakat terkait kemungkinan adanya pembelian dalam jumlah besar untuk dijual kembali, Syaiful meminta masyarakat aktif melaporkan jika menemukan dugaan penyimpangan. “Lapor ke 135 ya,” katanya.

Pertamina berharap masyarakat yang berhak memperoleh elpiji subsidi dapat terus mendapatkan akses sesuai ketentuan, sementara pengawasan distribusi dilakukan bersama berbagai pihak untuk mencegah penyalahgunaan di lapangan

Tindak Tegas

Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengingatkan anggotanya untuk tidak terlibat dalam penyalahgunaan atau penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) ataupun gas elpiji bersubsidi.

Itu disampaikannya saat pengungkapan kasus penyelewengan BBM dan elpiji di wilayah hukum Polda Kalsel dengan barang bukti belasan ribu liter BBM subsidi dan ratusan tabung gas elpiji 3 kilogram serta gas portable.

Kapolda menyebut bahwa dirinya sudah memerintahkan Kabid Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Kalsel untuk menindak apabila ada oknum anggota yang nakal.

“Apabila ada anggota Polri yang terlibat pungli atau kegiatan BBM ilegal, akan ditindak tegas sesuai hukum,” katanya tegas,  Senin (4/5/2026).

Lanjut Kapolda, kepolisian juga membuka ruang aduan bagi masyarakat melalui hotline Polri 110. 

?"Kami juga membuka ruang publik untuk laporan melalui hotline pengaduan. Silakan masyarakat memberikan masukan dan saran,” katanya.

Semnetara itu, terkait antrean BBM di beberapa SPBU di wilayah Kalsel, Kapolda juga menurunkan personel untuk menertibkan antrian dan pengawasan di lapangan.

“Langkah yang kami lakukan adalah membantu menertibkan antrean dan melakukan pengawasan agar tidak ada pungutan liar (pungli),” ujarnya.

Modus operandi yang dilakukan adalah memindahkan elpiji 3 kilogram ke dalam kaleng-kaleng gas portabel yang berukuran 320 gram dengan menggunakan selang regulator. 

Sementara untuk penyelewengan BBM, para pelaku membeli BBM Pertalite dan Bio Solar dengan memodifikasi tangki-tangki kendaraan sehingga kapasitasnya menjadi lebih banyak, kemudian dijual lagi dengan harga yang lebih tinggi atau di atas harga HET (Harga Eceran Tertinggi).

Dari penindakan ini, Ditreskrimsus bersama Polres jajaran berhasil memgamankan 33 orang tersangka dari 35 laporan polisi.

Selain itu juga turut diamankan barang bukti lain seperti sepeda motor dan mobil yang telah dimodifikasi hingga alat untuk memindahkan gas dari elpiji 3 kg ke gas portable.

Apresiasi

 Di sisi lain, perwakilan Pertamina Patra Niaga Regional Kalsel, Syaiful Awal menyampaikan apresiasi atas pengungkapan penyalahgunaan gas elpiji bersubsidi oleh jajaran Polda Kalsel.

Ia mengungkapkan jumlah pangkalan elpiji yang ada di Kalsel jumlahnya sekitar 6 ribu, sedangkan agen elpiji sekitar 133 yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.

“Dari Pertamina sendiri, jika memang terbukti bersalah, kami dari Pertamina akan memberikan sanksi baik berupa administrasi atau pemutusan hubungan kerja,” ujarnya.

Menurutnya, modus yang digunakan para pelaku penyalahgunaan gas elpiji dengan cara memindahkan ke tabung portable sangat berbahaya dan menyalahi aturan.

“Pemindahan gas dari elpiji ke tabung portable itu menyalahi aturan, sebenarnya dari segi sefety itu sangat berbahaya,” katanya. 


 (Banjarmasinpost.co.id/ MuhammadTabri/rizki fadillah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.