SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kondisi ekonomi nasional saat ini memberi tekanan pada sektor perumahan komersil di Sumatera Selatan (Sumsel) khususnya kota Palembang. Daya beli masyarakat menurun, sementara beban pembiayaan dan biaya konstruksi terus naik.
Hal itu disampaikan developer senior Syamsul Rusman dari Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Sumsel.
"Semua sektor terdampak, sehingga daya beli menurun," ujar Syamsul Rusman kepada Sripoku.com, Minggu (21/6/2026).
Ia menyebut dua faktor utama yang memberatkan pengembang dan calon pembeli rumah komersil saat ini.
Pertama, suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) mengalami kenaikan. Kedua, harga material bangunan juga ikut naik.
"Bunga KPR naik, material naik," kata mantan ketua Apersi Sumsel ini.
Menyikapi situasi tersebut, pihak pengembang memilih menunggu.
Syamsul Rusman menyatakan pihaknya masih memantau perkembangan hingga kondisi ekonomi kembali stabil.
"Sementara ini lihat situasi dan kondisi, sampai krisis kembali normal," ujarnya.
Kenaikan bunga KPR dan harga material biasanya berdampak langsung pada harga jual rumah komersil serta kemampuan masyarakat untuk membeli.
Apersi Sumsel belum merinci langkah spesifik yang akan diambil pengembang selama masa tunggu ini.