TRIBUNSUMSEL.COM - Sosok Taufik Hidayat alias TH (30) diduga pelaku penyekapan dan penyiksaan terhadap pacar berinisial YTR selama 3 tahun ternyata bekerja sebagai debt collector yang sehari-hari menagih utang.
Pria yang dikenal licin ini diduga telah menyekap kekasihnya dengan skenario manipulatif yang membuat keluarga korban terputus komunikasi.
Kini, setelah boroknya terkuak pasca-korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di rumah sakit, sosok TH menjadi buronan utama polisi, sementara jejak digitalnya yang masih aktif di media sosial memicu kemarahan publik.
Baca juga: Mahasiswi Jadi Korban Penyekapan, Dilecehkan dan Dibohongi Selama Beberapa Hari
Pria yang dikenal licin ini sehari-hari bekerja sebagai petugas eksternal penagih utang di sebuah perusahaan pembiayaan.
Di tengah pengejaran intensif yang dilakukan oleh pihak kepolisian, beredar kabar bahwa akun media sosial yang diduga milik terduga pelaku TH masih menunjukkan aktivitas.
Berdasarkan pantauan di platform TikTok, akun dengan nama pengguna @dudajelek351 terlihat masih aktif mengunggah atau berinteraksi setidaknya dalam lima hari terakhir.
Akun yang memiliki lebih dari 20 ribu pengikut tersebut kerap membagikan konten bernuansa personal dan pemandangan alam.
Sebelumnya, kasus penyekapan dan penganiayaan yang dialami YTR akhirnya terungkap bermula dari pesan misterius dari orang tak dikenal yang diterima keluarga korban.
Pesan yang dikirim ke keluarga YTR pada Rabu (10/6/2026) malam itu, mengabarkan korban tengah berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung karena kecelakaan.
Dilansir dari Kompas.com, awal mula kepedihan keluarga berawal sekitar tahun 2023 setelah YTR berkenalan dengan TH dalam sebuah acara konser musik di kawasan Tritan Point, Kota Bandung.
Setelah TH sempat berkunjung sekali ke rumah keluarga, korban mendadak hilang kontak dan tidak lagi pulang seminggu sekali dari tempat kerjanya di kawasan Pasteur.
Untuk menutupi aksi kejinya, TH menyusun siasat rapi agar pihak keluarga tidak melakukan pencarian.
Pelaku memaksa korban mengaku telah mengundurkan diri dari pekerjaannya di Bandung dan mengarang cerita bahwa dirinya sedang bekerja di Jakarta.
Faktanya, selama tiga tahun menghilang, YTR justru disekap dan dipindahkan dari satu kamar kos ke kamar kos lainnya setiap tiga bulan sekali di bawah ancaman pelaku.
Apabila ada komunikasi telepon, gelagat korban sangat tidak biasa dan terkesan penuh tekanan karena di bawah kendali pelaku.
Keluarga bahkan sempat mengunggah informasi pencarian orang hilang di Instagram, namun korban mengirim pesan dengan marah meminta unggahan tersebut dihapus karena diduga di bawah ancaman.
Informasi yang diterima keluarga selama ini sepenuhnya merupakan bagian dari narasi yang sengaja dibangun TH untuk menutupi aksi kejinya.
Dugaan kebohongan TH selama bertahun-tahun itu akhirnya runtuh pada Rabu (10/6/2026) malam.
Pihak keluarga mendadak menerima pesan WhatsApp dari orang tidak dikenal yang mengabarkan bahwa YTR berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dengan dalih mengalami kecelakaan.
Mendapat informasi tersebut, keluarga langsung bergegas menuju IGD RSHS setelah waktu Isya.
Namun, setibanya di sana, pihak keluarga terkejut bukan main melihat kondisi korban yang dipenuhi banyak luka lama tak wajar, yang kemudian memicu kecurigaan tim medis.
"Kami langsung berangkat ke RSHS sekitar waktu isya. Setelah tiba, kami terkejut. Soalnya banyak luka," ungkap adik korban, Syahrul Ulum (26).
Keluarga korban meyakini jika pelaku yang mengantarkan korban ke rumah sakit.
Korban Diduga Lebih dari Satu
Kini muncul pengakuan mengejutkan dari sosok wanita lain yang mengklaim pernah menjadi korban kebiadaban pelaku yang sama.
Kisah kelam tersebut mencuat di media sosial setelah kasus YTR viral.
Seorang netizen dengan akun Instagram @adillaapril1 blak-blakan mengaku pernah menjadi korban dalam aksi nekat TH pada awal tahun 2024 lalu.
Melalui kolom komentar di unggahan akun @conan_reborn, akun @adillaapril1 membagikan pengalaman mencekamnya saat berhadapan dengan TH.
Kala itu, ia mengaku dibawa paksa oleh pelaku ke kawasan Solokan Jeruk, sebuah wilayah yang sama sekali asing baginya.
Beruntung, nasibnya tidak berakhir setragis YTR yang disekap hingga tiga tahun.
Korban berhasil lolos setelah mendesak pelaku untuk memulangkannya.
"Aku salah satu korbannya juga di tahun 2024 awal. Alhamdulillah aku selamat Kak, karena waktu itu aku langsung minta pulang, itu pun pulangnya diturunin di Indomaret Cicaheum," tulisnya.
Selain menceritakan modus pelaku, korban ini juga membeberkan fakta baru mengenai kondisi fisik dan perilaku TH saat melancarkan aksinya.
Ia menduga kuat bahwa TH kerap mengonsumsi obat-obatan terlarang.
Hal ini didasari atas gelagat dan cara bicara pelaku yang tidak normal.
"Kalo ketemu aku kaya yang ngobat, soalnya ngomongnya balelol (tidak jelas/kelu)," ungkapnya lagi.
Diduga kuat sempat menerima tindakan kekerasan fisik dari pelaku selama insiden tersebut, akun @adillaapril1 mengaku sudah sempat mengambil langkah hukum dengan membuat laporan resmi ke pihak kepolisian.
Hal senada juga dikonfirmasi oleh tim advokat "Hotman 911" saat menyambangi rumah kediaman keluarga korban YTR di Rancaekek, Kabupaten Bandung, pada Minggu (21/6/2026).
Kedatangan tim hukum bentukan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea ini disambut penuh isak tangis dan rasa haru oleh pihak keluarga yang tengah tertatih-tatih berjuang mencari keadilan.
Baca juga: Saksi dan TKP Kasus Penyekapan Mahasiswa Unsoed Lengkap, Kuasa Hukum Korban Desak Polisi Gerak Cepat
Tim Hotman 911 membeberkan informasi krusial mengenai adanya korban lain yang diduga kuat menjadi mangsa dari pelaku yang sama.
Pelaku disinyalir melakukan aksi penyekapan dan penyiksaan serupa terhadap korban lain di wilayah Kabupaten Garut.
"Berdasarkan informasi yang masuk ke tim Hotman 911, ada korban lain di kawasan Garut yang serupa mengalami penyiksaan oleh pelaku. Karena itu, kami berharap pihak kepolisian bergerak cepat agar pelaku bisa segera ditangkap," ungkap Pangeran Reza Pramadia, Minggu (21/6/2026). (*)