TRIBUNMANADO.CO.ID - Satu di antara perintah Tuhan dalam Alkitab adalah manusia memenuhi bumi dengan keturunannya.
Perintah tersebut tidak pernah diubah hingga saat ini.
Berikut renungan Minggu berjudul Diberkati, Beranak Cucu dan Berkuasa.
Baca juga: Renungan Minggu 1 Samuel 2:1-10, Tuhan Membalikkan Keadaan
Bacaan Alkitab dalam Kejadian 9:1-2.
Kisah Air Bah Nuh, bukan hanya heboh dan menggentarkan orang di zamannya.
Tetapi masih menjadi perbincangan menarik dan ceritera yang memiliki daya tarik tersendiri, karena tak mampu ditakar akal manusia, tetapi menakjubkan, menakutkan dan mengerikan.
Karena air menguasai bumi dalam hitungan waktu yang sangat lama.
Lamanya Nuh dan keluarganya di dalam bahteranya itu 1 tahun dan 10 hari.
Itu dimulai waktu mereka masuk ke dalam bahtera, sebelum hujan turun dan semua mata air di muka bumi terbuka.
Ketika itu, Nuh berusia 600 tahun.
Mereka masuk bahtera pada bulan kedua hari ke 17 tahun 600.
Jika Allah bertindak, apapun pasti terjadi.
Tidak ada yang mustahil di hadapan Allah.
Apa saja, mungkin bagi Dia. Termasuk dalam hal peristiwa air bah dan bahtera Nuh.
Allah menghukum manusia karena kebejatan dan dosanya yang begitu banyak, tidak taat malah melawan Tuhan.
Hanya Nuh dan keluarganya saja yang setia dan taat kepada Allah.
Bahkan ketika Nuh membuat bahtera di atas gunung, mereka tertawakan dan olok-olokkan dia.
Akhirnya mereka menerima hukuman dari Allah, mereka ditenggelamkan dalam ganasnya air bah, sementara Nuh dan keluarganya selamat.
Satu tahun sepuluh hari di dalam bahteranya, Nuh dan keluarga bersama binatang, hewan, burung dengan pasangannya, dipelihara oleh Tuhan.
Sungguh hancur luluh bumi.
Manusia tenggelam, mati tak berdaya.
Ketika bahtera kandas di gunung Ararat, mereka masih harus menunggu lagi air sampai benar-benar kering.
Itu terjadi pada tahun ke 601, bulan kedua hari ke 27.
Nuh bersama keluarganya dan semua binatang-binatang itu pun keluar dari bahtera.
Ketika itulah Nuh langsung mendirikan mezbah bagi Tuhan.
Di sanalah dia dia menyembah dan memuliakan Allah yang hidup.
Dia mempersembahkan korban persembahan kepada Tuhan.
Sungguh apa yang dilakukan oleh Nuh, menyenangkan hati Allah.
Apalagi dia melakukan itu dalam ketaatannya kepada Tuhan.
Maka ketika Allah mencium bau persembahan Nuh, maka Allah berjanji tidak akan menghukum bumi lagi karena segala dosa manusia.
Namun setiap manusia yang berbuat jahat, dihukum sesuai pelanggarannya.
Allah tidak lagi membinasakan bumi kosmos ciptaan-Nya.
Allah berjanji bahwa selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam." (Kej 8:20-22)
Sebagai ganjaran ketaatan Nuh, Allah memberkati dia dan anak-anaknya.
Dia memerintahkan mereka agar beranak cucu dan bertambah banyak serta penuhilah bumi.
Ya, keturunan Nuh kelak memenuhi bumi pemberian Allah.
Tidak hanya itu. Allah mempercayakan kepada Nuh untuk menguasai dan mengolah bumi dan alam semesta anugerah-Nya itu dengan bertanggungjawab, demi kesejahteraan anak cucunya.
Segala binatang, hewan, burung serta marga satwa, flora dan fauna, segala yang bergerak di bumi hingga ikan di laut, diserahkan Allah untuk dikelolah dengan baik untuk kebaikan dirinya dan keturunannya.
Allah mengikat perjanjian ini dengan Nuh, karena ketaatan Nuh.
Karena hikmat dan ketaatannya, Nuh membuat bumi diselamatkan dan ada kehidupan lagi bagi manusia.
Demikian firman Tuhan hari ini.
Lalu Allah memberkati Nuh dan anak-anaknya serta berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyaklah serta penuhilah bumi.
Akan takut dan akan gentar kepadamu segala binatang di bumi dan segala burung di udara, segala yang bergerak di muka bumi dan segala ikan di laut; ke dalam tanganmulah semuanya itu diserahkan. (ay 1-2)
Sahabat Kristus, Nuh menyatakan iman dan keyakinannya kepada Allah.
Dia setia dan taat tanpa syarat kepada Allah.
Dia pasrah penuh pada kehendak Allah.
Dia hidup takut akan Tuhan dan selalu mengutamakan Tuhan dalam segala hal.
Karena ketaatan dan kesetiaannya itu kepada Allah, maka dia diberkati secara dahsyat, ajaib dan luar biasa.
Demikinalah hidup setiap orang yang setia, dan taat kepada Tuhan serta selalu takut akan Tuhan.
Kita akan melakukan perkara besar dan ajaib bersama Tuhan.
Kita pasti diberkati dengan limpahnya.
Mujizat pasti dinyatakan-Nya, karena di dalam Allah tidak ada yang mustahil.
Semua dilakukan-Nya secara ajaib, melebihi apa yang kita pikirkan dan inginkan.
Maka setia dan taatlah pada-Nya. Amin