Alarm Kesehatan Jiwa Anak di Jatim, IPK Usulkan Psikolog Klinis Ada di Setiap Puskesmas
Samsul Arifin June 21, 2026 11:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sulvi Sofiana

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Hampir 10 persen anak di Jawa Timur ditemukan mengalami gejala kecemasan dan depresi menjadi perhatian serius berbagai pihak. 

Kondisi ini mendorong Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Jawa Timur untuk memperkuat layanan kesehatan jiwa hingga tingkat puskesmas.

Dorongan tersebut mengemuka dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) IPK Indonesia Wilayah Jawa Timur yang digelar di Surabaya, Sabtu (20/6/2026). Forum ini menjadi ruang evaluasi sekaligus perumusan strategi organisasi dalam memperluas layanan kesehatan mental di tingkat layanan dasar.

Dalam forum tersebut, IPK Jatim menegaskan pentingnya kehadiran psikolog klinis berizin di puskesmas sebagai langkah konkret menjawab meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan jiwa di masyarakat.

Ketua IPK Indonesia Wilayah Jawa Timur, Toetiek Septriasih, menyampaikan bahwa keberadaan psikolog klinis di puskesmas sudah menjadi kebutuhan mendesak.

Baca juga: Komisioner Kompolnas Cek Langsung Tahapan Tes Psikologi 276 Calon Siswa Akpol di Surabaya

Psikolog Klinis Dinilai Mendesak di Layanan Dasar

“Fokus itu diwujudkan dengan keberadaan psikolog klinis di puskesmas,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tenaga psikolog klinis yang bertugas di fasilitas pelayanan kesehatan wajib memiliki legalitas lengkap, yaitu Surat Tanda Registrasi (STR) yang diterbitkan oleh Konsil Kesehatan Indonesia serta Surat Izin Praktik (SIP) dari pemerintah daerah.

“Legalitasnya harus lengkap, yaitu STR yang diterbitkan oleh Konsil Kesehatan Indonesia dan SIP yang diterbitkan oleh pemerintah kota atau kabupaten setempat,” jelasnya.

Hampir 10 Persen Anak Alami Gejala Kecemasan

Sementara itu, data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menunjukkan adanya peningkatan temuan gangguan kesehatan mental pada anak. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Jatim, Cicik Swi Antika, mengungkapkan hasil skrining menunjukkan hampir 10 persen anak mengalami gejala kecemasan dan depresi.

“Hasil pelaksanaan cek kesehatan gratis menunjukkan bahwa hampir 10 persen anak yang telah menjalani skrining mengalami gejala kecemasan dan depresi,” ungkapnya.

Menurutnya, temuan tersebut menjadi sinyal penting perlunya penguatan layanan kesehatan jiwa di tingkat primer seperti puskesmas. Namun, ia mengakui ketersediaan tenaga kesehatan jiwa masih belum merata di berbagai wilayah.

“Ketersediaan tenaga kesehatan jiwa, termasuk psikolog klinis, belum merata di seluruh wilayah, terutama pada daerah terpencil, kepulauan, dan wilayah dengan keterbatasan sumber daya kesehatan,” ujarnya.

Dorong Kolaborasi Lintas Profesi

Dalam Muswil tersebut, IPK Jatim juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas profesi untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan mental di masyarakat.

Ketua Panitia Muswil, Gerdaning Tyas Jadmiko, menyebut kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antar tenaga kesehatan.

“Kami ingin berkolaborasi bukan hanya dari teman-teman psikolog klinis, tapi seluruh tenaga kesehatan untuk mewujudkan kesehatan masyarakat di wilayah Jawa Timur,” katanya.

Muswil IPK Indonesia Wilayah Jawa Timur 2026 juga menetapkan kembali Toetiek Septriasih sebagai ketua untuk periode 2026–2030.

Ketua Umum Pengurus Pusat IPK Indonesia, R.A. Retno Kumolohadi, menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi serta sinergi program kerja organisasi agar sejalan dengan kebijakan pemerintah.

“Pengurus pusat mengharapkan semua program yang dijalankan bersinergi dengan kebijakan dari pemerintah,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.