TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR- Korban kebakaran Pasar Parluasan bakal dapat Rp10 juta.
Pemilik yang sewakan kios tak kebagian.
Pasalnya uang tersebut diperuntukkan menjaga kebutuhan harian pedagang selama proses pembersihan berlangsung serta mendukung pemulihan usaha.
Baca juga: Putusan Banding, Anggota TNI Bunuh Istri di Deli Serdang Dipenjara Seumur Hidup
Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar berencana menggelontorkan bantuan untuk pedagang Pasar Parluasan yang menjadi korban kebakaran pada Kamis (18/6/2026) dini hari.
Dana ini diambil dari Anggaran Belanja Tak Terduga yang setiap tahun disiapkan pemerintah.
Sebanyak 311 kios di Pasar Dwikora, Kota Pematangsiantar terbakar dalam peristiwa itu dengan kerugian mencapai Rp 3,6 miliar. Saat ini, pemerintah dan PD Pasar Horas Jaya (PHJ) pun proses pendataan terhadap para pedagang.
Baca juga: Lamarannya Ditolak hingga Dua Kali, Pria Ini Tetap Tinggalkan Warisan Ratusan Juta untuk Eks Kekasih
“Bantuan ini diberikan kepada pedagang yang menjadi korban. Kalau dia menyewa kios, ya yang menyewa yang dapat, pemilik tidak. Kalau dia pemilik dan berjualan, dapat bantuan," ujar Evra Damanik, Direktur Operasional PD PHJ, Minggu (21/6/2026).
Evra menyampaikan, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap para pedagang untuk tetap kembali berjualan.
Bantuan tersebut diberikan untuk menjaga kebutuhan harian pedagang selama proses pembersihan berlangsung serta mendukung pemulihan usaha.
Baca juga: Desak KPK Selidiki, Pedagang Heran Pasar Induk di Marelan Rusak Parah, Dibangun Puluhan Miliar
Direktur Operasional PD PHJ, Evra Damanik, menjelaskan mekanisme penyaluran bantuan sosial harus diberikan kepada pedagang yang benar-benar menjadi korban dan menjalankan aktivitas usaha di kios yang terbakar.
Ia menegaskan bahwa bantuan tidak diberikan kepada pemilik kios yang hanya menyewakan tempat usahanya kepada pihak lain.
Sebaliknya, justru pedagang penyewa yang menjalankan usaha di kios tersebut berhak menerima bantuan. Sehingga tidak terjadi double cover bantuan.
Baca juga: SINDIR Parpol Cuma Manut-Manut Atas Kebijakan Pemerintah, Deddy Sitorus: Apa Beda dengan Orde Baru?
"Karena mereka menjadi pihak yang terdampak langsung akibat kebakaran. Pendataan terhadap para korban terus dilakukan untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran," ujarnya.
Lanjut Evra lagi, Pemko bersama PD PHJ berupaya mempercepat proses penanganan pascakebakaran agar aktivitas perdagangan di Pasar Dwikora dapat kembali berjalan normal.
"Kita harapkan bantuan sosial yang diberikan dapat meringankan beban para pedagang sembari menunggu pemulihan dan penataan kembali area pasar yang terbakar," ucapnya.
Kesaksian Penjaga Toilet Pasar Parluasan
Beginilah kesaksian penjaga toilet Pasar Parluasan terkait kebakaran yang terjadi pada Kamis (18/6/2026)
Diduga insiden ini tak terjadi secara spontan.
Diduga ada pria yang menyiram bensin ke salah satu kios yang kemudian menyebabkan kebakaran.
Baca juga: Petani Semangka di Tapsel Berharap MBG Dilanjutkan: Program Ini Sudah Menolong Ekonomi Kami
Akibatnya kebakaran hebat ini menghanguskan sekitar 100 kios di Pasar Dwikora Parluasan, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar.
Kerugian pun diperkirakan mencapai Rp2 Miliar.
Polisi pun kini menyelidiki kemungkinan adanya unsur kesengajaan setelah sejumlah saksi mengaku melihat pria tak dikenal berada di lokasi sesaat sebelum api membesar.
Baca juga: Rico Waas Resmi Lantik 69 Pejabat Baru Pemko Medan, Berikut Daftar Nama dan Jabatannya
Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur T.M. Sitinjak turun langsung ke lokasi kejadian untuk memimpin pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) dan memantau proses penanganan pascakebakaran.
Ps Kasi Humas Polres Pematangsiantar Iptu Agustina Triyadewi mengatakan penyelidikan masih berlangsung dan polisi telah mengumpulkan sejumlah keterangan saksi yang berada di lokasi saat peristiwa terjadi.
Salah seorang saksi, Argana Manurung, penjaga malam kamar mandi pasar, mengaku tiba di Pasar Dwikora sekitar pukul 02.45 WIB.
Baca juga: Meski Sudah Damai, Ketua DPRD Sumut Belum Cabut Laporan soal Dugaan Pencemaran Nama Baik
Setelah membersihkan area kamar mandi dan membuka kios milik orang tuanya, ia mendengar suara benturan dari arah kios yang berada di dekat kamar mandi.
Saat mendatangi sumber suara, Argana mengaku melihat seorang pria dewasa mengenakan jaket hitam yang tidak dikenalnya sedang menyiram cairan yang diduga bensin di sekitar salah satu kios.
"Tak lama kemudian api langsung menyala dan membesar, lalu merambat ke kios-kios lainnya," kata Agustina mengutip keterangan saksi.
Argana sempat berusaha memadamkan api menggunakan ember berisi air.
Namun kobaran api terus membesar dan menjalar ke bagian dalam kios hingga akhirnya menghanguskan area pasar.
Keterangan serupa disampaikan saksi lain, Roni Valdi Sinaga. Saat menjaga kios miliknya, ia mengaku melihat seorang pria berjaket hitam berlari meninggalkan lokasi.
Karena curiga, ia sempat mengejar orang tersebut, namun kehilangan jejak.
Baca juga: Usai Kantornya Digeruduk Warga, Anak Buah Masinton Sebut Jadup akan Cair: Sudah Ditransfer
Sekitar pukul 03.20 WIB, enam unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Pematangsiantar dan dua unit mobil pemadam milik PT STTC tiba di lokasi.
Petugas pemadam dibantu personel Polres Pematangsiantar, Polsek Siantar Utara, BPBD, dan Brimob Polda Sumut berjibaku memadamkan kobaran api yang terus meluas.
Setelah lebih dari lima jam penanganan, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.15 WIB.
Baca juga: BI Rate Naik Jadi 5,75 Persen, Rupiah Menguat, Pengamat Ingatkan Tekanan Belum Berakhir
Tim Inafis Satreskrim Polres Pematangsiantar kemudian memasang garis polisi untuk mengamankan lokasi dan kepentingan penyelidikan.
Kapolres AKBP Sah Udur Sitinjak bersama personel kepolisian dan personel Kompi 2 Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Sumut selanjutnya turun membantu membersihkan puing-puing sisa kebakaran.
Menurut data sementara, sekitar 100 kios terdampak dalam peristiwa tersebut. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp2 miliar.
Baca juga: Usai Kantornya Digeruduk Warga, Anak Buah Masinton Sebut Jadup akan Cair: Sudah Ditransfer
"Untuk sumber api maupun penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan," kata Iptu Agustina.
Polisi kini fokus mengumpulkan bukti dan menelusuri identitas pria misterius yang disebut sejumlah saksi berada di lokasi sebelum kebakaran terjadi.
Sempat Pinjam KUR Rp12 Juta
Pilu Boru Sianipar kiosnya di Parluasan terbakar.
Diperkirakan puluhan hingga ratusan kios ludes dilalap si jago merah saat kejadian ini.
Baca juga: Polres Batubara Kembali Salurkan Hasil Panen Jagung ke Bulog Asahan, Total Distribusi 270,892 Ton
Satu diantaranya adalah toko serba ada milik Boru Sianipar.
Ia pun tak bisa berkata apa-apa melihat kiosnya ludes terbakar.
Ia terperangah melihat tak ada sisa apapun yang bisa diambil dari musibah kebakaran.
Baca juga: Polres Tebingtinggi Beri Bantuan Sosial kepada Penyandang Disabilitas Sambut HUT ke-80 Bhayangkara
Kepada reporter Tribun-Medan.com, Kamis (18/6/2026) pagi, Br Sianipar menyampaikan bahwa dirinya baru meminjam Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari bank sebesar Rp 12 juta.
Saat pinjamannya cair, Br Sianipar mengatakan ia sudah belanja tambahan barang dagangan berupa buku-buku, aksesoris dan pakaian sekolah untuk menyambut tahun ajaran baru 2026-2027.
“Ini jual ulos batak dan sebenarnya toko kelontong nya ini. Baru belanja pulak ini aku hari Selasa kemarin untuk mengisi barang dagangan karena kan bentar lagi masuk sekolah,” cerita Sianipar.
Baca juga: Amankan Polisi yang Masuk Kampus Usai Demo, Mahasiswa UMY: Kamu Intel Kan?, Polda DIY Buka Suara
Niat hati memanfaatkan pinjaman untuk menambah barang dagangan demi mendulang untuk pun tak terwujud.
Sianipar pun menyebut semua yang ia miliki ludes akibat kebakaran yang diduga berasal dari kios kain tersebut.
“Kalau total kerugian kan, ya jujur aja sebelumnya saya pinjam KUR Rp 12 juta. Kemudian saya belanjakan untuk beli buku tulis, buku kotak-kotak dan aksesoris seperti tali pinggang anak sekolah. Total kerugian adalah Rp 21 juta,” beber Br Sianipar.
Sianipar menyampaikan bahwa api pertama kali muncul di kios kain sekitar pukul 02.30 WIB pagi tadi.
Ia sendiri langsung meluncur ke lokasi. Namun akibat api yang mulai menyebar tak tentu arah, ia dan suami tak bisa mengevakuasi barang dari kios.
“Kami datang, api udah dekat sini. Udah nggak bisa lah kami selamat kan lagi ini. Api pertama kali kami lihat dari kios kain si Purba,” katanya.
(Tribun-Medan.com)