Pemain Tunisia Kuliti Federasi Sendiri, Piala Dunia 2026 Simbol Bencana Besar
Guruh Putra Tama June 22, 2026 12:57 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Status Tunisia yang dipastikan tak bisa melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 menjadi pukulan besar.

Hal tersebut membuat banyak pemain Timnas Tunisia kesal dan menumpahkan perasaan mereka secara terang-terangan.

Mereka secara kompak menyalahkan Federasi Sepak Bola Tunisia yang dinilai tak menjalankan tugasnya dengan baik.

Padahal secara komposisi pemain, Tunisia tak jauh tertinggal dari tim-tim lainnya.

Mereka memang tergabung di grup yang tak mudah, bersama Belanda, Jepang, dan Swedia.

Namun hal tersebut seharusnya tak membuat mereka otomatis menjadi lumbung gol tim lain.

"Grup F ini tidak bisa tidak mengatakan ada kejutan. Entah itu dari Swedia, Jepang, atau bahkan kuda hitam Tunisia," papar Richardo Liwang dari Indo Barca, dalam podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

Baca juga: Lagi-lagi Iran yang Menderita, FIFA Cuma Bisa Bilang Maaf ke Tim Melli

Ternyata justru Tunisia yang dipastikan tak akan bisa lolos, bahkan untuk berharap ke persaingan peringkat tiga terbaik juga tak akan membuahkan hasil apa-apa.

Salah satu pemain senior Tunisia, Ali Abdi, langsung berbicara lantang soal kondisi yang terjadi.

Ia menggambarkan para pemain seperti kebingungan menghadapi Piala Dunia kali ini.

Pasalnya persiapan yang dilakukan Tunisia benar-benar tak maksimal.

Bongkar pasang pelatih yang dilakukan federasi juga tak membuat situasi semakin terang.

Justru hal tersebut membuat para pemain kehilangan arah dan semangat.

BENDERA TIMNAS TUNISIA - Ilustrasi bendera Timnas Tunisia di Piala Dunia
BENDERA TIMNAS TUNISIA - Ilustrasi bendera Timnas Tunisia di Piala Dunia. Pemain Tunisia menumpahkan rasa tidak puas kepada federasi sepak bola mereka dalam mempersiapkan diri mengikuti Piala Dunia 2026. (Grafis Tribunnews.com)

"Saya meminta maaf kepada suporter Tunisia, bukan kepada orang-orang yang gemar membocorkan informasi ke sana kemari," kata Ali Abdi dikutip dari beINSPORTS.

"Ini bukanlah kehendak kami. Kami tidak punya waktu untuk bekerja. Kami benar-benar menghancurkan apa yang sudah kami bangun daripada membenahi beberapa kekurangan yang ada."

"Kami datang ke Piala Dunia dengan pemain yang sama sekali belum pernah bermain bersama."

"Anda tidak bisa menyiapkan diri bermain di Piala Dunia hanya dengan memainkan beberapa pertandingan saja dibandingkan dengan lawan-lawan yang mempersiapkan diri secara bertahun-tahun," sambungnya.

Ia membandingkan dengan apa yang dilakukan Jepang saat tampil di Piala Dunia 2026.

Ali memandang Jepang diperkuat pemain yang hampir sama seperti di edisi 2022 lalu.

Hasilnya, Jepang bisa bersaing dengan tim sekelas Belanda yang sudah tampil berulang kali di final Piala Dunia.

Sedangkan Tunisia sangat kesulitan untuk sekadar membangun serangan.

Mereka tak bisa memberikan ancaman nyata kepada lawan yang dihadapi di setiap pertandingan.

Tunisia sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi di Piala Dunia kali ini.

Mereka hanya bisa menyusun rencana baru untuk memperbaiki apa yang terjadi di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Salah satu legenda sepak bola Tunisia, Hatem Trabelsi, bahkan dengan keras menyuarakan kepada para petinggi federasi untuk undur diri.

Mereka dinilai Trabelsi benar-benar harus bertanggung jawab soal performa Tunisia yang tak kompetitif.

(Tribunnews.com/Guruh)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.