Bencana tanah longsor mengganggu arus lalu lintas di kawasan Kelok S menuju Sungai Pisang, Kelurahan Teluk Kabung Tengah, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Minggu (21/6/2026) malam.
Material longsor berupa pasir, lumpur, dan bebatuan berukuran besar menutupi badan jalan setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut.
Berdasarkan video yang diterima TribunPadang.com, air terlihat mengalir cukup deras dari lereng perbukitan menuju jalan.
Material longsor yang terbawa arus memenuhi jalur pendakian di kawasan Kelok S sehingga menghambat kendaraan yang melintas.
Dalam rekaman video itu, sejumlah kendaraan roda empat tampak berhenti tidak jauh dari lokasi longsor karena tidak dapat melanjutkan perjalanan.
Sementara kendaraan roda dua masih terlihat berupaya melintas dengan hati-hati.
Seorang pria yang merekam kondisi tersebut mengingatkan masyarakat untuk waspada apabila hendak melewati jalur menuju Sungai Pisang.
"Kondisi jalan Letter S menuju jalan Sungai Pisang dalam keadaan dipenuhi material longsor dengan batu yang besar-besar sudah memenuhi jalan mau mendaki," ujarnya dalam video.
Ia juga menyebut derasnya aliran air dari perbukitan memperparah kondisi jalan dan menyebabkan kemacetan.
"Hati-hati yang akan melewati Jalan Sungai Pisang. Airnya begitu besar dan menyebabkan macet," katanya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, membenarkan adanya kejadian longsor tersebut.
Menurut Hendri, laporan pertama diterima BPBD sekitar pukul 20.00 WIB.
"Iya benar ada kejadian longsor di kawasan jalan menuju Sungai Pisang, tadi kita mendapatkan laporan kira-kira pukul 20.00 WIB," kata Hendri saat dikonfirmasi TribunPadang.com.
Ia menjelaskan, longsor diduga dipicu tingginya curah hujan yang mengguyur kawasan Bungus Teluk Kabung sehingga membuat kondisi tanah menjadi basah dan labil.
"Curah hujan cukup tinggi sehingga menyebabkan terjadinya longsor," ujarnya.
Hendri mengatakan, ruas jalan yang terdampak longsor bukan merupakan jalan nasional maupun jalan provinsi.
Karena itu, akses utama menuju Kabupaten Pesisir Selatan masih dapat dilalui melalui jalur utama Padang–Painan.
"Bukan jalan nasional, jadi kalau mau ke Pesisir Selatan masih bisa lewat jalan utama," katanya.
BPBD Kota Padang juga telah mengerahkan personel ke lokasi untuk melakukan pengecekan serta membersihkan material yang menutupi badan jalan.
"Anggota tadi sudah ke sana untuk mengecek dan melakukan pembersihan, jadi kita belum menerima laporan lengkapnya. Nanti akan kita kabari lagi," pungkas Hendri.
Hingga Minggu malam, proses pembersihan material longsor masih berlangsung. Pengendara yang hendak melintasi jalur menuju Sungai Pisang diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan masih turun di kawasan tersebut. (*)