SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Jejak sejarah Presiden pertama RI, Ir Soekarno, di Kabupaten Sidoarjo digali dalam diskusi yang digelar oleh DPC PDI Perjuangan Sidoarjo, Minggu (21/6/2026).
Sejarawan, pegiat komunitas sejarah, dan sejumlah pihak lain hadir dalam Forum Group Discussian (FGD) ini.
Sang Proklamator diyakini pernah tinggal dan bersekolah di Kabupaten Sidoarjo pada masa kecilnya, selain juga tercatat melakukan sejumlah kunjungan resmi saat menjabat sebagai kepala negara.
Melalui FGD, para sejarawan dan anggota Fraksi PDI Perjuangan berharap seluruh bukti sejarah yang telah dihimpun dapat menjadi dasar penetapan cagar budaya atas jejak masa kecil Bung Karno di Sidoarjo.
Upaya itu diharapkan tidak hanya menjaga warisan sejarah bangsa, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal perjalanan hidup sang proklamator.
Baca juga: Festival Ambengan Blitar: Ribuan Warga Peringati Haul Bung Karno ke-56
Ketua DPC PDIP Sidoarjo Hari Yulianto, menyampaikan bahwa kajian sejarah sejauh ini menunjukkan Bung Karno pernah tinggal di Sidoarjo sekitar tahun 1907, yakni saat berusia lima hingga tujuh tahun.
Disebutnya, tidak semua daerah memiliki rekam jejak sebagai tempat tinggal maupun tempat belajar masa kecil sang proklamator.
Oleh karena itu, pelestarian jejak ini dinilai penting untuk memperkuat jati diri daerah sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi muda.
Baca juga: Renovasi Istana Gebang dan Patung Bung Karno di Kota Blitar, akan Dilengkapi Sistem Digital
Salah satu lokasi yang menjadi sorotan adalah bekas Sekolah Ongkoloro Pucang, yang saat ini menjadi bangunan SDN Pucang II Sidoarjo.
"Kami sedang memperkuat bukti-bukti agar tempat sekolah maupun tempat tinggal beliau di Sidoarjo dapat diproses menjadi cagar budaya. Langkah ini akan kami kawal bersama fraksi di DPRD Kabupaten Sidoarjo," ujar Hari Yulianto yang juga Anggota DPRD Jawa Timur.
Sejarawan Sidoarjo sekaligus Ketua Komunitas Sidoarjo Masa Kuno, Sudi Harjanto, menjelaskan bahwa dugaan Bung Karno pernah menetap di Sidoarjo didukung oleh sejumlah dokumen literatur dan kesaksian sejarah.
"Bukti fisik pendukung salah satunya memang SDN Pucang II. Kemudian diperkuat riwayat perpindahan ayah Bung Karno dari Ploso ke Sidoarjo lalu ke Mojokerto. Secara literasi sangat kuat. Selain itu ada kesaksian Mr Klasen yang merupakan kesaksian sejaman, ditambah cerita tutur masyarakat di sekitar lokasi yang hingga kini masih menyebut Bung Karno pernah sekolah dan tinggal di Sidoarjo," kata Sudi.
Baca juga: Air Mata Rindu Bung Karno, Megawati ke Blitar Ziarah hingga Resmikan Patung Sang Proklamator
Selain melacak masa kecil, forum tersebut juga memamerkan dokumentasi foto kunjungan Soekarno saat menjabat sebagai Presiden RI.
Salah satu arsip penting yang ditampilkan adalah peresmian pabrik tekstil Ratatex (Rahman Tamin Textile) di Balongbendo, Sidoarjo, pada 17 Mei 1958.
Meskipun pabrik tekstil tersebut saat ini sudah lama berhenti beroperasi, momentum peresmian oleh Presiden Soekarno dinilai menjadi bagian penting dari linimasa sejarah modern Sidoarjo.
Melalui inventarisasi data ini, para pegiat sejarah berharap pemerintah daerah dapat segera menindaklanjutinya menjadi kebijakan perlindungan cagar budaya.