Milad ke-109 Aisyiyah, Ribuan Kader di Wonosobo Serukan Dakwah Kemanusiaan
deni setiawan June 22, 2026 12:10 AM

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Dakwah kemanusiaan dinilai menjadi pendekatan penting untuk mewujudkan masyarakat yang harmonis di tengah beragam tantangan sosial dan konflik yang masih terjadi di berbagai belahan dunia. 

Nilai-nilai kasih sayang, toleransi, dan perdamaian menjadi landasan yang terus diperkuat oleh Aisyiyah sebagai gerakan perempuan Islam berkemajuan.

Pengajian publik yang digelar Aisyiyah di Gedung Sasana Adipura Kencana Wonosobo, Minggu (21/6/2026), menjadi ruang untuk menguatkan dakwah kemanusiaan di tengah berbagai tantangan sosial yang terjadi saat ini.

Kegiatan yang dihadiri ribuan kader dan anggota Aisyiyah dari berbagai wilayah di Wonosobo itu menjadi bagian dari peringatan Milad ke-109 Aisyiyah.

Baca juga: Mengenal Gunung Lemah Wonosobo: Susuri Jejak Sejarah Surodilogo, Puncak Tanah Mirip Tumpeng

• Kronologi Dugaan Perundungan Oknum Guru SMA Negeri 2 Bantul, Korban Alami Gangguan Mental

Ketua PD Aisyiyah Wonosobo, Herwati Aliyah mengatakan, tema Milad ke-109 ‘Aisyiyah adalah “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”. 

Tema tersebut sangat kontekstual dengan kondisi global yang saat ini sedang tidak baik-baik saja.

“Peringatan Milad ke-109 Aisyiyah tersebut merefleksikan komitmen ‘Aisyiyah sebagai gerakan perempuan Islam Berkemajuan dalam menyebarkan nilai rahmatan lil-‘ālamin. Yakni nilai-nilai keislaman yang memberikan rahmat bagi seluruh ummat dan alam,” katanya.

Tema itu juga menjadi seruan untuk memberikan perlindungan kepada kelompok rentan, terutama perempuan dan anak, di tengah meningkatnya berbagai konflik dan kekerasan di tingkat global yang masih acap terjadi belakangan ini.

Ketua PW Aisyiyah Jawa Tengah, Eny Winaryani mengatakan, peringatan Milad ke-109 yang bertepatan dengan Hari Keluarga Nasional menjadi momentum penting untuk memperkuat kontribusi perempuan dalam pembangunan keluarga dan masyarakat.

“Dakwah kemanusiaan yang dikembangkan ‘Aisyiyah tidak hanya diwujudkan melalui pengajian dan pendidikan, tetapi juga melalui aksi nyata pemberdayaan di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.

Menurut Eny, penguatan qaryah thayyibah, ketahanan pangan keluarga, pencegahan stunting, dan pengurangan kemiskinan ekstrem merupakan bagian dari ikhtiar mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, berkeadaban dan hidup dalam suasana damai.

Sementara itu, Pimpinan PP ‘Aisyiyah Siti Aisyah menegaskan bahwa dakwah kemanusiaan merupakan inti gerakan ‘Aisyiyah sejak awal berdiri. 

Dakwah tersebut mengedepankan prinsip kasih sayang, toleransi dan perdamaian yang relevan diterapkan dalam kehidupan masyarakat saat ini.

Menurut Aisyah, Islam hadir membawa kebaikan dan keberkahan bagi seluruh manusia dan alam semesta. 

Pendekatan dakwah kemanusiaan berperan penting dalam mewujudkan masyarakat harmonis di tengah keberagaman agama, budaya dan pandangan hidup.

Baca juga: BREAKING NEWS, Bus Putra Perdana Terbakar di Selomerto Wonosobo, Berisi 51 Penumpang

• Kronologi Ambulans Terhalang Konvoi Perguruan Silat di Karanganyar, Pasien Kritis Meninggal

“Semangat rahmatan lil ‘alamin menjadi landasan untuk menghadirkan kehidupan sosial yang saling menghargai dan mampu mengelola perbedaan secara damai,” katanya.

Pendekatan dakwah kemanusiaan, lanjutnya, berperan mewujudkan masyarakat yang harmonis, di mana perbedaan dapat dihargai dan dikelola dengan baik sehingga perdamaian dapat terwujud.

Dia juga menandaskan bahwa sejak berdirinya, ‘Aisyiyah telah menunjukkan kiprah nyata dalam berbagai bidang kehidupan sebagai gerakan perempuan Islam berkemajuan yang berfungsi sebagai wadah konsolidasi sosial masyarakat.

Pemkab Wonosobo mengapresiasi kontribusi organisasi tersebut yang dinilai telah banyak membantu program pembangunan daerah, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan hingga penanganan persoalan kemiskinan dan stunting.

“Selama lebih dari 109 tahun, Aisyiyah telah menunjukkan kontribusi yang konkret dalam bidang pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, pemberdayaan perempuan, hingga penguatan ketahanan keluarga."

"Manfaatnya di rasakan secara luas oleh masyarakat,” jelas Kepala DPUPR Kabupaten Wonosobo, Nurudin Ardiyanto mewakili Bupati.

Menurutnya, peran organisasi kemasyarakatan seperti Aisyiyah menjadi semakin penting di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat perlu terus diperkuat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.