Pembawa Acara TV Minta Maaf Setelah Mengkritik Jeremy Doku karena Meninggalkan Skuad Belgia untuk Menyambut Kelahiran Anak Pertamanya
Hendra Wijaya June 22, 2026 01:20 AM

Pembawa acara televisi Prancis, France Pierron, menyampaikan permintaan maaf pada hari Sabtu setelah menimbulkan kontroversi dalam sebuah segmen di saluran televisi L'Equipe. Ia sempat melontarkan kritik keras terhadap keputusan penyerang sayap tim nasional Belgia, Jeremy Doku, yang memilih untuk sementara meninggalkan Piala Dunia 2026 demi hadir dalam kelahiran anak pertamanya.

Penampilan di media yang menuai reaksi negatif

Kontroversi ini bermula pada hari Jumat dalam acara debat L'Equipe de Choc. Doku, yang saat ini membela Belgia di Piala Dunia 2026, mengungkapkan bahwa ia mungkin akan meninggalkan rekan-rekannya pada bulan Juli untuk menyambut kelahiran anak pertamanya. Keputusan tersebut tidak dapat diterima oleh Pierron, yang menekankan betapa istimewanya kesempatan bermain di turnamen internasional sebesar itu.

"Harus disadari bahwa bermain di Piala Dunia adalah sebuah kehormatan besar, kebahagiaan yang luar biasa. Ada ratusan pesepak bola yang rela melakukan apa saja untuk berada di posisimu; kesempatan seperti ini mungkin hanya datang sekali dalam hidup. Ini adalah momen spesial, impian masa kecil yang menjadi nyata," ujarnya di siaran langsung sebelum menambahkan: "Dan kamu akan meninggalkan semua itu hanya untuk hadir di kelahiran anakmu, yang merupakan momen menjijikkan, maafkan bahasaku, di mana ayah tidak berguna, hanya hadir sebagai figuran."

Pierron menyampaikan permintaan maaf secara terbuka

Reaksi di media sosial muncul dengan cepat dan keras, dengan banyak pengguna mengecam pandangan Pierron tentang peran ayah dan pentingnya momen keluarga. Menghadapi gelombang kritik dari publik dan juga rekan-rekannya, Pierron kemudian menulis pernyataan di akun pribadinya di X untuk menenangkan suasana. Ia menegaskan bahwa komentarnya merupakan pendapat pribadi dan tidak mewakili pandangan pihak stasiun televisi atau tim produksi.

"Saya hanya mengungkapkan pendapat pribadi dalam konteks debat. Pernyataan ini sepenuhnya berasal dari diri saya sendiri dan sama sekali tidak mewakili posisi kolektif. Saya memahami bahwa pernyataan tersebut mungkin mengejutkan, menyinggung, atau melukai sebagian dari Anda, dan saya meminta maaf," tulisnya sebelum menambahkan: "Tujuan saya sama sekali bukan untuk meremehkan peran ayah bersama pasangan dan anak-anak mereka."

Doku tetap memegang teguh prioritas keluarganya

Pemain sayap Manchester City itu sejak awal sudah menegaskan niatnya dengan jelas. Bagi Doku, keluarga tetap menjadi prioritas utama, meskipun ia juga menyadari tanggung jawab profesionalnya bersama tim nasional Belgia. "Itu tergantung pada kapan waktunya, tetapi ini adalah anak pertama saya, jadi saya benar-benar ingin berada di sana," ujarnya kepada media.

Pemain berusia 24 tahun itu melanjutkan dengan menjelaskan pendiriannya: "Jika Anda bertanya apa yang saya inginkan, tentu saja tidak ada yang ingin melewatkan kelahiran anak pertamanya. Namun saya juga tahu bahwa sepak bola melibatkan banyak pertimbangan lain. Saya tahu federasi mendukung para pemainnya dan memahami situasi mereka. Kita akan lihat apa yang bisa dilakukan."

Kekhawatiran kebugaran meningkat di kubu Belgia

Perdebatan mengenai izin keluarga Doku muncul di saat yang sulit bagi Belgia, karena sang pemain juga tengah menghadapi masalah kebugaran di lapangan. Di luar dilema pribadinya, bintang City tersebut mengalami gangguan kesehatan yang menghambat performanya di turnamen, terutama setelah hasil imbang 1-1 pada laga pembuka melawan Mesir. Saat ini, Setan Merah tengah berjuang keras untuk bertahan di Grup D yang sangat kompetitif. Laporan terbaru menyebutkan bahwa infeksi pernapasan berulang membuat Doku harus absen dalam pertandingan penting melawan Iran.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.