BOLASPORT.COM - Mantan bek Borneo FC, Alfharezzi Buffon, membagikan pengalamannya setelah mendapat kesempatan mengikuti pemusatan latihan bersama skuad Timnas Indonesia di bawah arahan pelatih kepala John Herdman.
Bagi Buffon, pemanggilan ke timnas senior menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan kariernya.
Selain mendapat kesempatan berlatih dengan para pemain terbaik Indonesia, ia juga memperoleh banyak pelajaran dari jajaran pelatih yang lebih berpengalaman.
Pemain berusia 20 tahun itu mendapatkan kesempatan berlatih sejak 25-30 Mei 2026 di Jakarta.
Sesi latihan itu untuk persiapan Timnas Indonesia berlaga di ASEAN Championship 2026.
"Yang pertama tentunya pengalaman yang sangat berharga buat saya dipanggil ke timnas senior."
"Saya banyak belajar dari senior juga, dari pelatih-pelatih," ujar Buffon kepada awak media termasuk BolaSport.com.
Pemain berposisi bek sayap kanan itu mengaku fokus utamanya saat berada di timnas Indonesia adalah menyerap sebanyak mungkin ilmu dan pengalaman.
Soal peluang menembus skuad utama, Buffon memilih menyerahkan semuanya kepada proses.
"Tapi yang terpenting buat saya pembelajaran saja."
"Nanti hasil akhirnya kita lihat."
"Kalau misalnya saya lolos Alhamdulillah, kalau memang belum ya saya akan kerja keras lagi," katanya.
Buffon juga mengungkapkan kesannya terhadap sosok John Herdman.
Menurutnya, pelatih asal Inggris tersebut memiliki gairah dan ambisi yang sangat besar untuk membangun tim yang kompetitif.
"Kalau untuk Coach John Herdman, dia punya passion yang sangat kuat," ungkap Buffon.
Lebih lanjut, Buffon menjelaskan John Herdman selalu menuntut para pemain menunjukkan kemauan dan daya juang tinggi dalam setiap sesi latihan.
Tidak ada ruang untuk bersantai karena seluruh pemain didorong untuk bersaing secara maksimal.
"Di setiap latihan dia mau pemain-pemainnya menunjukkan kemauan mereka."
"Jadi kita nggak bisa enjoy-enjoy. Di setiap sesi latihan kita selalu beradu," jelasnya.
Menurut Buffon, John Herdman bahkan menjadikan setiap latihan sebagai sebuah kompetisi kecil.
Sang pelatih ingin membangun mental pemenang dengan menciptakan persaingan sehat di dalam tim.
"Dia pengennya ada tim yang juara di setiap sesi latihan."
"Dia mau ada yang menang, jadi setiap sesi latihan itu seperti perlombaan," tuturnya.