'Jude Umurnya 12 atau Berapa' – Rekan Satu Tim Inggris Bercanda Soal Usia Bellingham Sambil Menjelaskan Mengapa Bintang Real Madrid Itu Telah Menjadi 'Pemimpin' Bersama Kapten Harry Kane
Agus Firmansyah June 22, 2026 03:29 AM

Dan Burn memberikan pujian besar terhadap munculnya Jude Bellingham sebagai sosok pemimpin sejati di dalam skuad tim nasional Inggris, sambil bercanda mempertanyakan usia bintang Real Madrid tersebut. Bek Newcastle United itu menilai pengaruh gelandang muda itu kini sejajar dengan kapten Harry Kane ketika The Three Lions memburu kejayaan di Piala Dunia.

Kepemimpinan dari para pemain elit

Inggris memulai kampanye Piala Dunia 2026 mereka dengan gemilang setelah meraih kemenangan 4-2 atas Kroasia, berkat kontribusi dari dua pemain paling berpengaruh di tim. Burn, yang berbicara dalam konferensi pers di Kansas City, menekankan pentingnya memiliki pemain sekelas Kane dan Bellingham yang tampil di puncak performa mereka di panggung dunia.

"Saya pikir mereka berdua adalah pemimpin dalam tim, bermain untuk klub-klub besar di puncak karier mereka," ujar bek jangkung Newcastle itu kepada para wartawan. "Saya tahu Jude umurnya 12 atau berapa, tapi dia tetap di sana! Jadi dia masih punya jalan panjang ke depan, tapi rasanya dia sudah menjadi pemain besar bagi kami. Itu penting. Saya rasa setiap tim yang memiliki pemain kelas dunia, untuk menjaga mereka tetap bugar, tajam, dan mencetak gol, membutuhkan sedikit keberuntungan agar bisa melaju ke babak akhir turnamen."

Menentukan ritme di lapangan

Penampilan Bellingham di laga pembuka menjadi contoh sempurna permainan gelandang modern, memadukan kecerdasan teknis dengan etos kerja luar biasa. Burn menyoroti bahwa pemain berusia 22 tahun itu memiliki kemampuan unik untuk menginspirasi rekan-rekannya hanya melalui aksinya di menit-menit awal pertandingan, secara efektif menuntut semua orang bermain dengan intensitas yang sama.

"Tapi saya pikir bagi Harry yang mencetak gol-golnya dan Jude juga, saya merasa dia benar-benar ada di seluruh lapangan," tambah Burn. "Saya benar-benar merasa Jude adalah salah satu pemain yang ketika dia sedang tampil bagus, kamu bisa merasakannya. Dia terkadang menentukan ritme permainan. Jika dia melakukan tekel keras dalam tiga menit pertama, itu memberi energi besar. Seperti 'wow, Jude sedang on fire hari ini, saya harus menaikkan level saya sedikit.' Dia punya aura itu. Jadi melihat dia memulai turnamen dengan baik, saya benar-benar senang untuknya."

Menanggapi para pengkritik

Meskipun berstatus sebagai salah satu pemain terbaik dunia, Bellingham tidak luput dari kritik menjelang turnamen. Mantan pemain Borussia Dortmund itu sering menjadi bahan perdebatan mengenai perannya di tim nasional, namun kontribusinya yang menentukan dalam kemenangan atas Kroasia menjadi pengingat kuat akan betapa pentingnya dirinya dalam sistem permainan Thomas Tuchel.

Sang gelandang sendiri berbicara jujur mengenai tekanan yang dihadapinya dari luar tim. "Saya tahu itu bagian dari menjadi pesepak bola; saya tidak menyimpan dendam terhadap siapa pun yang mengatakan hal buruk tentang saya karena terkadang saya memang pantas dikritik," ujarnya. "Hari ini saya merasa senang bisa menunjukkan kepada orang-orang dan mengingatkan mereka siapa saya." Ia menegaskan bahwa fokus utamanya tetap membantu negaranya meraih kesuksesan, bukan memikirkan "keramaian" yang selalu mengiringi pemain berprofil tinggi di Real Madrid.

Suasana spesial Piala Dunia

Selain aspek taktis permainan, Burn juga menyinggung tentang hubungan emosional yang semakin kuat antara skuad dan para pendukung yang datang langsung ke stadion. Setelah peluit akhir dibunyikan di laga pembuka, para pemain bergabung dengan suporter dalam momen menyanyikan lagu hit dari Oasis, yang menurut Burn telah menciptakan atmosfer khas untuk sisa kompetisi di Amerika Utara.

"Itu adalah momen yang luar biasa, benar-benar spesial," kenang Burn. "Jika itu terjadi di setiap pertandingan, akan sangat menakjubkan. Bagi saya, itu momen istimewa, apalagi keluarga saya juga hadir. Itu seperti awal yang sempurna, dan semoga kami bisa terus melaju." Inggris kini akan berusaha mempertahankan momentum positif mereka dan memastikan tiket ke babak gugur saat menghadapi Ghana dalam pertandingan kedua fase grup pada 23 Juni mendatang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.