Pelatih Iran Pertanyakan Ketidakkonsistenan Pejabat AS Setelah Latihan Jelang Laga Piala Dunia Melawan Belgia Dipersingkat
Agus Firmansyah June 22, 2026 03:34 AM

Pelatih tim nasional Iran, Amir Ghalenoei, mengkritik otoritas Amerika Serikat terkait penjadwalan latihan timnya di Piala Dunia, dengan alasan tidak ada konsistensi antara satu pertandingan dan pertandingan lainnya, sehingga Iran berada dalam posisi yang dirugikan menjelang laga-laga berikutnya.

Perjalanan Iran di Piala Dunia kali ini penuh tantangan akibat ketegangan yang terjadi antara Iran dan Amerika Serikat. Markas tim yang awalnya direncanakan berada di Tucson, Arizona, terpaksa dipindahkan ke Tijuana, Meksiko, setelah beberapa anggota staf tidak diberikan visa untuk masuk ke AS.

Skuad Iran harus melakukan perjalanan bolak-balik ke Amerika Serikat untuk pertandingan Grup G mereka karena pembatasan ketat terhadap masa tinggal di negara tersebut. Namun, menurut Ghalenoei, pembatasan tersebut diterapkan secara tidak konsisten dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya.

Dalam pernyataannya pada hari Sabtu, Ghalenoei mengatakan bahwa jadwal terbaru membuat timnya memiliki waktu kurang dari 16 jam untuk mempersiapkan diri, sehingga mereka harus mempersingkat sesi latihan sebelum menghadapi Belgia.

Dia mengatakan: “Kami hanya sempat berlatih setengah dari waktu yang biasanya kami gunakan untuk latihan. Kami ingin memiliki persiapan fisik dan teknis yang optimal.”

Ia menambahkan: “Lihatlah tim Belgia. Mereka tiba kemarin siang dan memiliki kesempatan untuk berlatih dengan baik.”

Ghalenoei juga menyebut bahwa timnya memiliki waktu 24 jam untuk mempersiapkan diri sebelum hasil imbang 2-2 melawan Selandia Baru pada pertandingan pertama. “Kondisinya sekarang menjadi lebih sulit,” ujarnya.

Pelatih berusia 60 tahun itu menyampaikan kritik paling tajam terhadap apa yang ia sebut sebagai ketidakkonsistenan dalam perlakuan terhadap rencana perjalanan tim Iran. Pejabat AS menyatakan bahwa pengaturan perjalanan skuad masih akan terus dievaluasi, sementara pembahasan mengenai kemungkinan pelonggaran beberapa pembatasan masih berlangsung.

Ghalenoei mengatakan bahwa ia telah diberitahu Iran akan memiliki kendali lebih besar atas pengaturan perjalanan mereka sebelum pertandingan terakhir grup di Seattle melawan Mesir pada 26 Juni mendatang.

Ghalenoei menambahkan: “Untuk pertandingan ketiga, mereka mengizinkan kami membuat keputusan sendiri terkait perencanaan perjalanan. Tapi masalah saya adalah, mengapa mereka tidak mengizinkan hal yang sama untuk dua pertandingan pertama? Jika mereka bisa melakukan ini sekarang, mengapa tidak sejak pertandingan pertama dan kedua?”

Meski demikian, Ghalenoei memuji Presiden FIFA, Gianni Infantino, serta badan sepak bola dunia tersebut atas upaya mereka membantu Iran. “Saya yakin FIFA dan Tuan Infantino telah berusaha sebaik mungkin untuk mengatasi tantangan yang kami hadapi. Saya rasa FIFA telah melakukan yang terbaik untuk meminimalkan masalah yang kami alami,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada otoritas AS atas kelancaran proses kedatangan tim meskipun ia kecewa karena kehilangan waktu latihan. “Setelah kami tiba di Amerika Serikat, mereka memastikan semua proses di bea cukai berjalan lancar,” katanya. “Saya ingin berterima kasih kepada pihak AS untuk hal itu. Namun sayangnya, waktu latihan yang kami butuhkan tidak mereka berikan.”

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.