Cody Gakpo menjadi inspirasi di balik kemenangan telak 5-1 yang diraih Belanda atas Swedia, membuat para penggemar Liverpool bertanya-tanya mengapa mereka jarang melihat versi terbaik dari sang winger di Anfield. Pemain berusia 27 tahun itu menjadi arsitek penampilan luar biasa De Oranje di Houston, sekali lagi membuktikan bahwa dirinya tampil sebagai sosok yang benar-benar berbeda ketika mengenakan seragam tim nasional Belanda.
Gakpo tampil klinis dan menemukan ritmenya di turnamen
Pendukung Liverpool sudah terbiasa melihat Gakpo menusuk dari sisi kiri lapangan, tetapi penyelesaian akhirnya di Anfield sering kali tidak seefektif seperti ketika ia bermain untuk timnas. Saat menghadapi Swedia, Gakpo tampil kejam, menembakkan bola ke pojok bawah gawang dengan akurasi tinggi—contoh nyata kepercayaan dirinya dalam sistem permainan Ronald Koeman. Dengan torehan 23 gol dari 52 penampilan, Gakpo kini mempertahankan rasio gol bersama tim nasional yang jauh melampaui performanya di level klub.
Meskipun ia menjadi bagian penting dalam skuad Arne Slot yang menjuarai Premier League musim 2024-25, ketajamannya terkadang hilang di Merseyside. Musim lalu, Gakpo hanya mencetak sembilan gol dari 52 penampilan—kontras dengan efisiensinya di Piala Dunia. Fenomena “Gakpo versi Piala Dunia” tampaknya nyata adanya, karena mantan pemain PSV Eindhoven itu terus menyimpan performa terbaiknya untuk panggung terbesar sepak bola dunia.
'Kebebasan' taktis di balik kebangkitan Belanda
Ketika ditanya mengapa ia selalu tampil lebih baik bersama tim nasional, Gakpo menyinggung adanya perbedaan taktik antara klub dan negara. “Sedikit berbeda,” ujarnya ketika ditanya soal penampilannya yang gemilang di level internasional. “Bagaimana saya bermain di sini, di mana pelatih ingin saya berada, kebebasan yang saya miliki di klub,” lanjutnya, sebelum menghentikan kalimatnya seolah enggan menimbulkan kontroversi di Pusat Latihan AXA. “Ya, kira-kira begitu.”
Penyerang Belanda itu tampil luar biasa dalam lini serang yang lebih cair dan tampak jauh lebih seimbang dibandingkan skuad yang sebelumnya hanya bermain imbang melawan Jepang. Bermain bersama Brian Brobbey dari Sunderland, Gakpo mendapatkan keuntungan dari peran target man yang mampu menarik bek lawan dan menciptakan ruang bagi dirinya untuk melakukan penetrasi ke kotak penalti. “Kebebasan berbeda” itu membuatnya tidak hanya mencetak dua gol, tetapi juga memberikan satu assist, yang turut membawa total gol turnamen ini mencapai angka 100 tercepat sejak tahun 1958.
Brobbey mendapat pujian besar
Meski Gakpo menjadi sorotan utama, Ronald Koeman tak lupa menyoroti peran Brobbey. Striker bertubuh kuat itu dipercaya tampil sejak awal dan membayar kepercayaan pelatihnya dengan mencetak dua gol di babak pertama. “Dalam gol pertama itu ada semua hal yang kami inginkan, kami tahu Brian sangat bagus dalam hal itu,” ujar Koeman. “Dimulai dari Bart Verbruggen yang memberikan umpan bagus kepadanya, lalu kami memiliki kecepatan, dan Brian kembali berada di posisi tepat di depan gawang. Anda tidak bisa mencetak gol yang lebih sempurna lagi, mulai dari penjaga gawang.”
Gakpo pun menggemakan pujian sang pelatih, menyoroti bagaimana kekuatan fisik Brobbey mengubah dinamika serangan Belanda setelah mencetak dua gol hanya dalam waktu 17 menit, yang membuka jalan bagi kemenangan dominan. “Kami semua tahu kualitasnya sejak lama, dia sangat kuat—sangat, sangat kuat,” ujar Gakpo sambil tertawa. “Kemampuannya menahan bola dan muncul di waktu yang tepat di kotak penalti luar biasa. Kami benar-benar memanfaatkan kualitasnya dengan baik dan saya sangat senang dia bisa mencetak dua gol.”
Koeman tetap menuntut lebih meski menang besar
Meskipun skor 5-1 tampak meyakinkan, Koeman tetap menunjukkan standar tinggi saat Belanda berusaha menegaskan diri sebagai kandidat juara sejati. Ia menilai masih ada momen di mana perubahan taktik Swedia menimbulkan masalah bagi timnya. “Hasil yang luar biasa, tetapi ada cukup banyak momen di mana kami berkata: itu bisa lebih baik,” ujar Koeman memperingatkan. “Meskipun menang 5-1, Anda bisa melihat bahwa jika lawan mulai bermain berbeda, kami butuh waktu terlalu lama untuk mengenalinya.”
Kemenangan ini memberikan dorongan besar bagi De Oranje yang sebelumnya mendapat kritik setelah hasil imbang di laga pembuka. Koeman mengakui adanya perubahan suasana dalam tim. “Tentu saja, Anda ingin menang di setiap pertandingan. Anda juga ingin memulai turnamen dengan kemenangan, karena itu memberi ketenangan,” katanya. “Mungkin pergantian pemain kali ini lebih baik dibanding pertandingan sebelumnya. Jadi ada tekanan lebih untuk menang di laga ini, kami tahu ini pertandingan yang wajib dimenangkan. Tapi saya sama sekali tidak merasa tegang.”