BINTANG PIALA DUNIA TIDAK BOLEH TERLEWATKAN
‘Mulai menggantikan Lionel Messi’ - Bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, mendapat julukan ‘bakat terbesar’ dari rival Spanyol di Piala Dunia.
Bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, terus mengguncang dunia sepak bola dengan penampilan gemilangnya, membuat banyak pihak membandingkannya dengan legenda Argentina tersebut. Saat Spanyol bersiap menghadapi Arab Saudi dalam laga Piala Dunia, kubu lawan memberikan pujian tinggi, menyebut remaja ini sebagai pewaris utama takhta Lionel Messi di Camp Nou.
Penerus tahta
Yamal tampaknya tidak bisa berhenti mengumpulkan penghargaan, dengan para penggemar, rekan setim, hingga pelatih lawan terpesona oleh bakat yang ia tunjukkan. Kebangkitannya ke level tertinggi di usia yang begitu muda terasa hampir belum pernah terjadi sebelumnya, dan kini pelatih Arab Saudi, Georgios Donis, menjadi sosok terbaru yang ikut memberikan pujian.
Menjelang pertandingan timnya melawan La Roja, Donis memberikan penilaian luar biasa terhadap pemain sayap berusia 18 tahun itu. “Saya pikir Yamal mungkin saat ini adalah bakat terbesar di dunia. Saya rasa dia mulai menggantikan Messi di Barcelona dengan cara terbaik,” ujar Donis. “Saya belum pernah melihat pemain seusia itu mampu membuat perbedaan sebesar ini, memiliki kualitas seperti itu, dan bermain dengan kedewasaan seperti yang ia tunjukkan.”
Aset terbesar Yamal
Meski dunia sepak bola sering terpesona oleh kemampuan menggiring bola, gol, dan momen ajaib Yamal, Donis menilai aset terbesar pemain muda itu adalah pemahamannya terhadap permainan. Ia menekankan bahwa Yamal memiliki kecerdasan taktis yang biasanya hanya dimiliki pemain veteran yang telah bertahun-tahun bermain di level tertinggi.
“Bagi saya, yang paling penting bukan soal keterampilan, tetapi soal kedewasaan dan pemahamannya mengenai apa yang harus dilakukan di setiap momen, dan itulah perbedaan terbesarnya,” jelas pelatih Arab Saudi tersebut. Ia juga menambahkan bahwa menghadapi pemain sekelas Yamal adalah hal yang menyenangkan bagi dunia sepak bola: “Sungguh luar biasa bagi dunia sepak bola melihat talenta seperti Lamine Yamal, dan indah rasanya menghadapi pemain dengan kualitas setinggi itu.”
Perbandingan era dominasi
Donis bukan sosok asing terhadap legendaris-legendaris Barcelona dari berbagai era. Ia mengingat kembali pengalamannya melatih melawan klub tersebut di masa kejayaan Messi untuk memberikan konteks betapa luar biasanya sensasi muda saat ini. Bagi pelatih asal Yunani itu, pengaruh Yamal di lapangan terasa sangat mirip dengan sang peraih delapan Ballon d'Or.
“Saya masih ingat ketika saya melatih Abuel dan kami menghadapi Barcelona di era Messi,” kenang Donis. “Secara umum, saya melihat Lamine Yamal saat ini sebagai pemain muda dengan kualitas tertinggi yang disertai kedewasaan luar biasa.”
Ketergantungan taktis Spanyol
Di luar level klub, Yamal kini menjadi sosok yang tak tergantikan bagi tim nasional Spanyol. Donis berpendapat bahwa tim asuhan Luis de la Fuente kehilangan ketajaman ketika bintang Barcelona itu dan Nico Williams tidak berada di lapangan, menyoroti kesulitan La Roja dalam mengubah penguasaan bola menjadi peluang berbahaya.
“Saya selalu berbicara dengan jujur, Spanyol bukan tim yang sama ketika Lamine Yamal atau Nico Williams duduk di bangku cadangan,” ungkap Donis. “Tim menjadi berbeda, dalam arti mereka tetap menguasai bola, tetapi kehilangan elemen individu dan kemampuan duel satu lawan satu ketika dua pemain ini absen. Hal ini terlihat jelas pada pertandingan terakhir; meskipun penguasaan bola tinggi, Spanyol kehilangan solusi individu.”