Piala Dunia 2026 Sedang Bergulir, Ternyata Ini Sejarah Aturan Offside yang Terus Berevolusi dalam Sepak Bola
Siti M June 22, 2026 06:34 AM

Grid.ID - Bertepatan dengan Piala Dunia 2026 tak ada salahnya mengetahui dalam aturan-aturan dalam sepak bola. Salah satunya yakni offside yang merupakan salah satu aturan paling penting sekaligus paling sering menimbulkan perdebatan dalam pertandingan sepak bola.

Pelanggaran ini terjadi ketika seorang pemain penyerang berada lebih dekat ke garis gawang lawan dibandingkan bola dan pemain bertahan terakhir saat umpan diberikan oleh rekan setimnya.

Aturan tersebut dibuat untuk mencegah pemain hanya menunggu bola di dekat gawang lawan tanpa ikut membangun permainan. Hingga saat ini, regulasi offside diatur oleh International Football Association Board (IFAB) melalui pedoman resmi Laws of the Game yang digunakan di seluruh dunia.

Berawal dari Konsep dalam Olahraga Rugby

Menurut catatan FIFA, konsep offside sebenarnya berasal dari olahraga rugby. Pada masa awal perkembangannya, aturan ini diterapkan untuk menjaga keseimbangan permainan dan menghindari praktik pemain yang hanya menunggu umpan di area pertahanan lawan.

Seiring berkembangnya sepak bola modern, aturan offside kemudian diadopsi dan mengalami berbagai penyesuaian agar sesuai dengan karakter permainan yang semakin cepat dan dinamis.

Aturan Awal: Harus Ada Tiga Pemain Lawan di Depan

Perubahan besar pertama terkait offside terjadi pada akhir tahun 1863. Saat itu, seorang pemain akan dinyatakan berada dalam posisi offside apabila terdapat kurang dari tiga pemain lawan di antara dirinya dan garis gawang.

Dengan kata lain, pemain penyerang harus memiliki setidaknya tiga pemain lawan, termasuk penjaga gawang, di depannya agar tidak dianggap melanggar aturan.

Aturan ini membuat permainan cenderung lebih defensif dan menyulitkan tim untuk menciptakan peluang mencetak gol.

Revisi Tahun 1925: Menjadi Dua Pemain Lawan

Pada 1925, aturan offside kembali mengalami perubahan signifikan. IFAB memutuskan untuk mengurangi jumlah pemain lawan yang harus berada di depan penyerang dari tiga menjadi dua pemain.

Dalam praktiknya, dua pemain tersebut biasanya terdiri dari satu bek dan seorang penjaga gawang. Perubahan ini membuat permainan menjadi lebih terbuka dan mendorong lahirnya lebih banyak peluang gol.

Revisi tersebut juga dianggap sebagai salah satu perubahan aturan paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola modern.

Perubahan Tahun 1990 Membuat Permainan Lebih Atraktif

Aturan offside kembali diperbarui pada tahun 1990. Dalam revisi ini, seorang pemain tidak lagi dianggap offside jika posisinya sejajar dengan pemain bertahan terakhir.

Perubahan tersebut memberikan keuntungan lebih besar bagi pemain penyerang dan membuat pertandingan menjadi lebih menarik untuk disaksikan.

FIFA dan IFAB berharap aturan baru itu dapat meningkatkan jumlah gol sekaligus mengurangi keputusan offside yang terlalu ketat.

Revisi 1995: Hanya Pemain yang Terlibat Permainan yang Dihukum

Lima tahun kemudian, FIFA dan IFAB kembali melakukan penyempurnaan terhadap aturan offside.

Melalui revisi pada 1995, pemain yang berada dalam posisi offside tidak otomatis dianggap melakukan pelanggaran apabila tidak terlibat aktif dalam permainan. Artinya, seorang pemain baru akan dihukum jika memengaruhi jalannya pertandingan, mengganggu lawan, atau ikut memainkan bola.

Aturan ini membuat interpretasi offside menjadi lebih fleksibel dibandingkan era sebelumnya.

Era Modern dan Peran Teknologi VAR

Memasuki era sepak bola modern, penerapan aturan offside semakin didukung oleh teknologi. Kehadiran Video Assistant Referee (VAR) membantu wasit menentukan posisi pemain dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi.

FIFA juga telah memperjelas bagian tubuh yang digunakan untuk mengukur offside. Saat ini, bagian bawah ketiak termasuk area tubuh yang dapat digunakan sebagai acuan dalam menentukan posisi offside, karena bagian tersebut masih diperbolehkan untuk mencetak gol.

Kompetisi-kompetisi besar dunia, termasuk Premier League, mengikuti pedoman yang telah ditetapkan FIFA dan IFAB tersebut.

Tetap Menjadi Aturan yang Paling Diperdebatkan

Meski telah mengalami berbagai penyempurnaan selama lebih dari satu abad, offside masih menjadi salah satu aturan yang paling sering memicu kontroversi dalam sepak bola.

Namun, keberadaan aturan ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan permainan antara lini serang dan pertahanan. Dan saat momen Piala Dunia 2026, offside tetap menjadi elemen krusial yang dapat menentukan hasil pertandingan sekaligus menunjukkan bagaimana sepak bola terus berkembang mengikuti zaman tanpa meninggalkan prinsip dasar permainannya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.