Manchester City dikabarkan hampir menuntaskan transfer besar untuk merekrut bintang Nottingham Forest, Elliot Anderson, dalam sebuah kesepakatan yang diyakini akan berdampak signifikan bagi Inter Milan. Menurut laporan dari Gazzetta dello Sport, kepindahan gelandang tim nasional Inggris tersebut ke Stadion Etihad bisa membantu Nerazzurri menyelesaikan dua urusan sekaligus.
Anderson, yang memiliki nilai sekitar £150 juta, telah muncul sebagai salah satu gelandang paling diminati di Liga Premier. Meski Manchester United telah lama menunjukkan minat, pemain berusia 23 tahun itu kini berada di ambang kepindahan ke rival sekota mereka, dengan tes medis yang dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat.
Transfer Anderson ke Manchester City akan memaksa Nottingham Forest kembali ke bursa transfer, dan pemain buangan Inter, Davide Frattesi, bisa menjadi pengganti yang diincar untuk mengisi kekosongan tersebut. Pemain asal Italia itu memang masih menjadi salah satu target utama The Tricky Trees. Namun, mereka harus terlebih dahulu menjual Anderson sebelum bisa bergerak untuk mendatangkan mantan pemain Sassuolo tersebut.
Masuknya dana besar dari penjualan Anderson akan memberikan dorongan finansial besar bagi Forest dan langsung menempatkan mereka di depan Napoli serta Juventus dalam perburuan tanda tangan Frattesi. Sementara itu, Inter akhirnya memutuskan untuk menjual gelandang yang tidak lagi menjadi pilihan utama tersebut setelah kembali gagal tampil impresif musim ini.
Kepindahan Frattesi ke City Ground diperkirakan akan menambah sekitar €25 juta ke kas Inter. Selain itu, penjualan ini akan membuka ruang untuk merekrut satu gelandang baru di tengah upaya klub mendatangkan bintang Liverpool, Curtis Jones, yang sempat hampir bergabung dengan Nerazzurri pada jendela transfer Januari lalu.
Dengan kepergian Frattesi dan tambahan dana segar, Inter akan memperoleh fleksibilitas keuangan sekaligus kesempatan untuk merombak lini tengah mereka. Jones sebelumnya telah mencapai kesepakatan pribadi dengan juara bertahan Serie A tersebut sebelum Liverpool membatalkan kesepakatan pada musim dingin lalu.
Namun, tampaknya keputusan tersebut hanya menunda sesuatu yang tak terhindarkan.