Diawali dengan sejumlah merek minyak goreng kemasan yang banyak digunakan masyarakat kini dijual dengan harga di atas Rp40 ribu untuk ukuran 2 liter,
Selanjutnya tak datang ke Kediri saat pembukaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU, Presiden Prabowo Subianto memilih untuk datang ke Bangkalan.
Terakhir kebijakan pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Surabaya mulai berdampak luas.
Berikut selengkapnya:
Baca juga: Jatim Terpopuler: Kebakaran 2 Rumah Saat Mati Lampu hingga Wilayah Lamongan Kena Pemadaman Listrik
Sejumlah merek minyak goreng kemasan yang banyak digunakan masyarakat kini dijual dengan harga di atas Rp40 ribu untuk ukuran 2 liter, sehingga menjadi perhatian para konsumen, khususnya ibu rumah tangga.
Pantauan di sejumlah toko dan minimarket di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, menunjukkan harga minyak goreng masih bergerak dinamis.
Perbedaan harga antar merek tetap terlihat, namun sebagian besar sudah berada pada kisaran yang relatif tinggi.
Di sisi lain, masyarakat mulai kembali mudah mendapatkan minyak goreng bersubsidi Minyakita setelah sebelumnya sempat langka di pasaran.
Ketersediaan stok yang membaik menjadi kabar positif, meski harga jualnya juga mengalami kenaikan.
Kondisi tersebut membuat konsumen harus lebih cermat memilih produk sesuai kebutuhan dan anggaran belanja rumah tangga.
Beberapa merek premium mengalami kenaikan harga, sementara minyak goreng subsidi tidak lagi dijual dengan harga yang jauh lebih murah seperti sebelumnya.
Berdasarkan pantauan TribunJatim.com, Minggu (21/6/2026), minyak goreng merek SunCo dan Sania ukuran 2 liter masing-masing dijual seharga Rp44.500 per kemasan plastik.
Sementara SunCo kemasan botol ukuran 2 liter dibanderol lebih tinggi, yakni Rp48.200.
Di tengah kenaikan harga minyak goreng, keberadaan Minyakita mulai kembali mudah ditemukan di sejumlah toko di Pare setelah sebelumnya cukup sulit diperoleh.
Namun, harga minyak goreng bersubsidi tersebut kini juga telah menembus Rp41.000 untuk kemasan 2 liter.
"Senang kalau ada minyak murah seperti Minyak Kita. Tapi sekarang Minyak Kita juga mahal. Harganya sudah di atas Rp40.000 per 2 liter," kata Aminah, ibu rumah tangga di Pare, Minggu (21/6/2026).
Selain kemasan 2 liter, Minyakita juga tersedia dalam kemasan botol 800 mililiter dengan harga Rp17.000.
Sementara itu, minyak goreng merek Bimoli masih terpantau sulit ditemukan di sejumlah toko maupun minimarket di wilayah Pare, Kabupaten Kediri.
BACA SELENGKAPNYA >>>
Baca juga: Jatim Terpopuler: Jambret Tewaskan ASN di Surabaya hingga Warga Jember Kesal PLN Sering Pemadaman
Meski tak datang ke Kediri saat pembukaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU, namun Presiden Prabowo Subianto memilih untuk datang ke Bangkalan.
Sebab, saat berada di Bangkalan, Presiden RI Prabowo Subianto akan melakukan penutupan acara tersebut.
Prabowo memang dikabarkan akan datang ke Kabupaten Bangkalan untuk menghadiri Penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU) di Institut Agama Islam Syaikhona Cholil, Desa Martajasah, Bangkalan, Jawa Timur pada Selasa (23/6/2026).
Persiapan menyambut presiden ke-8 di pesisir Barat Kota Bangkalan itu hingga Minggu (21/6/2026), sudah hampir 100 persen.
Puluhan lembar banner bertuliskan, Penutupan Munas-Konbes NU sudah terpasang rapi, termasuk tenda berukuran besar dengan balutan penutup kain putih sudah berdiri megah.
"Alhamdulillah persiapan sudah hampir 100 persen, kami antusias menyambut kehadiran Bapak Presiden RI, Prabowo Subianto. Semoga beliau tidak ada halangan sehingga bisa datang ke Bangkalan," ungkap Wakil Syuriah PCNU Kabupaten Bangkalan, KH Imron Fattah kepada Tribun Madura di lokasi.
Tatapan Kiai Imron lantas tertuju terhadap sejumlah warga yang mayoritas berusia produktif, tanpa lelah mempersiapkan segala kebutuhan, sebuah wujud dedikasi tinggi warga terhadap kelancaran penutupan forum permusyawaratan tertinggi NU itu.
Di bawah terik panas dan terpaan semilir angin pesisir, sesekali Kiai Imron menghela nafas panjang.
Dalam benak pengasuh Popes Mambaus Salam Bangkalan itu, terbesit sebuah harapan besar tentang segera terwujudnya lapangan kerja yangluas bagi masyarakat Bangkalan.
Sebagaimana yang pernah digelorakan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi.
Di mana Kabupaten Bangkalan diplot sebagai bagian dari Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) 13 dalam kansep aglomerasi Gerbang Kertosusilo atau Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan.
"Setidaknya mereka (warga yang membantu persiapan acara penutupan Munas-Konbes NU) atau anak cucu kita kelak tidak sulit mencari pekerjaan di kampung halaman sendiri, tidak perlu pergi merantau ketika di Bangkalan tersedia banyak lapangan kerja," tutur Kyai Imron dengan nada lirih.
Ia kemudian mencontohkan rencana pembangunan Indonesian Islamic Science Park (IISP) di Kawasan Kaki Jembatan Suramadu sisi Madura (KKJSM) yang menjadi salah satu amanat dalam Perpres Nomor 80 Tahun 2019 yang ditandatangani Presiden Ke-7 Joko Widodo pada 20 November 2019.
Namun hingga kini, pembangunan IISP yang menjadi usulan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa itu belum juga teralisasi.
"Jika pembangunan IISP terwujud, saya yakin bisa memunculkan multiplier effects karena simpul-simpul ekonomi masyarakat sekitar akan tumbuh. Apalagi di dalam IISP akan dibangun masjid sebagai ikon di pintu masuk Pulau Maduar," harap Kyai Imron.
BACA SELENGKAPNYA >>>
Baca juga: Jatim Terpopuler: Rumah Penitipan Ganja di Sidoarjo hingga Demo Kritik Korupsi MBG di Surabaya
Kebijakan pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Surabaya mulai berdampak luas.
Mulai dari kawasan permukiman warga, fasilitas olahraga di kawasan Surabaya Timur, hingga matinya fasilitas publik seperti lampu lalu lintas (traffic light) di Jalan Ngagel yang terpantau padam total pada Sabtu (20/6/2026) pagi sekitar pukul 10.02 WIB.
Tak hanya mengganggu arus lalu lintas, pemadaman listrik ini juga menyasar fasilitas kesehatan di pusat kota hingga memicu insiden menegangkan.
Tiga warga Surabaya bernama Lely, Dona, dan Ermina dilaporkan sempat terjebak di dalam lift sebuah rumah sakit saat hendak turun lantai.
Ermina menceritakan, aliran listrik ke fasilitas lift tersebut sempat mengalami kegagalan fungsi atau anjlok sebanyak dua kali, yakni sekitar pukul 11.00 WIB dan pukul 13.00 WIB.
“Lift mati dua kali dan langsung terasa anjlok di dalam. Untungnya kondisi tersebut tidak berlangsung lama, hanya beberapa menit saja karena petugas rumah sakit langsung sigap berkoordinasi,” ungkap Ermina cemas saat ditemui media, Sabtu (20/6/2026).
Kendati sektor fasilitas publik sempat tersendat, para pelaku industri Event Organizer (EO) dan pengelola gedung pertemuan di Surabaya mengaku telah menyiapkan langkah mitigasi berlapis jauh-jauh hari sehingga operasional bisnis tetap berjalan normal.
General Manager Dyandra Convention Center Surabaya, Wahyuni Wara Astuti, menegaskan jalannya agenda pameran pernikahan tradisional berskala besar, Surabaya Wedding Festival (SWF 2026), sama sekali tidak terganggu oleh fluktuasi daya PLN.
"Kami sudah menyiapkan genset cadangan dengan matang. Jika aliran listrik dari PLN mati total, sistem genset kami akan otomatis menyala dan menggantikan daya dalam waktu singkat, sekitar 10 detik saja," ujar perempuan yang akrab disapa Yuyun tersebut, Jumat (19/6/2026).
Meski demikian, Yuyun memaparkan tantangan tersendiri ketika tegangan listrik PLN hanya mengalami penurunan (drop) dan tidak padam sepenuhnya.
Kondisi tersebut membuat genset otomatis tidak membaca adanya pemutusan arus, sehingga tim engineering internal harus dengan sigap mengaktifkannya secara manual.
Yuyun optimistis bisnis MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) serta industri wedding di Surabaya akan tetap bergeliat positif karena menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang esensial.
Langkah antisipasi serupa juga diperlihatkan oleh raksasa properti Pakuwon Group. General Manager Pakuwon Mall, Hendie Santoso, memastikan seluruh pusat perbelanjaan di bawah naungan Pakuwon Group seperti Tunjungan Plaza (TP), Pakuwon Mall, Grand Pakuwon Mall, Pakuwon City Mall, hingga Royal Plaza sudah menyiagakan mesin genset, ketersediaan bahan bakar solar, hingga personel teknis dalam kondisi siap tempur.
Hendie memaparkan, pemadaman listrik yang sempat terjadi sekitar tiga jam pada waktu sore hari kemarin nyaris tidak dirasakan oleh jutaan pengunjung mal karena proses transisi daya ke genset berjalan sangat cepat dan smooth.
BACA SELENGKAPNYA >>>