Berlatih Beladiri Sejak Kelas 4 SD, Polwan Polda Kalsel Juara Taekwondo Internasional di Jepang
Ratino Taufik June 22, 2026 07:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Menekuni seni beladiri asal Korea Selatan sejak belia, polwan berhijab dan memiliki paras cantik dari Polda Kalimantan Selatan ini berhasil meraih prestasi di The 22nd Wata Internasional Taekwondo Championship 2026 di Omaha Arena, Osaka, Jepang, April lalu.

Dia adalah Brigpol Ihya ‘Ainizzahra, SH, yang saat ini berdinas di Polres Kota Banjarbaru.

Polwan kelahiran Sragen, 8 Desember 2001 ini akrab disapa Ihya yang mana sejak kecil hingga sekarang bertempat tinggal di Banjarbaru.

Rupanya di balik kemenangan itu tersimpan kisah menarik, jati dirinya sebagai seorang atlet taekwondo ia temukan pertama kalinya saat kelas 4 Sekolah Dasar.

“Sejak kecil saya sudah sering berlatih taekwondo dan itu sekarang menjadi passion saya di dunia olahraga,“ ungkapnya kepada BPost pada Sabtu (20/6).

Polwan berprestasi ini mengatakan, kegemarannya dalam menekuni olahraga taekwondo bermula dari mengikuti ekstrakurikuler di sekolah. Berkat ketekunannya dalam berlatih taekwondo malah mengantarkan Ihya menjadi seorang atlet muda Polri berprestasi hingga kancah Internasional.

Ihya mulai mengikuti kejuaraan sejak duduk di bangku kelas 5 SD dan sampai saat ini sudah ada beberapa penghargaan yang pernah diraih, baik tingkat provinsi, nasional maupun internasional.

“Kejuaraan tertinggi yang pernah saya ikuti pada tahun 2025 yaitu kejuaraan World Police and Fire Games di Alabama, Amerika Serikat. Kejuaraan dunia antarpolisi yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali ini menjadi ajang bergengsi bagi anggota Polri,“ paparnya.

Perlombaan tahun ini terbilang sangat berkesan baginya sebab selain menambah pengalaman tentu juga menambah relasi pertemanan.

Baca juga: Parkir Ilegal di Siring 0 Kilometer, Dishub Banjarmasin akan Tindaklanjuti Keluhan Warga

Bakat yang ia miliki bukan berasal dari warisan turun temurun keluarga, bukan juga mengikuti jejak orangtua melainkan ia hanya berlatih bersama pelatih.

Alumni SMAN 2 Banjarbaru tersebut saat ini masih fokus menjadi atlet sehingga belum aktif menjadi pelatih taekwondo walaupun sederet penghargaan telah disabetnya.

Bahkan sampai saat ini ia masih rutin berlatih taekwondo disela kesibukannya sebagai seorang polisi. Rutinitasnya bekerja di instansi kepolisian ini tidak membuat dirinya kesulitan mengatur waktu. Ia masih bisa berlatih dengan maksimal apalagi ketika ada perintah khusus pemusatan latihan menjelang pertandingan.

Saat mengikuti pertandingan di Jepang, Ihya menyampaikan jika dirinya berhasil menyingkirkan lawannya dari 19 negara.

Rasanya tidak mudah dalam menaklukkan lawan meskipun telah mempersiapkan diri selama tiga bulan di Pelatihan Nasional Polri. Lulusan S1 Ilmu Hukum Sultan Adam Banjarmasin tersebut merasa gugup menjelang pertandingan.

Belum lagi faktor perbedaan cuaca di sana juga cukup mengganggunya karena saat tiba waktunya ia bertanding hingga pertandingan itu berakhir justru suhu udara di Osaka mencapai 10 derajat Celcius.

Upaya yang dapat ia lakukan di posisi genting ini hanya bisa menikmati momen yang ada dan tetap fokus pada tujuan serta cara bermain.

Kemenangan ini tentu membuat orangtuanya merasa bangga terhadap hasil yang diperoleh ihya setelah bekerja keras selama berbulan-bulan.

Saat ini atlet andalan Polda Kalsel tersebut sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti Kejuaraan Kapolri Cup pada bulan Juli mendatang. Selain itu ia juga sedang berharap bisa mendapatkan kesempatan bergabung dengan Tim Garbha Presisi Polri untuk Kejuaraan World Police di Perth, Australia pada Tahun 2027 mendatang.

Ihya berpesan bagi para atlet taekwondo di Kalimantan Selatan agar berlatihlah dengan keras, nikmati setiap proses ataupun menu latihan yg diberikan oleh pelatih.

(banjarmasinpost.co.id/Kristin Juli Saputri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.