Renungan Katolik Senin 22 Juni 2026, Balok di Matamu
Gordy Donovan June 22, 2026 09:47 AM

Oleh: Bruder Pio Hayon SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik Senin 22 Juni 2026.

Tema renungan katolik  "balok di matamu”.

Renungan katolik disiapkan untuk hari biasa pekan XII Tahun A.

Bacaan hari Senin: 2 Raj 17:5-8.13-15a.18; Mzm 60:3.4-5.12-13; Mat 7:1-5 dan BcO Za 8:1-17.20-23.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 22 Juni 2026, Jangan Menghujat Sesama

Bacaan Pertama:

Kemudian majulah raja Asyur menjelajah seluruh negeri itu, ia menyerang Samaria dan mengepungnya tiga tahun lamanya.

Dalam tahun kesembilan zaman Hosea maka raja Asyur merebut Samaria. Ia mengangkut orang-orang Israel ke Asyur ke dalam pembuangan dan menyuruh mereka tinggal di Halah, di tepi sungai Habor, yakni sungai negeri Gozan, dan di kota-kota orang Madai.

Hal itu terjadi, karena orang Israel telah berdosa kepada TUHAN, Allah mereka, yang telah menuntun mereka dari tanah Mesir dari kekuasaan Firaun, raja Mesir, dan karena mereka telah menyembah allah lain,

dan telah hidup menurut adat istiadat bangsa-bangsa yang telah dihalau TUHAN dari depan orang Israel, dan menurut ketetapan yang telah dibuat raja-raja Israel.

TUHAN telah memperingatkan kepada orang Israel dan kepada orang Yehuda dengan perantaraan semua nabi dan semua tukang tilik: "Berbaliklah kamu dari pada jalan-jalanmu yang jahat itu dan tetaplah ikuti segala perintah dan ketetapan-Ku, sesuai dengan segala undang-undang yang telah Kuperintahkan kepada nenek moyangmu dan yang telah Kusampaikan kepada mereka dengan perantaraan hamba-hamba-Ku, para nabi."

Tetapi mereka tidak mau mendengarkan, melainkan mereka menegarkan tengkuknya seperti nenek moyangnya yang tidak percaya kepada TUHAN, Allah mereka.

Mereka menolak ketetapan-Nya dan perjanjian-Nya, yang telah diadakan dengan nenek moyang mereka, juga peraturan-peraturan-Nya yang telah diperingatkan-Nya kepada mereka; mereka mengikuti dewa kesia-siaan, sehingga mereka mengikuti bangsa-bangsa yang di sekeliling mereka, walaupun TUHAN telah memerintahkan kepada mereka: janganlah berbuat seperti mereka itu.

Sebab itu TUHAN sangat murka kepada Israel, dan menjauhkan mereka dari hadapan-Nya; tidak ada yang tinggal kecuali suku Yehuda saja.

Mazmur Tanggapan:

Engkau telah membuat umat-Mu mengalami penderitaan yang berat, Engkau telah memberi kami minum anggur yang memusingkan.

Kepada mereka yang takut kepada-Mu telah Kauberikan panji-panji, tanda untuk berlindung terhadap panah. Sela

Supaya terluput orang-orang yang Kaucintai, berikanlah keselamatan dengan tangan kanan-Mu dan jawablah kami!

Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita.

Bacaan injil Katolik:

P: Inilah Injil Tuhan Kita Yesus Kristus karangan Santo Matius
U: Dimuliakanlah Tuhan

"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.

Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.

Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?

Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.

Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu." (Mat 7:1-5)

P: Demikianlah Injil Tuhan
U: Terpujilah Kristus

Renungan Harian Katolik

"Balok di matamu”

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Hari ini kita diajak untuk merenungkan sikap hati dalam menilai sesama. Bacaan pertama menyingkapkan bagaimana bangsa Israel jatuh ke dalam dosa karena meninggalkan Allah dan mengikuti jalan bangsa lain. Injil menegaskan bahwa sebelum kita menilai orang lain, kita harus terlebih dahulu melihat diri sendiri. Yesus menggunakan gambaran yang tajam: jangan melihat selumbar di mata saudara, sementara ada balok di mata kita.

Saudara-saudari terkasih. 

Pada bacaan ini (2Raj. 17:5-8.13-15a.18) menggambarkan tentang bangsa Israel yang jatuh ke dalam dosa karena tidak setia kepada Allah. Mereka menolak teguran para nabi dan memilih jalan bangsa lain. Akibatnya, murka Allah menimpa mereka. Bacaan ini menegaskan bahwa ketidaksetiaan dan kesombongan membawa kehancuran. Dalam bacaan Injil (Mat. 7:1-5) Yesus menegur sikap munafik dalam menilai orang lain. Ia mengingatkan bahwa kita harus terlebih dahulu membersihkan diri sebelum menilai sesama. Gambaran “balok di mata” menekankan bahwa kesalahan kita sering lebih besar daripada yang kita lihat pada orang lain, tetapi kita cenderung menutup mata terhadapnya. Poin refleksi yang kita renungkan “Kesetiaan kepada Allah”: Bacaan pertama menegaskan pentingnya kesetiaan. Ketika bangsa Israel meninggalkan Allah, mereka kehilangan arah dan jatuh dalam kehancuran. Kesetiaan adalah dasar hidup rohani yang kokoh. “Mengakui kelemahan diri”: Injil mengajak kita untuk melihat balok di mata sendiri. Mengakui kelemahan diri adalah langkah pertama menuju pertobatan dan kerendahan hati. Tanpa kesadaran ini, kita mudah jatuh dalam sikap menghakimi. “Mengasihi tanpa menghakimi”: Yesus mengajarkan bahwa kasih sejati tidak menghakimi, melainkan menolong sesama untuk bertumbuh. Dengan hati yang penuh kasih, kita mampu melihat sesama bukan sebagai objek penilaian, tetapi sebagai saudara yang sama-sama membutuhkan rahmat Allah.

Saudara-saudari terkasih,

Pesan untuk kita, pertama,  kesetiaan kepada Allah menjaga kita dari kehancuran dan memberi arah hidup yang benar. Kedua, mengakui kelemahan diri menuntun kita pada pertobatan dan kerendahan hati. Ketiga, kasih sejati terwujud ketika kita berhenti menghakimi dan mulai menolong sesama dengan hati yang murni.  Tuhan memberkati kita. (Sumber iman katolik.or.id/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.