Populer Regional: Sosok Guru Viral Lecehkan SPG - 'Tembok Ratapan Solo' Bikin Penasaran Warga Ambon
Wahyu Gilang Putranto June 22, 2026 08:38 AM

 

Pelaku beraksi dengan cara merekam bagian bawah rok korban terekam CCTV dan viral di media sosial.

Terkait hal ini, Disdikbud Sukoharjo telah menonaktifkan sementara BSN dari tugasnya, sementara sehari-hari pelaku dikenal memiliki karakter arogan dan jumawa.

Kemudian ada kediaman Jokowi di Solo dipadati warga dari berbagai daerah Indonesia, pada Minggu (21/6/2026).

Bahkan, ada warga Ambon rela menunggu lama demi bertemu dan berfoto dengan Jokowi.

Tembok Ratapan Solo viral membuat warga penasaran datang ke rumah Jokowi.

Berikut rangkuman berita populer regional selama 24 jam terakhir:

1. Sosok Guru SD yang Viral Lecehkan SPG di Solo, Dikenal Arogan dan Jumawa, Kini Nasibnya Disanksi

KASUS PELECEHAN - (Kiri) Seorang pegawai swalayan di Solo laporkan dugaan pelecehan yang ia alami ke Mapolresta Solo, Kamis (18/6/2026). Aksi pelaku terekam CCTV dan (Kanan) Tangkapan layar aksi pelecehan seksual di swalayan di Solo. Pelaku merekam bagian dalam rok korban. (Kolase Tribunnews.com/Kolase: TribunSolo.com/Istimewa)

Kasus pelecehan seksual terhadap perempuan masih menjadi persoalan serius yang mendapat perhatian luas di Indonesia.

Data Catatan Tahunan (Catahu) Komnas Perempuan mencatat sebanyak 24.417 kasus kekerasan seksual terjadi sepanjang 2025. 

Angka tersebut menunjukkan bahwa ancaman kekerasan seksual masih membayangi kehidupan perempuan di berbagai ruang dan situasi.

Tidak hanya terjadi di lingkungan privat, kasus pelecehan seksual juga kerap berlangsung di ruang publik, mulai dari jalanan, transportasi umum, hingga fasilitas umum yang seharusnya menjadi tempat aman bagi masyarakat.

Terbaru yang baru viral lewat media sosial, seorang Sales Promotion Girl (SPG) menjadi korban pelecehan saat bekerja di sebuah toko swalayan di Kota Solo, Jawa Tengah.

Mirisnya, pelaku merupakan guru SD yang seharusnya menjadi contoh baik untuk murid-muridnya.

Siapa sosoknya?

Berdasarkan penelusuran Tribunnews.com, pelaku diketahui berinisial BSN.

Ia tercatat sebagai guru SD di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo, Jawa Tengah.

BSN berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Kepala Disdikbud Sukoharjo, Havid Danang Purnomo Widodo dalam kesempatannya membongkar sosok BSN.

Pelaku dikenal memiliki karakter yang tidak baik.

Baca selengkapnya.

2. Kondisi Istri yang Ditusuk Suaminya saat Ambil Rapor di Semarang, Sudah Pulang usai Dapat Penanganan

Angka kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih jadi masalah serius yang harus dihadapi pemerintah.

Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mencatat, jumlah total kasus kekerasan yang terjadi dalam periode Januari-Oktober 2025 mencapai 25.180 kasus, dengan 26.861 korban.

Dari data tersebut, 14 ribu kasus terjadi di lingkungan rumah tangga dengan korban mencapai 15 ribu lebih.

Korban KDRT mayoritas adalah perempuan dan anak.

Kasus terbaru terjadi di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Seorang perempuan berinisial AY (25) ditusuk oleh diduga kuat suaminya sendiri, F (29).

Bahkan, aksi penusukan tersebut dilakukan di lingkungan SD di Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (19/6/2026).

Aksi penusukan tersebut, terjadi saat keduanya menghadiri undangan sekolah untuk mengambil rapor anak mereka.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang pun mendampingi korban.

Kepala DP3A Kota Semarang, Eko Kirsnarto menuturkan, korban telah didampingi sejak pertama kali mendapatkan penanganan medis usai ditusuk pelaku.

Baca selengkapnya.

3. Kebakaran Lahan: 5,3 Hektare di Banjar Kalsel Terbakar, 3 Hektare di Klaten Juga Ludes

KEBAKARAN LAHAN  - Proses pemadaman oleh BPBD Kabupaten Klaten pada lahan seluas tiga hektar yang terbakar di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada Sabtu (20/6/2026). (HO/ BPBD Kabupaten Klaten).
KEBAKARAN LAHAN - Proses pemadaman oleh BPBD Kabupaten Klaten pada lahan seluas tiga hektar yang terbakar di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada Sabtu (20/6/2026). (HO/ BPBD Kabupaten Klaten). (Tribunnews.com/HO)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di dua desa di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan pada Sabtu (20/6/2026). 

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari atau yang akrab disapa Aam mengatakan qpi menghanguskan lahan seluas 5,3 hektare yang berada di Desa Simpang Lima, Kecamatan Cintapuri Darussalam, dan Desa Pesayangan, Kecamatan Martapura. 

"Adapun rincian area terbakar adalah dua hektare lahan di Desa Simpang Lima dan 3,3 hektare lahan di Desa Pesayangan," mata Aam dalam Siaran Pers BNPB pada Minggu (21/6/2026).

Dia mengatakan BPBD Kabupaten Banjar bersama tim gabungan langsung menuju lokasi terdampak untuk melakukan pemadaman. 

Ia juga menyatakan saat ini petugas masih melakukan pemadaman di Desa Pesayangan.

"Kondisi terkini api yang membakar Desa Simpang Lima berhasil dipadamkan, namun untuk wilayah Desa Pesayangan masih dilakukan pemadaman," kata Aam.

Selain itu, ia juga menyatakan kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Sabtu (20/6/2026) pukul 15.45 WIB. 

Lahan seluas tiga hektare yang berada di Desa Kaligawe Kecamatan Pedan, dilaporkan ludes dilalap sijago merah. 

"Penyebab kebakaran diduga setelah terjadinya pembakaran sampah yang kemudian merambat ke lahan dan rumput yang mulai mengering," ungkapnya.

Baca selengkapnya.

4. Aksi Dukung MBG Muncul di Berbagai Kota di Tengah Demo dan Kasus Korupsi, Apa Tuntutannya?

DEMO - Warga Jambi berdemo dukung program MBG di kantor DPRD Provinsi Jambi pada Jumat (19/6/2026). Pendemo menyerukan untuk melanjutkan program MBG (Tribunjambi.com)
DEMO - Warga Jambi berdemo dukung program MBG di kantor DPRD Provinsi Jambi pada Jumat (19/6/2026). Pendemo menyerukan untuk melanjutkan program MBG (Tribunjambi.com) (Tribun Jambi)

Aksi dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bermunculan di sejumlah kota, bersamaan dengan gelombang demonstrasi dan sorotan kasus korupsi yang menjerat Badan Gizi Nasional (BGN).

Berdasarkan catatan Tribunnews.com, aksi mendukung MBG terjadi di:

  • Surabaya,
  • Jember,
  • Jambi,
  • Medan,
  • Pontianak,
  • hingga Jakarta.

Massa pendukung menegaskan tuntutan agar program tetap berjalan demi keberlanjutan gizi anak bangsa, transparansi tata kelola, serta perlindungan dari praktik korupsi.

Di Medan, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution bahkan menemui massa pendukung MBG pada Jumat (20/6/2026) dan menilai program tersebut bermanfaat bagi anak-anak sekolah serta layak dilanjutkan.

Aksi dukungan ini muncul bersamaan dengan penolakan MBG oleh sejumlah elemen masyarakat serta proses hukum yang tengah berjalan terhadap kasus dugaan korupsi di lingkungan BGN. Kejaksaan Agung (Kejagung) masih melakukan penyidikan dan pengembangan perkara tata kelola MBG.

Terbaru, pada Kamis (18/6/2026) malam, Kejagung menetapkan Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review, Glory Harimas Sihombing (GHS), sebagai tersangka baru. Dengan demikian, total enam orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Baca selengkapnya.

5. 'Tembok Ratapan Solo' Bikin Penasaran Warga Ambon Kunjungi Rumah Jokowi

KUNJUNGI RUMAH JOKOWI - Sany Kusuma, warga Ambon, Provinsi Maluku berfoto di depan kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Kelurahan Sumber, Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (21/6/2026). Kediaman Jokowi dipenuhi masyarakat dari berbagai daerah tepat di hari ulang tahunnya.
KUNJUNGI RUMAH JOKOWI - Sany Kusuma, warga Ambon, Provinsi Maluku berfoto di depan kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Kelurahan Sumber, Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (21/6/2026). Kediaman Jokowi dipenuhi masyarakat dari berbagai daerah tepat di hari ulang tahunnya. (Tribunnews.com/Gilang Putranto)

Kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Kelurahan Sumber, Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah masih dipenuhi masyarakat dari berbagai daerah, Minggu (21/6/2026).

Berdasar pantauan Tribunnews.com di lokasi pukul 14.30 WIB, masyarakat masih silih berganti mendatangi rumah Jokowi.

Meski Jokowi sedang tidak berada di rumah, masyarakat masih setia menunggu mantan Wali Kota Solo itu yang dikabarkan akan kembali menemui warga pukul 16.00 WIB.

Sany Kusuma, warga Ambon, Provinsi Maluku masih duduk setia menunggu kehadiran Jokowi.

Bersama tiga orang rombongannya, Sany duduk di dekat meja yang menghidangkan es teh dan kue pukis gratis untuk warga.

Kepada Tribunnews.com, Sany mengaku sudah tiba di kediaman Jokowi sejak pukul 09.00 WIB.

Tetapi, setelah lebih dari lima jam, Sany belum berkesempatan untuk bersalaman maupun berfoto dengan Jokowi.

"Tadi sempat ketemu Pak Jokowi pas keluar menggunakan mobil, tapi cuma lihat belum sempat salaman. Saya bilang 'kami dari Ambon akan menunggu', Pak Jokowi melambaikan tangan," ungkap Sany.

Ia menceritakan sejak pagi antrean di Gang Kutai Utara itu sangat panjang.

Sany mengungkapkan alasannya berkunjung ke rumah Jokowi.

Ia mengaku penasaran dengan 'tembok ratapan Solo'. 

Istilah ini berawal dari lelucon dan konten media sosial yang menampilkan warga berakting seolah meratap di depan pagar rumah tersebut.

"Jadi kami ada acara kawinan di Masjid Sheikh Zayed Solo, saya niatnya pengen foto-foto saja dengan tembok ratapan, kan di sosmed ramai, karena mumpung di Solo, jadi sekalian di sini," ungkapnya.

Baca selengkapnya.

(Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.