TRIBUNSTYLE.COM - Kasus penyekapan dan penganiayaan sadis yang menimpa seorang wanita berinisial YTR (29) di Cileunyi, Kabupaten Bandung, terus menyisakan cerita pilu sekaligus janggal. Sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan hingga kehilangan penglihatan, YTR sempat dinyatakan hilang tanpa jejak oleh pihak keluarga selama bertahun-tahun.
Di tengah keputusasaan mencari keberadaan YTR yang sudah tiga bulan tanpa kabar, keluarga sempat mendatangi tempat kerjanya hingga menyebarkan poster orang hilang di media sosial. Upaya tersebut sempat membuahkan secercah harapan saat sebuah pesan WhatsApp tiba-tiba masuk dari nomor ponsel korban. Namun, isi pesan tersebut justru di luar dugaan.
Adik korban, Syahrul Ulum, menceritakan bagaimana bingungnya keluarga saat menerima pesan singkat tersebut.
"Jadi selama kakak saya pas dicari ke tempat kerja itu tiga bulan gak ada kabar, sempet diviralin sama kakak yang pertama lewat Instagram," kata Syahrul dikutip dari TV One, Minggu (21/6/2026).
Alih-alih memberikan kabar baik atau meminta tolong, pesan yang dikirim dari nomor YTR itu justru berisi makian. Pesan tersebut dengan tegas meminta pihak keluarga untuk berhenti mencari keberadaannya.
"Tapi tiba-tiba kakak perempuan yang jadi korban sekarang tiba-tiba ada nge-WA," katanya. "Bilangnya tuh kasar bilangnya, jadi gak mau dicari lagi, gitu bilangnya," lanjut Syahrul.
Naluri keluarga pun berbicara. Mereka merasa ada yang tidak beres dan menaruh curiga bahwa pesan kasar tersebut bukan ditulis oleh YTR, melainkan oleh orang lain yang sengaja menggunakan ponsel korban untuk memutus komunikasi.
Baca juga: Pesan Kasar dari WA Wanita Korban Penyekapan Pacar di Bandung, Keluarga Curiga Dikirim Pelaku
Dugaan kuat mengarah kepada sang kekasih, yang kini menjadi buronan utama. "Jadi yang kemarin tuh kayaknya pelaku yang ngancem-ngancem yang marah-marah ke keluarga teh, kayaknya pelaku," ungkap Syahrul.
Setelah tiga tahun hidup dalam ketidakpastian tanpa titik terang, kabar mengejutkan akhirnya datang. YTR ditemukan telah dilarikan ke rumah sakit. Awalnya, keluarga mendapat informasi bahwa korban mengalami kecelakaan. Namun, setelah melihat kondisinya yang memprihatinkan dengan luka parah hingga mengalami kebutaan, tabir gelap itu akhirnya terkuak: YTR diduga kuat telah disekap dan disiksa selama tiga tahun terakhir.
Hingga saat ini, pelaku yang diduga merupakan kekasih korban masih melenggang bebas. Pihak kepolisian dari Direktorat PPA dan PPO Polda Jabar pun tengah bergerak cepat untuk meringkus pelaku yang dikenal licin ini.
Baca juga: Jangan Pulang dari Bandung Sebelum Mencoba 8 Batagor Favorit Ini, Riri Hingga Haji Isan
Dir PPA dan PPO Polda Jabar, Kombes Rumi Untari, menegaskan bahwa pengejaran masih terus berjalan secara intensif. "Masih proses, nanti dikabari. Kami masih lakukan pendalaman," tegasnya, Minggu (21/6/2026).
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, membeberkan bahwa pelaku terus berpindah tempat demi menghindari sergapan petugas. Polisi bahkan sempat melakukan penggerebekan di beberapa lokasi, namun pelaku selalu berhasil lolos di detik-detik terakhir.
"Kepolisian sudah beberapa hari ini berjibaku untuk mencari tersangka," kata Hendra, Jumat (19/6/2026). "Memang dari beberapa hasil pemetaan kita ini, tersangka berpindah-pindah. Dan hampir beberapa waktu kita menggerebek, tetapi yang bersangkutan masih bisa meloloskan diri," pungkasnya.
(TribunStyle.com/TribunBogor.com)