TRIBUNGORONTALO.COM – Sosok pelari yang menjadi perhatian publik dalam insiden di Mandiri Jogja Marathon 2026 ternyata memiliki jejak kedinasan yang cukup dekat dengan Gorontalo.
Pelari tersebut diketahui adalah Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang saat ini menjabat Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro.
Nama Brigjen TNI Yuniar ramai diperbincangkan setelah video yang memperlihatkan dirinya berinteraksi dengan petugas lintasan atau marshal di ajang Mandiri Jogja Marathon 2026 beredar luas di media sosial, Minggu (21/6/2026).
Peristiwa itu bermula saat seorang pria yang diduga pengawal atau ajudan pelari dihentikan oleh marshal karena berada di lintasan lomba tanpa mengenakan nomor peserta resmi atau BIB.
Baca juga: BPJS Kesehatan Buka Lowongan Kerja Lulusan D3 Semua Jurusan, Pendaftaran Tutup 23 Juni 2026!
Keputusan marshal tersebut sempat memicu perdebatan. Dalam video yang beredar, pelari yang dikawal terlihat menghampiri petugas dan menyampaikan keberatan atas pelarangan tersebut.
Pelari itu menjelaskan bahwa pria tanpa BIB tersebut merupakan pengawal pribadinya. Ia juga menyebut dirinya sebagai peserta undangan resmi dalam ajang tersebut.
Meski demikian, petugas tetap berpegang pada aturan perlombaan. Pria yang tidak terdaftar sebagai peserta resmi tidak diperkenankan melanjutkan lari di lintasan.
Insiden itu kemudian menjadi perbincangan luas di media sosial. Banyak warganet memberikan apresiasi kepada marshal yang dinilai konsisten menegakkan aturan tanpa memberikan perlakuan khusus kepada siapa pun.
Di tengah ramainya pembahasan mengenai kejadian tersebut, perhatian publik kemudian mengarah kepada identitas pelari yang terlibat dalam perdebatan dengan marshal.
Bagi masyarakat Gorontalo, nama Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono bukanlah sosok yang asing. Sebelum meniti karier sebagai perwira tinggi TNI AD, ia pernah menjabat sebagai Dandim 1304/Gorontalo pada 2016.
Jabatan tersebut membuatnya cukup dikenal karena pernah memimpin satuan teritorial yang membawahi wilayah Kota Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango.
Brigjen TNI Yuniar merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1997 dari kecabangan Artileri Medan (Armed).
Karier militernya terus berkembang melalui sejumlah penugasan strategis. Ia pernah menjabat Danmen Armed 2/Sthira Yudha, Kasubditbinmantrolik Sdirbinum Pussenarmed, Kasrem 152/Baabullah Kodam XV/Pattimura, hingga Paban VIII/Binkumtaltibprot Spersad Mabesad.
Selain pengalaman di dalam negeri, Yuniar juga memiliki rekam jejak pendidikan pertahanan internasional. Pada 2025, ia menjadi salah satu perwakilan Mabes TNI yang mengikuti program pendidikan pertahanan global di luar negeri, termasuk kursus pertahanan di Inggris.
Pada Juni 2026, ia resmi dipercaya menduduki jabatan Danrem 072/Pamungkas menggantikan Brigjen TNI Bambang Sujarwo yang mendapat promosi sebagai Kasdam XII/Tanjungpura.
Kini, di tengah viralnya insiden Jogja Marathon 2026, sosok mantan Dandim 1304/Gorontalo tersebut kembali menjadi perhatian publik. (*)