“Penyintas banjir sudah kembali menempati Huntara yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat angin kencang pada awal Juni lalu. AKTHAILLAH, Keuchik Rumoh Rayek
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Sebanyak 36 unit hunian sementara (Huntara) yang beberapa waktu lalu rusak akibat diterjang angin kencang di Desa Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, akhirnya selesai diperbaiki. Alhasil, para penyintas banjir yang sebelumnya terdampak kerusakan bangunan kini telah kembali menempati Huntara tersebut.
Keuchik Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Akthaillah kepada Serambi, Sabtu (20/6/2026), mengatakan, seluruh proses perbaikan Huntara telah rampung setelah kerusakan yang terjadi akibat angin kencang pada 2 Juni 2026 lalu. Akthaillah menjelaskan, perbaikan mencakup empat unit Huntara yang dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) serta 32 unit Huntara yang dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat.
“Seluruh Huntara sudah diperbaiki. Penyintas banjir sudah kembali menempati Huntara yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat angin kencang pada awal Juni lalu,” kata Akthaillah saat dihubungi, kemarin.
Ia menerangkan, secara umum kondisi bangunan sudah siap ditempati. Saat ini, hanya tersisa beberapa pekerjaan kecil seperti pemasangan pintu dan gembok yang masih dalam tahap penyelesaian. “Untuk bangunan sudah selesai. Hanya ada beberapa pekerjaan kecil yang sedang dikerjakan seperti pemasangan pintu dan gembok,” tukas Keuchik Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Akthaillah.(jaf)
PADA bagian lain, Keuchik Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Akthaillah mengungkapkan, meski perbaikan Huntara telah tuntas, ia mengaku masih terdapat persoalan lain yang dihadapi para penyintas banjir. Menurut Akthaillah, hingga kini warga yang tinggal di Huntara belum menerima bantuan jatah hidup (jadup) maupun bantuan stimulan yang diharapkan dapat membantu pemulihan ekonomi keluarga pascabencana.
Selain itu, bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) yang diusulkan untuk 18 kepala keluarga (KK) juga belum sepenuhnya terealisasi. “Untuk bantuan DTH yang diusulkan sebanyak 18 orang, baru 11 orang yang sudah menerima. Sedangkan jadup dan bantuan stimulan sampai sekarang belum disalurkan,” ungkapnya.(jaf)