Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pemadaman aliran listrik oleh PLN ternyata sangat berdampak ke pengusaha di Kota Bogor.
Salah satu pengusaha yang terdampak akibat pemadaman listrik ini adalah Haidar Wurjanto pemilik Es Teh Indonesia, Raindear, sampai Padel Life.
Ia mengaku sampai mengalami kerugian sampai puluhan juta.
Haidar mengatakan, kejadian ini terjadi saat pemadaman listrik terjadi di wilayah Pandu Raya, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, pada Sabtu (20/6/2026).
Di wilayah ini, ada beberapa tempat usaha miliknya salah satunya Es Teh Indonesia.
"Jadi memang saya lagi di Samuda (tempat usaha Haidar). Terus jam 1 atau 2 siang lah itu mati lampu. Saat dicek oleh Tim ternyata semua Pandu Raya juga mati," kata Haidar saat dihubungi wartawan, Senin (22/6/2026).
Ia pun mengecek informasi kepada semua tim bahwa tidak ada informasi yang diterima terkait pemadaman ini.
"Dan saya juga cross check ke tim. Ini sebelumnya ada informasi enggak? kata saya gitu. Oh, enggak ada, Pak, gitu kata tim. Kemarin juga di gudang, Kradenan juga, kita ada gudang kan, itu juga mati lampu, gitu," ujarnya.
"Saat itu, apalagi kan di resto kan ada lagi ada tamu, apalagi kan weekend. Lagi ramai, ada yang booking," tambahnya.
Ia bersama tim di usahanya itu panik karena memang belum mempersiapkan pengganti listrik saat pemadaman.
Kondisi di semua tempat usahanya itu sedikit kacau.
"Jadi ya, serba panik dan serba harus gerak cepat, gitu. Dan tamu-tamu kan mungkin ya enggak tahu kondisi, ya mungkin sama-sama lagi panik dan panas, akhirnya ya agak sedikit keos sih kemarin," ucapnya.
Jam pemadaman listrik ini, sambung Haidar, merupakan jam ramai pelanggan yakni disekitar pukul 13.00-15.00 WIB.
Tempat usahanya di Pandu Raya itu, saat pemadaman berlangsung memang sedang ramai.
Tidak hanya itu, banyak pelanggan yang akhirnya memilih untuk tidak jadi masuk akibat pemadaman listrik ini.
"Satpam pasti menjelaskan kan. Ini sekarang lagi mati lampu. Tentu ya pelanggan akhirnya pulang lagi karena memang mati lampu," ujarnya.
Ia pun memperkirakan kerugian yang dialaminya bisa mencapai puluhan juta.
"Dengan jam yang cukup prime time ya, jam 1 sampai jam 3 sore, itu kan saya bisa mengantongi mungkin dari berapa restoran saya tuh waktu-waktu itu orang yang mau masuk dan belanja itu mungkin sampai ya satu meja, dua meja, 10 meja, 30 meja," ujarnya.
Ia berharap, PLN bisa lebih cepat memberikan informasi jika ada pemadaman listrik.
Ia yang berprofesi sebagai pengusaha ini bisa mempersiapkan ketika hal itu terjadi.
Terutama dalam mempersiapkan genset sebagai pengganti aliran listrik.
"Coba kalau ada komunikasi dulu, ya kita bisa siapkan genset dan kita tetap bisa operasional sebagaimana mestinya. Karena kalau tiba-tiba mendadak kan kita juga tidak mau customer datang-datang gelap-gelap, mereka pun juga beli dengan produk dan experience yang tidak optimal, ya saya juga enggak mau merusak nama brand saya juga gitu," tandasnya.
Sementara itu, Haidar sempat curhat di media sosial miliknya.
Ia menunjukan bahwa salah satu tempat usaha miliknya yang berada di Jalan Pandu Raya sedang ramai pengunjung.
Beberapa orang pengunjung terlihat kegerahan sampai mengipas-ngipaskan daftar menu.
"Owner-owner bisnis di Sepanjang Jalan Pandu Raya pasti ikut degdegan. Yang disayangkan adalah tidak ada informasi sebelumnya. Pemadaman mungkin bisa diantisipasi," tulis Haidar di medsos miliknya yang dilihat TribunnewsBogor.com