“Ini adalah peluang emas bagi generasi muda Kota Subulussalam untuk memperoleh pendidikan berkualitas dan berdaya saing tinggi tanpa terbebani biaya pendidikan." Haji Rasyid Bancin, Wali Kota Subulussalam
SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Kota Subulussalam resmi ditetapkan sebagai penyelenggara Sekolah Nasional Terpadu (SNT) Rintisan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Hebatnya lagi, Subulussalam menjadi satu-satunya daerah di Pulau Sumatera yang dipercaya untuk menyelenggarakan SNT Rintisan pada 2026.
Hal tersebut dibenarkan Wali Kota Subulussalam Haji Rasyid Bancin (HRB) saat dikonfirmasi Serambi melalui telepon, Minggu (21/6/2026). "Alhamdulillah, Kota Subulussalam resmi ditetapkan penyelenggara SNT tahun 2026, satu-satunya di Pulau Sumatera," kata HRB.
Keberhasilan itu bukan tanpa alasan. Saat verifikasi, Subulussalam, mendapat skor tertinggi serta dokumen lengkap dan memenuhi syarat. Di samping itu, HRB juga melakukan lobi intensif ke pemerintah pusat, sehingga daerahnya masuk daftar prioritas.
HRB yang berlatar belakang seorang pendidik ini menjelaskan, SNT akan dibangun di Desa Lae Saga, Kecamatan Longkip. Lokasi itu, dekat dengan perbatasan Kabupaten Aceh Singkil.
Dengan demikian, anak-anak yang masuk SNT bukan hanya putra putri Subulussalam, tapi juga dari Singkil seperti anak-anak dari Kecamatan Singkohor dan Kecamatan Kota Baharu.
Menurut HRB, pembangunan gedung dan fasilitas SNT akan dimulai tahun ini dengan anggaran mencapai Rp 300-560 miliar. Gedung SNT Rintisan didukung fasilitas pendidikan lengkap dan modern.
Seluruh peserta didik memperoleh pendidikan secara gratis, termasuk seragam sekolah, laptop, dan berbagai sarana pendukung lainnya. "Ini adalah peluang emas bagi generasi muda Kota Subulussalam untuk memperoleh pendidikan berkualitas dan berdaya saing tinggi tanpa terbebani biaya pendidikan," kata HRB.
Atas nama Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam, HRB mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, khususnya Ditjen PAUD Dikdas dan PNFI atas kepercayaan kepada Pemko Subulussalam sebagai penyelenggara SNT.
"Mari kita bersama-sama mendukung program ini demi kemajuan pendidikan dan masa depan anak-anak Kota Subulussalam," tukasnya.(de)
Kendati pembangunan gedung SNT Rintisan di Subulussalam baru dimulai tahun ini, namun penerimaan siswa baru sekolah tersebut juga mulai dibuka pada tahun 2026.
Ini menjadi kabar baik bagi masyarakat Subulussalam dan Aceh Singkil, agar anak-anaknya segera mendapat pendidikan gratis berkualitas.
Wali Kota Haji Rasyid Bancin atau akrab disapa HRB menyatakan Pemko Subulussalam telah menyiapkan dua lokasi alternatif untuk mendukung aktivitas belajar mengajar sambil menunggu pembangunan gedung permanen SNT selesai.
Alternatif pertama di gedung eks Sekolah Rakyat Rintisan Kota Subulussalam. Itu apabila gedung permanen Sekolah Rakyat yang sedang dibangun selesai tahun ini. Alternatif kedua di gedung SMK di Penanggalan, yang akan direhab Pemerintah Kota Subulussalam.
Sedangkan tenaga pendidik juga telah disiapkan. Untuk sementara merupakan guru yang ada di Kota Subulussalam. "Intinya penerimaan murid baru sudah siap dilaksankan tahun ini," tegas HRB.
Tahap awal SNT Rintisan Kota Subulussalam membuka jenjang SMP dan SMA, sebanyak 120 orang. Masing-masing untuk jenjang pendidikan tingkat SMP sebanyak 60 orang dan tingkat SMA sebanyak 60 orang.
SNT fokus desil 3 sampai 7, namun tidak menutup kemungkinan untuk di bawah desil 3 karena sekolah rakyat belum memenuhi sepenuhnya.(de)