Direktur Utama PSIM Yogyakarta Ungkap Rencana Klub di Bursa Transfer Pemain Super League
Yoseph Hary W June 22, 2026 10:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM - PSIM Yogyakarta harus berbenah dan telah menyiapkan rencana klub jelang bursa transfer pemain Super League yang dibuka 28 Juli 2026 hingga 30 September 2026. 

Rencana Laskar Mataram di bursa transfer awal musim pun telah diungkap oleh Direktur Utama PSIM, Yuliana Tasno. 

Visi jangka panjang

Ia menegaskan bahwa PSIM Yogyakarta memilik visi jangka panjang agar bisa kompetitif di liga. 

Namun sejumlah faktor menjadi pertimbangan, di antaranya soal bagaimana menambah pemain, pengembangan potensi pemain muda dan juga menjaga keseimbangan finansial klub. 

Yuliana Tasno pada Minggu (21/6/2026) menyatakan ambisi memperkuat skuad harus tetap disesuaikan dengan kemampuan finansial klub.

“Kalau itu pasti kita menambah amunisi (pemain). Tapi target itu harus diimbangi dengan pengeluaran klub,” ujar Liana.

Pertimbangan klub untuk tidak jor-joran membeli pemain di bursa transfer pemain pun ditegaskan Liana karena PSIM Yogyakarta akan membangun tim secara bertahap.

Manajemen Laskar Mataram juga menegaskan tidak akan jor-joran di bursa transfer demi menjaga kesehatan finansial klub sekaligus menyiapkan fondasi yang kuat untuk masa depan.

Yuliana Tasno mengatakan penambahan pemain tetap menjadi kebutuhan tim untuk tetap eksis dan bersaing di kasta tertinggi. Namun harus sesuai kemampuan finansial.

Menurut Liana, mendatangkan banyak pemain bintang bukan satu-satunya cara membangun tim yang kompetitif.

Ia menilai langkah tersebut justru berpotensi menjadi bumerang apabila tidak dibarengi perencanaan keuangan yang matang.

“Jadi jangan sampai kami ini jorjoran tapi membuat kapok gitu. Saya punya visi bahwa bagaimanapun juga pengembangan usia mudanya itu harus diperhatikan. Karena kan pengembangan usia muda ini nanti yang akan menyuplai ke first team,” jelasnya.

Potensi pemain muda

Liana menegaskan, pengembangan pemain muda menjadi bagian penting dari visi jangka panjang PSIM.

Ia menilai klub-klub yang memiliki sistem pembinaan kuat akan lebih berkelanjutan dibanding hanya mengandalkan aktivitas transfer pemain setiap musim.

Menurutnya, akademi dan pembinaan usia muda harus menjadi fondasi utama dalam membangun tim yang sehat dan kompetitif.

Dengan sistem tersebut, kebutuhan skuad utama dapat dipenuhi dari pemain hasil binaan sendiri.

“Di luar negeri adalah pengembangan usia muda, bagaimana usia muda ini bisa menyuplai ke tim utama,” tegasnya.

Karena itu, Liana meminta para pendukung PSIM bersabar menantikan komposisi skuad musim depan.

Ia menegaskan manajemen sedang menyusun tim dengan mempertimbangkan kebutuhan jangka pendek sekaligus keberlanjutan klub dalam jangka panjang.

“Itu yang sedang kami kerjakan, tapi sabar gitu. Karena kami ini juga baru promosi gitu kan. Gak ada yang instan, semuanya butuh proses,” pungkasnya.(MUR)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.