Tribunlampung.co.id, Tanggamus - Kawasan perikanan Kabupaten Tanggamus, Lampung, mencatat sejumlah komoditas utama yang menjadi penopang terbesar produksi, terutama ubur-ubur, ikan tongkol, layang biru, kembung, selar kuning, serta nibung.
Baca juga: Anak Aniaya Ayah Tiri hingga Tewas di Garut, Dipicu Emosi karena Adik Dimarahi
Deretan hasil laut tersebut tidak hanya menjadi tulang punggung tangkapan nelayan, tetapi juga membentuk struktur ekonomi pesisir yang semakin kuat di wilayah tersebut, khususnya di kawasan pesisir yang aktivitasnya terus berkembang.
Dalam beberapa tahun terakhir, kinerja sektor perikanan di Tanggamus menunjukkan arah pertumbuhan yang stabil.
Baik perikanan tangkap maupun budidaya sama-sama mengalami peningkatan produksi dan dinilai semakin berperan dalam menopang perekonomian masyarakat lokal di Bumi Begawi Jejama.
Aktivitas penangkapan di laut hingga pengelolaan tambak darat kini berjalan berdampingan sebagai sumber penghidupan utama warga pesisir dan pedalaman.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tanggamus, Darma Setiawan, menegaskan bahwa tren produksi kedua sektor tersebut masih berada dalam jalur positif.
“Perikanan tangkap memiliki tren peningkatan setiap tahunnya. Begitu juga sektor budi daya yang hampir setiap tahun mengalami peningkatan produksi,” kata Darma kepada Tribun Lampung, Minggu (21/6).
Distribusi komoditas perikanan juga memperlihatkan spesialisasi antarwilayah.
Kecamatan Pematang Sawa tercatat sebagai pusat produksi ubur-ubur, sementara wilayah seperti Kota Agung dan Limau berperan sebagai pemasok utama ikan tongkol, layang biru, kembung, dan selar kuning.
Pola ini menunjukkan adanya keterkaitan kuat antara karakter wilayah pesisir dan jenis hasil tangkapan yang dihasilkan nelayan setempat.
Dari sisi budidaya dan pengelolaan, pemerintah daerah mencatat masih terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi fluktuasi produksi, mulai dari kondisi cuaca, ketersediaan bahan bakar, kualitas benih, hingga gangguan hama dan penyakit ikan.
Situasi ini mendorong perlunya penguatan teknologi serta dukungan sarana produksi agar produktivitas tetap terjaga.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Dinas Perikanan Tanggamus terus mendorong pengembangan program pemberdayaan pembudidaya ikan kecil melalui bantuan sarana dan prasarana, sekaligus memperluas penerapan teknologi seperti bioflok dan Recirculating Aquaculture System (RAS).
Upaya ini diarahkan untuk memperkuat daya saing sektor perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan target pertumbuhan produksi budidaya di atas tiga persen per tahun dan harapan agar sektor ini semakin menjadi penopang utama ekonomi daerah.
( Tribunlampung.co.id / Oky Indra Jaya )