TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Persijap Jepara menunjukkan keseriusannya dalam menyambut kompetisi Indonesia Super League 2026-2027.
Setelah mengakhiri musim 2025-2026 di peringkat ke-13 klasemen akhir, tim berjuluk Laskar Kalinyamat kini bertekad tampil lebih kompetitif dan menjauh dari persaingan papan bawah.
Dengan komposisi skuad sementara yang memadukan pemain lokal berpengalaman dan sejumlah legiun asing berkualitas, Persijap berpeluang menjadi salah satu tim yang mampu memberikan kejutan pada musim mendatang.
Manajemen tim mulai membangun fondasi yang lebih kuat di semua lini. Kehadiran pemain-pemain asing dari Spanyol, Portugal, Brasil, Prancis, Argentina, Burundi, hingga Niger menjadi sinyal bahwa Persijap tidak ingin sekadar menjadi peserta pelengkap di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Kekuatan Persijap musim ini tampak berada di sektor gelandang.
Nama-nama seperti Borja Martínez, Alexis Gómez, Aly Ndom, Lucas Morelatto, dan Borja Herrera diproyeksikan menjadi motor permainan tim.
Mereka akan berkolaborasi dengan pemain lokal seperti Wahyudi Hamisi, Dicky Kurniawan, Felix Marcelino, Rendi Saepul, hingga Ambrizal Umanailo yang memiliki pengalaman di kompetisi nasional.
Kombinasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan kreativitas sekaligus keseimbangan permainan di lini tengah Persijap.
Di lini belakang, Persijap memiliki sejumlah pemain yang siap menjadi tembok kokoh.
Kehadiran bek asal Spanyol Tiri dan bek Portugal Diogo Brito akan menambah kualitas pertahanan.
Mereka akan didukung pemain lokal seperti Rahmat Hidayat, Akbar Arjunsyah, Firman Ramadhan, Zahran Alamsah, dan Buyung Ismu Lessy.
Sementara di bawah mistar, Persijap memiliki beberapa pilihan penjaga gawang, yakni Muhammad Ardiansyah, Sendri Johansah, Raufa Aghastya, dan Sheva Sanggasi.
Di sektor serangan, Persijap memiliki sejumlah pemain yang berpotensi menjadi pembeda.
Nama Iker Guarrotxena dari Spanyol, França asal Brasil, dan Sudi Abdallah dari Burundi diperkirakan akan menjadi tumpuan dalam membobol gawang lawan.
Selain itu, ada pula pemain lokal seperti Prince Kallon, Ardi Ardiana, dan Raia Irvanza yang siap memberikan warna di lini depan.
Kehadiran sejumlah penyerang dengan karakter berbeda membuat Persijap memiliki banyak opsi dalam menerapkan strategi sepanjang musim.
Musim lalu, Persijap harus puas mengakhiri kompetisi di posisi ke-13 klasemen. Hasil tersebut menjadi evaluasi penting bagi tim untuk memperkuat kedalaman skuad dan meningkatkan konsistensi permainan.
Dengan materi pemain yang lebih beragam serta kombinasi talenta lokal dan asing, Persijap Jepara memiliki peluang untuk tampil lebih baik pada Indonesia Super League 2026-2027.
Jika mampu membangun chemistry tim sejak awal musim dan menjaga performa secara konsisten, bukan tidak mungkin Laskar Kalinyamat dapat bersaing di papan tengah bahkan mengganggu dominasi tim-tim besar.
Persijap kini bersiap membuka lembaran baru. Dukungan suporter serta kesiapan skuad menjadi modal penting bagi klub asal Jepara tersebut untuk menghadapi kerasnya persaingan Indonesia Super League musim 2026-2027.
GK — Muhammad Ardiansyah — Indonesia
DF — Tiri — Spanyol
MF — Indra Arya — Indonesia
MF — Heriansyah Yan — Indonesia
MF — Borja Martínez — Spanyol
FW — Sudi Abdallah — Burundi
DF — Rahmat Hidayat — Indonesia
DF — Akbar Arjunsyah — Indonesia
DF — Firman Ramadhan — Indonesia
FW — Ardi Ardiana — Indonesia
GK — Sendri Johansah — Indonesia
MF — Rendi Saepul — Indonesia
GK — Raufa Aghastya — Indonesia
MF — Restu Akbar — Indonesia
DF — Diogo Brito — Portugal
MF — Felix Marcelino — Indonesia
FW — Raia Irvanza — Indonesia
MF — Alexis Gómez — Argentina
MF — Wahyudi Hamisi — Indonesia
FW — Iker Guarrotxena — Spanyol
DF — Zahran Alamsah — Indonesia
MF — Aly Ndom — Prancis
DF — Najeeb Yakubu — Niger
MF — Dicky Kurniawan — Indonesia
FW — Prince Kallon — Indonesia
MF — Adzikry Fadlillah — Indonesia
MF — Seva Bernadine — Indonesia
DF — Buyung Ismu Lessy — Indonesia
MF — Lucas Morelatto — Brasil
MF — Borja Herrera — Spanyol
FW — França — Brasil
MF — Ambrizal Umanailo — Indonesia
GK — Sheva Sanggasi — Indonesia