TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Suasana haru menyelimuti sebuah rumah yang hangus terbakar di Jalan Mujahidin, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Minggu 21 Juni 2026.
Sehari setelah kobaran api melahap bangunan tersebut, puing-puing masih berserakan di setiap sudut rumah, sementara aroma asap menyengat masih terasa di sekitar lokasi.
Lantai dan dinding bangunan rumah mewah tersebut tampak menghitam akibat amukan si jago merah.
Air sisa proses pemadaman masih menggenang di sejumlah bagian rumah, membuat suasana terlihat memilukan.
Baca juga: Terungkap! Rumah Mewah Terbakar di Belakang Masjid Mujahidin, Pemilik Beberkan Penyebabnya
Di tengah kondisi tersebut, anggota keluarga korban terus berdatangan untuk melihat kondisi rumah sekaligus berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih tersisa.
Namun, sebagian besar harta benda di dalam rumah tidak berhasil diselamatkan.
Hanya beberapa barang yang masih bisa ditemukan di antara tumpukan puing dan material bangunan yang terbakar.
Salah satu anggota keluarga korban, Teddy (51), tampak sibuk keluar-masuk area rumah sambil memantau kemungkinan munculnya api susulan.
Meski kondisi fisiknya terlihat lemah, ia tetap berusaha membantu proses penyelamatan barang yang masih tersisa.
Baca juga: Rumah Kayu di Sambas Ludes Terbakar Tengah Malam, Warga Panik Selamatkan Permukiman Sekitar
Teddy mengaku langsung menuju lokasi setelah menerima kabar kebakaran.
Bersama keponakannya, ia bergegas menggunakan sepeda motor menuju rumah keluarga mereka.
"Saya langsung ngebut ke sini setelah mendapat telepon. Saat sampai, api sudah besar. Untungnya om saya sudah berhasil diselamatkan," ujarnya.
Saat mencoba masuk ke dalam rumah, Teddy mendapati hampir seluruh isi bangunan sudah hangus terbakar.
Ia mengatakan hanya beberapa helai pakaian yang masih dapat diselamatkan.
"Begitu masuk, hampir semuanya sudah habis. Barang-barang banyak yang tidak terselamatkan, paling hanya sedikit pakaian," katanya.
Dalam upaya menyelamatkan barang berharga, Teddy bahkan sempat masuk ke dalam rumah dengan bantuan kantong plastik besar yang diberikan petugas pemadam kebakaran.
Namun tebalnya asap membuat dirinya kesulitan bernapas hingga akhirnya pingsan.
"Saya sempat memasukkan barang-barang berharga yang masih ditemukan ke dalam plastik. Tapi asap terlalu tebal, saya tidak kuat dan akhirnya dibantu keluar," tuturnya.
Akibat terlalu banyak menghirup asap, Teddy harus mendapatkan penanganan dari tim medis dan diberikan bantuan oksigen di lokasi kejadian.
Selain kerugian materi, keluarga juga mengungkapkan bahwa pemilik rumah mengalami luka bakar ringan pada bagian kepala dan tangan saat kejadian.
Korban kini telah mendapatkan perawatan medis dan beristirahat di rumah kerabat.
Menurut Teddy, korban merupakan seorang dokter senior yang pernah bertugas cukup lama di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soedarso Pontianak.
"Om saya dokter senior, pernah lama bertugas di RS Soedarso. Sekarang beliau masih dalam pemeriksaan dan beristirahat," ungkapnya.
Meski mengalami luka, korban dilaporkan dalam kondisi sadar dan masih sempat berkomunikasi dengan anak-anaknya melalui telepon setelah kejadian.
Keluarga yang berada di Jakarta juga dikabarkan segera berangkat ke Pontianak untuk mendampingi orang tua mereka.
Untuk sementara waktu, keluarga memutuskan membawa korban tinggal di rumah kerabat hingga kondisi kesehatan pulih dan situasi pascakebakaran lebih kondusif.