Papua Jaga Identitas: Bahasa Biak Bergema di Panggung Pesparawi Nasional XIV
Hans Arnold Kapisa June 22, 2026 11:44 AM

 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Kontingen Provinsi Papua yang diwakili Kabupaten Biak Numfor menampilkan kekayaan budaya dan spiritualitas dalam lomba Vocal Group Pesparawi Nasional XIV di Arfak Convention Center Polda Papua Barat, Kabupaten Manokwari, Senin (22/6/2026).

Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari para penonton yang hadir.

Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kabupaten Biak Numfor, Onny Dangeubun, menyampaikan bahwa Provinsi Papua mengikuti 12 kategori lomba dalam Pesparawi Nasional XIV, dengan Biak Numfor dipercaya mewakili enam kategori.

Menurut Onny, penampilan tim Vocal Group berjalan sesuai harapan setelah melalui proses latihan panjang yang penuh disiplin dan pengorbanan.

"Kami bersyukur karena penyertaan Tuhan sempurna. Anak-anak kami boleh memuliakan Tuhan dengan akal budi dan roh, dan semua ini untuk kepujian nama Tuhan," ujarnya.

Baca juga: 5.434 Suara Memuliakan Tuhan di Pesparawi Nasional XIV Papua Barat

Bahasa Biak sebagai Identitas Papua

Onny menjelaskan, penggunaan bahasa daerah Biak pada awal penampilan [sengaja] dihadirkan sebagai bentuk penghormatan terhadap tanah Papua sekaligus memperkuat identitas budaya di panggung nasional.

Bahasa daerah dinilai selaras dengan pesan lagu wajib yang mengangkat keindahan alam Papua sebagai karya Tuhan.

"Bahasa Biak kami hadirkan untuk memberikan atmosfer bahwa kita sedang berada di tanah Papua, surga kecil yang ada di bumi ini. Ini menjadi dedikasi bagi Papua sekaligus memperkenalkan identitas orang Papua melalui lagu," katanya.

Lebih lanjut, Onny menegaskan bahwa Pesparawi bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan wadah mempererat persaudaraan dan kebersamaan umat Kristiani dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga: Dewan Juri Pesparawi Nasional XIV Dikukuhkan, Siap Jaga Integritas Penilaian

Ia berharap melalui setiap puji-pujian, damai sejahtera Tuhan terus menyertai bangsa Indonesia, khususnya masyarakat di Tanah Papua.

"Pesparawi menjadi momentum untuk membangun persekutuan, mempererat tali persaudaraan, dan menghadirkan sukacita dalam pelayanan kepada Tuhan," ungkapnya.

Onny menambahkan, capaian kontingen Papua merupakan hasil kerja keras, disiplin, doa, serta komitmen seluruh peserta dan pelatih selama masa persiapan.

Namun, ia menekankan bahwa hal terpenting dari keikutsertaan dalam Pesparawi adalah mempersembahkan pujian terbaik bagi Tuhan.

"Yang paling penting adalah anak-anak sudah memuji dengan akal budi dan roh serta memberikan sesuatu yang berdampak bagi kepujian nama Tuhan," tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.