Cristiano Ronaldo mendapatkan dukungan kuat dari mantan rekan setimnya di tim nasional, Bruno Alves, saat sang penyerang legendaris menghadapi sorotan tajam di Piala Dunia 2026. Kapten Portugal itu tengah menjadi sasaran kritik setelah awal turnamen yang mengecewakan, namun para mantan rekan setimnya menolak untuk ikut dalam gelombang kecaman tersebut.
Alves membalas kritik terhadap Ronaldo
Mantan bek Portugal, Bruno Alves, menggunakan media sosial untuk membela Ronaldo setelah sang penyerang veteran menerima banyak kritik usai hasil imbang 1-1 Portugal melawan Republik Demokratik Kongo.
Pemain berusia 41 tahun itu, yang kini menjalani penampilan keenamnya di ajang Piala Dunia, menjadi bahan perdebatan setelah gagal memanfaatkan beberapa peluang dalam laga pembuka Grup K di Houston.
Alves, yang pernah menjuarai Euro 2016 bersama Ronaldo, menulis pesan tegas di Instagram. “Hormati, idola itu abadi!” tulisnya, sebelum menyinggung mereka yang mempertanyakan bintang Al-Nassr tersebut. “Banyak orang bicara tentang sepak bola tanpa pernah melakukan apa pun di sepak bola. Kritik hanya boleh datang dari mereka yang berbuat lebih banyak! Cristiano, kami percaya padamu apa pun yang terjadi,” tambah mantan bek tengah Porto dan Zenit Saint Petersburg itu.
Kekecewaan memuncak di Piala Dunia
Dukungan dari Alves datang di saat yang sensitif bagi Ronaldo, yang terlihat sangat kesal setelah hasil imbang melawan Republik Demokratik Kongo. Penyerang legendaris itu tampak kecewa saat berjalan meninggalkan lapangan, sementara rekan-rekannya tetap tinggal untuk menyapa para pendukung di tribun. Reaksi tersebut memicu perdebatan baru mengenai pengaruh dan perannya dalam skuad asuhan Roberto Martinez.
Meski hasil di laga pembuka mengecewakan, Alves tetap yakin bahwa para pemain Portugal saat ini harus melakukan segalanya untuk membantu peraih lima trofi Ballon d'Or itu meraih gelar tertinggi bersama tim nasional. Bek tersebut sejak lama berpendapat bahwa karier Ronaldo pantas ditutup dengan trofi Piala Dunia, terlepas dari rintangan yang kini dihadapi oleh tim berjuluk Seleccao itu.
Seruan untuk meraih gelar Piala Dunia
Dalam wawancara sebelumnya dengan A BOLA, Alves menyerukan agar tim nasional berjuang demi warisan sang kapten. “Jadikan Portugal juara dunia. Jadikan Cristiano juara dunia karena itu adalah hadiah yang sangat pantas. Saya akan sangat bahagia jika dia memenangkan Piala Dunia ini. Trofi itu adalah penghargaan yang adil atas semua yang telah dia lakukan untuk Portugal dan dunia. Ini adalah hadiah yang kalian, dan kita semua di sini, akan dukung dan inginkan dengan sepenuh hati. Semoga beruntung!” ujarnya.
Perjuangan Ronaldo untuk meraih trofi tersebut masih menjadi sorotan utama di kamp Portugal. Meski ia selalu mencetak gol di setiap edisi turnamen yang pernah diikutinya, kali ini Ronaldo menghadapi masa paceklik gol terpanjangnya di ajang internasional besar, yakni 10 pertandingan berturut-turut tanpa mencetak gol untuk negaranya di panggung besar.
Portugal berusaha bangkit
Martinez dan skuadnya kini harus mengalihkan fokus ke pertandingan kedua fase grup melawan Uzbekistan. Sang pelatih sebelumnya menegaskan bahwa hasil imbang di laga pembuka akan dianggap sebagai “bencana”, dan tekanan kini meningkat bagi staf pelatih maupun para pemain untuk tampil lebih tajam di depan gawang.
Dengan kata-kata penyemangat dari Alves yang terus terngiang, Ronaldo akan berusaha membungkam para pengkritiknya dan membuktikan bahwa statusnya sebagai legenda “abadi” masih bisa diwujudkan lewat kontribusi yang menentukan di lapangan.
Portugal akan menutup perjalanan mereka di Grup K melawan Kolombia, dengan nasib mimpi terakhir sang kapten veteran di Piala Dunia yang kini berada di ujung tanduk.