TRIBUNBATAM.id, BATAM - Aksi pawai sejumlah guru, orangtua murid sambil membawa anaknya depan kantor Wali kota dan DPRD Batam di Kecamatan Batam Kota, Minggu (21/6/2026) memanti reaksi Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G).
Pawai yang mendukung agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar jangan sampai terhenti ini, belakangan menyita perhatian setelah keterlibatan sejumlah anak yang masih di bawah umur.
Aksi itu terjadi satu hari setelah Aliansi Relawan Pekerja Dapur MBG Kota Batam menyelenggarakan aksi damai di depan kantor DPRD Batam, Sabtu (20/6/2026).
Dalam aksi damai itu, mereka meminta kepada pemerintah untuk melanjutkan program MBG yang sempat berhenti sementara.
Sedikitnya 55 dapur pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berhenti beroperasi sejak Senin (8/6/2026).
Penghentian sementara program MBG tersebut karena sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar pada sejumlah kecamatan belum menerima anggaran operasional dari pemerintah pusat.
Baca juga: Puluhan Dapur MBG di Batam Berhenti Operasi Sementara, Pemprov Kepri Tangani Kendala Anggaran
Guru sekaligus Kepala Bidang Advokasi Guru Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Iman Zanatul Haeri mengatakan, dugaan pelibatan siswa dalam aksi dukungan program MBG berpotensi melanggar hak anak.
"Jika benar ada dugaan bahwa anak-anak sekolah ini dimobilisasi untuk kegiatan aksi dukung-mendukung program makan bergizi gratis atau MBG, ini adalah pelanggaran terhadap Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 Pasal 15 bahwa," kata dia saat dihubungi, Senin (22/06/2026).
Ia menegaskan jika setiap anak harus dilindungi haknya, termasuk memperoleh perlindungan dari penyalahgunaan dalam kegiatan politik.
Menurut Iman, dugaan pelanggaran tersebut perlu menjadi perhatian karena aksi dilakukan di luar kegiatan pendidikan formal.
"Menurut kami ini sebuah pelanggaran, dilaksanakan pada hari libur tetapi menggunakan seragam sekolah gitu, dan ini juga bukan kegiatan sekolah sebetulnya, bukan intrakurikuler ataupun ekstrakurikuler," tuturnya.
Ia menegaskan guru maupun murid tidak memiliki kewajiban untuk terlibat dalam kegiatan dukung-mendukung program pemerintah.
Iman juga mengingatkan para guru agar memahami hak-hak anak dan tidak mudah terlibat dalam kegiatan yang berpotensi melanggar hak peserta didik.
"Sehingga tidak mudah dimobilisasi dan kalau ada persoalan tidak disalahkan. Jadi kami harap teman-teman guru juga berhati-hati dalam situasi seperti ini," tegasnya melansir Tribunnews.com.
Wartawan TribunBatam.id sebelumnya berkesempatan mewawancarai anak yang ikut dalam pawai depan kantor Wali kota dan DPRD Batam pada Minggu, 21 Juni 2026.
Syifa, seorang siswi SD di Kecamatan Sei Beduk mengaku mengikuti pawai MBG saat ditemui di lokasi pawai.
Ia sempat terdiam ketika disinggung tujuan mengikuti kegiatan tersebut.
Dari kejauhan, guru pendamping menyebut "mendukung MBG terus berjalan", yang kemudian jawaban tersebut ditirukan oleh Syifa.
Saat ditanya apakah di sekolahnya program MBG masih berjalan, ia menjawab masih.
Namun ketika kembali ditanya mengapa tetap ikut pawai meski program MBG masih berjalan, Syifa hanya tersenyum sambil melirik ke arah guru pendamping dan tidak memberikan jawaban.
Saat ditanya lebih lanjut apakah ikut karena diminta guru, Syifa menjawab singkat dengan anggukan dan berkata "iya".
Kegiatan pawai MBG di Batam itu terlihat menggunakan mobil komando dilengkapi pengeras suara.
Dari kendaraan tersebut, sejumlah orasi disampaikan oleh peserta selama pawai berlangsung sebagai bentuk dukungan terhadap program MBG.
Tak cuma pelajar dan guru, demonstrasi tersebut juga dihadiri sejumlah politikus Partai Gerindra.
Salah satunya, Sekretaris Komisi I DPRD Kota Batam dari Fraksi Gerindra, Anwar Anas.
Anwar lalu berorasi di atas mobil sound dan menilai program MBG perlu didukung karena merupakan program nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Pak Prabowo terpilih karena dia punya program. Salah satu program prioritas beliau adalah MBG. Yang kemudian masyarakat Indonesia memilih beliau. Betul?” ujar Anwar Anas yang langsung disambut seruan setuju dari para peserta.
"Kalau ada yang tidak mendukung, tunggu 2029. Kita adu gagasan lagi, kita adu program lagi. Nanti siapa yang terpilih, jalankan program terbaiknya," tambahnya melansir Tribunnews.com.
Menurut dia, Program MBG masih dibutuhkan masyarakat Batam, terutama bagi pelajar dan ibu hamil.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Batam (Kadisdik Batam), Hendri Arulan, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk menampung keresahan sejumlah orang tua terkait pelaksanaan MBG yang sempat mengalami kendala beberapa waktu lalu.
"Hari ini kita melaksanakan kegiatan pawai dalam rangka mendukung MBG. Jadi memang kami tentunya menampung kerisauan dari orang tua terkait MBG yang beberapa waktu lalu agak tersendat," ujar Hendri.
Menurutnya, MBG merupakan program pemerintah yang bertujuan membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak, sekaligus mendorong semangat belajar di sekolah.
"MBG ini program dari Presiden RI yang berkaitan dengan usaha untuk pemenuhan gizi bagi anak-anak, dan untuk memberikan motivasi kepada anak-anak untuk lebih bersemangat, giat belajar di masing-masing sekolah mereka," katanya.
Hendri menilai program tersebut memiliki manfaat yang cukup besar dalam mendukung proses belajar pelajar.
Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi, anak-anak juga diharapkan lebih siap mengikuti kegiatan belajar mengajar setelah mendapatkan makanan bergizi.
"Kita ketahui bahwa MBG ini sangat penting dan berguna dalam rangka meningkatkan kemampuan anak belajar. Anak-anak mungkin juga jadi lebih segar karena mereka sudah mendapatkan makanan bergizi saat sampai di sekolah," tuturnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat terhadap program tersebut yang ditunjukkan melalui kegiatan pawai.
"Kami berterima kasih sekali. Jadi kami melaksanakan pawai dalam rangka mendukung kegiatan program MBG," katanya.
Hendri menegaskan bahwa hasil dari program MBG tidak dapat dilihat secara instan.
Menurutnya, manfaat program tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi muda yang sehat, kuat dan berdaya saing.
"Kami sampaikan juga bahwasanya mungkin program MBG ini bukan instan hasilnya. Tapi paling tidak nanti satu generasi kemudian, setelah mereka dewasa, tentu menghasilkan generasi-generasi muda yang hebat, kuat, berprestasi, tentunya untuk menuju Indonesia Emas 2045," ujar Kadisdik Batam itu. (TribunBatam.id/Ucik Suwaibah/*) (Tribunnews.com/Mario Christian Sumampow)