Warga Gerebek Kontrakan Jelang Subuh di Lueng Bata, Dua Pasangan Nonmahram Diamankan
Muliadi Gani June 22, 2026 01:07 PM

 

PROHABA.CO, BANDA ACEH – Petugas Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Kota Banda Aceh mengamankan dua pasangan bukan mahram setelah digerebek warga di sebuah rumah kontrakan di kawasan Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh. 

Keempat orang tersebut kini menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan pelanggaran qanun syariat Islam.

Kasatpol PP-WH Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal SSTP MSi, mengatakan pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat yang merasa curiga terhadap aktivitas di rumah kontrakan yang dihuni salah seorang perempuan.

Menurut Rizal, warga setempat telah lama memantau aktivitas di lokasi tersebut karena diduga sering didatangi laki-laki yang masuk secara diam-diam pada waktu-waktu tertentu.

“Puncaknya sekitar pukul 02.00 WIB dini hari Jumat kemarin, warga bersama pemuda setempat melakukan penggerebekan dan mendapati dua pasangan yang tidak memiliki ikatan pernikahan berada di dalam satu kamar menjelang waktu subuh,” kata Rizal dalam keterangannya, Minggu (21/6/2026).

Dari hasil pendataan awal, dua perempuan yang diamankan diketahui berasal dari Kabupaten Aceh Timur.

Sementara dua laki-laki yang berada bersama mereka merupakan warga Kabupaten Aceh Barat.

Baca juga: Warga Syiah Kuala Gerebek Pasangan Nonmahram di Kos Putri Banda Aceh

Setelah mengamankan keempat orang tersebut, warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada petugas Satpol PP-WH Banda Aceh melalui layanan call center.

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh petugas yang sedang bertugas.

Rizal menjelaskan, Tim Piket Satpol PP-WH menerima laporan sekitar pukul 05.00 WIB.

Selanjutnya, Tim Kalong Satpol PP-WH bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 05.15 WIB setelah mendapatkan koordinasi lanjutan dari masyarakat.

“Untuk kepentingan pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut, kedua pasangan tersebut kemudian dibawa ke Kantor Satpol PP-WH Kota Banda Aceh,” ujarnya.

Ia mengapresiasi kepedulian masyarakat yang aktif menjaga lingkungan serta berpartisipasi dalam mendukung pelaksanaan syariat Islam di Kota Banda Aceh.

“Kami mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif menjaga ketertiban dan pelaksanaan syariat Islam di lingkungan masing-masing.

Apabila menemukan dugaan pelanggaran qanun, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sesuai prosedur yang berlaku,” katanya.

Baca juga: Tabrak Becak Mesin Tanpa Lampu, Pengendara Motor Asal Langsa Tewas di Aceh Besar

Satpol PP-WH Ajak Generasi Z Kawal Syariat Islam

Sementara itu, dalam kegiatan terpisah, Satpol PP-WH Kota Banda Aceh juga mengajak generasi muda khususnya Generasi Z untuk mengambil peran dalam mengawal pelaksanaan syariat Islam yang humanis dan berkeadilan.

Ajakan tersebut disampaikan Kepala Bidang Penegakan Syariat Islam Satpol PP-WH Kota Banda Aceh, Dr Roslina A Djalil SAg MHum, saat menjadi narasumber dalam seminar yang diselenggarakan mahasiswa KPM Tematik 2026 Universitas Al Washliyah Darussalam (UNADA) Banda Aceh, Sabtu (20/6/2026).

Dalam seminar bertema “Peran Generasi Z dalam Mengawal Syariat Islam yang Humanis dan Berkeadilan”, Roslina menegaskan bahwa Generasi Z memiliki posisi strategis dalam menyebarkan pemahaman syariat Islam yang moderat, bijaksana, serta mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

Menurutnya, generasi muda saat ini memiliki akses luas terhadap teknologi dan media sosial sehingga dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan nilai-nilai Islam secara positif di tengah masyarakat.

“Karena itu, generasi muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menyampaikan nilai-nilai Islam secara positif di tengah masyarakat,” ujar Roslina.

Kegiatan tersebut turut didampingi dosen pembimbing lapangan Lasri SPd MPd dan Jainul Ubaidillah SE ME.

Seminar juga dihadiri Rektor UNADA Banda Aceh Dr Yusra Jamali MPd, para dosen, serta mahasiswa.

Dalam sesi diskusi, peserta aktif bertukar gagasan mengenai peran anak muda dalam menjaga dan mengawal pelaksanaan syariat Islam, baik di lingkungan kampus maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Roslina berharap kegiatan semacam itu dapat melahirkan generasi muda yang mampu menjadi pelopor dalam menyebarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin, sekaligus berkontribusi menciptakan kehidupan sosial yang harmonis, damai, dan berkeadilan di tengah masyarakat.

(Serambinews.com/Sara Masroni)

Baca juga: Warga Gerebek Pasangan Nonmahram Diduga Berkhalwat di Rusunawa Banda Aceh

Baca juga: Diduga Berkhalwat, Satpol PP dan WH Banda Aceh Cokok Tiga Pasangan Nonmahram

Baca juga: Kebakaran Hanguskan Kios Elektronik di Cot Yang Aceh Besar, Tidak Ada Korban Jiwa

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.